alexametrics
29.1 C
Jember
Friday, 20 May 2022

Belum Ada Tanda-Tanda

Fokus Pencarian pada Tiga Titik

Mobile_AP_Rectangle 1

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Upaya pencarian Ahmad Dhani, bocah umur delapan tahun yang terpeleset saat memancing dan tercebur ke sungai, berlanjut. Pencarian memasuki hari kedua, kemarin. Tim gabungan dikerahkan di tiga titik fokus pencarian. Namun, belum ada tanda-tanda korban ditemukan.

Yudi Cahyono, Kasubid Kedaruratan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lumajang, mengatakan bahwa tim gabungan terdiri atas Tim Reaksi Cepat Penanggulangan Bencana (TRC-PB) Lumajang dan Badan SAR Nasional (Basarnas). “Kami menghubungi Basarnas. Dan mereka datang pada malam harinya. Jadi, tim yang terjun berasal dari Basarnas dan TRC Lumajang,” katanya.

Sebelumnya, pencarian hari pertama dihentikan. Sebab, kondisi lapangan tidak memungkinkan. “Pencarian di hari pertama kami hentikan sekitar pukul enam petang. Hari yang sudah gelap tidak memungkinkan melanjutkan pencarian. Selain medan tidak terlihat, kami tidak bisa memprediksi debit sungai saat malam hari. Akhirnya, kami putuskan berhenti dan lanjut di hari kedua,” jelasnya.

Mobile_AP_Rectangle 2

Yudi menuturkan, pada hari kedua pencarian difokuskan di tiga titik. Namun, belum ada tanda-tanda korban ditemukan. “Kami bagi menjadi tiga titik. Pertama di belakang Pondok Pesantren Assalaf. Kedua di Dam Umbul. Dan ketiga di Sungai Bondoyudo arah Tekung. Tetapi, sampai hari ini (kemarin, Red) belum ada tanda-tanda korban ditemukan,” tuturnya.

Sementara itu, Kabid Kedaruratan, Rehabilitasi dan Rekonstruksi BPBD Lumajang Joko Sambang mengatakan, pencarian akan dilakukan selama enam hari sejak kejadian. Pihaknya mengerahkan tim dengan maksimal. “Sesuai kesepakatan, proses pencarian selama enam hari. Kami susuri dari TKP hingga sekitar Dam Umbul. Dua hari ini pencarian sudah maksimal,” katanya.

- Advertisement -

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Upaya pencarian Ahmad Dhani, bocah umur delapan tahun yang terpeleset saat memancing dan tercebur ke sungai, berlanjut. Pencarian memasuki hari kedua, kemarin. Tim gabungan dikerahkan di tiga titik fokus pencarian. Namun, belum ada tanda-tanda korban ditemukan.

Yudi Cahyono, Kasubid Kedaruratan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lumajang, mengatakan bahwa tim gabungan terdiri atas Tim Reaksi Cepat Penanggulangan Bencana (TRC-PB) Lumajang dan Badan SAR Nasional (Basarnas). “Kami menghubungi Basarnas. Dan mereka datang pada malam harinya. Jadi, tim yang terjun berasal dari Basarnas dan TRC Lumajang,” katanya.

Sebelumnya, pencarian hari pertama dihentikan. Sebab, kondisi lapangan tidak memungkinkan. “Pencarian di hari pertama kami hentikan sekitar pukul enam petang. Hari yang sudah gelap tidak memungkinkan melanjutkan pencarian. Selain medan tidak terlihat, kami tidak bisa memprediksi debit sungai saat malam hari. Akhirnya, kami putuskan berhenti dan lanjut di hari kedua,” jelasnya.

Yudi menuturkan, pada hari kedua pencarian difokuskan di tiga titik. Namun, belum ada tanda-tanda korban ditemukan. “Kami bagi menjadi tiga titik. Pertama di belakang Pondok Pesantren Assalaf. Kedua di Dam Umbul. Dan ketiga di Sungai Bondoyudo arah Tekung. Tetapi, sampai hari ini (kemarin, Red) belum ada tanda-tanda korban ditemukan,” tuturnya.

Sementara itu, Kabid Kedaruratan, Rehabilitasi dan Rekonstruksi BPBD Lumajang Joko Sambang mengatakan, pencarian akan dilakukan selama enam hari sejak kejadian. Pihaknya mengerahkan tim dengan maksimal. “Sesuai kesepakatan, proses pencarian selama enam hari. Kami susuri dari TKP hingga sekitar Dam Umbul. Dua hari ini pencarian sudah maksimal,” katanya.

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Upaya pencarian Ahmad Dhani, bocah umur delapan tahun yang terpeleset saat memancing dan tercebur ke sungai, berlanjut. Pencarian memasuki hari kedua, kemarin. Tim gabungan dikerahkan di tiga titik fokus pencarian. Namun, belum ada tanda-tanda korban ditemukan.

Yudi Cahyono, Kasubid Kedaruratan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lumajang, mengatakan bahwa tim gabungan terdiri atas Tim Reaksi Cepat Penanggulangan Bencana (TRC-PB) Lumajang dan Badan SAR Nasional (Basarnas). “Kami menghubungi Basarnas. Dan mereka datang pada malam harinya. Jadi, tim yang terjun berasal dari Basarnas dan TRC Lumajang,” katanya.

Sebelumnya, pencarian hari pertama dihentikan. Sebab, kondisi lapangan tidak memungkinkan. “Pencarian di hari pertama kami hentikan sekitar pukul enam petang. Hari yang sudah gelap tidak memungkinkan melanjutkan pencarian. Selain medan tidak terlihat, kami tidak bisa memprediksi debit sungai saat malam hari. Akhirnya, kami putuskan berhenti dan lanjut di hari kedua,” jelasnya.

Yudi menuturkan, pada hari kedua pencarian difokuskan di tiga titik. Namun, belum ada tanda-tanda korban ditemukan. “Kami bagi menjadi tiga titik. Pertama di belakang Pondok Pesantren Assalaf. Kedua di Dam Umbul. Dan ketiga di Sungai Bondoyudo arah Tekung. Tetapi, sampai hari ini (kemarin, Red) belum ada tanda-tanda korban ditemukan,” tuturnya.

Sementara itu, Kabid Kedaruratan, Rehabilitasi dan Rekonstruksi BPBD Lumajang Joko Sambang mengatakan, pencarian akan dilakukan selama enam hari sejak kejadian. Pihaknya mengerahkan tim dengan maksimal. “Sesuai kesepakatan, proses pencarian selama enam hari. Kami susuri dari TKP hingga sekitar Dam Umbul. Dua hari ini pencarian sudah maksimal,” katanya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/