alexametrics
30.1 C
Jember
Friday, 27 May 2022

Kena Virus, SMA Mataram Tempursari Lumajang Nyaris Gagal Ujian

Mobile_AP_Rectangle 1

RADARJEMBER.ID: Nyaris saja seluruh siswa kelas XII SMA Mataram Kecamatan Tempursari, Kabupaten Lumajang tadi siang (10/4) kena petaka. Nyaris gagal mengikuti Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) hari kedua. Sistem pertahanan server utama di SMA Mataram sempat diretas virus komputer.

Untung masalah tersebut segera bisa diatasi. Para siswa tetap bisa melanjutkan UNBK.
Kepala Cabang Dinas Pendidikan (Dispebdik) Provinsi Jawa Timur (Jatim) Wilayah Lumajang, Sugiono Eksantoro kepada Jawa Pos Radar Semeru menjelaskan, virus itu masuk Senin sore (9/3), begitu sesi ketiga usai. Dia mendapat laporan dari proktor SMA Mataram, ada virus bernama ransomware masuk ke server utama sesaat setelah server di-log out.

Pada monitor server ada tulisan, server kembali bisa dibuka setelah pemiliknya membayar uang tunai senilai kurang lebih Rp 4,5 juta. “Ada kursnya dalam dolar.
Kalau dirupiahkan kurang lebih Rp 4,5 juta. Tapi saya larang pihak sekolah untuk membayar. Mereka saya suruh betulin saja sore itu,” terang Sugiono.
Sampai malam hari ternyata server belum bisa kembali normal. Salah satu SMA swasta di Kecamatan Tempursai itu berpotensi tidak bisa menerima kiriman soal untuk UNBK hari kedua. “Kemudian saya instuksikan untuk pakai server cadangan saja,” ucapnya.

Mobile_AP_Rectangle 2

Server cadangan pun nyaris tidak bisa dipakai. Hingga pukul 07.40 kemarin (10/4), komputer ujian belum bisa dipakai login. Padahal UNBK sesi pertama harusnya sudah mulai dilangsungkan pukul 07.30. Server cadangan baru benar-benar bekerja normal sekitar pukul 08.15.

- Advertisement -

RADARJEMBER.ID: Nyaris saja seluruh siswa kelas XII SMA Mataram Kecamatan Tempursari, Kabupaten Lumajang tadi siang (10/4) kena petaka. Nyaris gagal mengikuti Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) hari kedua. Sistem pertahanan server utama di SMA Mataram sempat diretas virus komputer.

Untung masalah tersebut segera bisa diatasi. Para siswa tetap bisa melanjutkan UNBK.
Kepala Cabang Dinas Pendidikan (Dispebdik) Provinsi Jawa Timur (Jatim) Wilayah Lumajang, Sugiono Eksantoro kepada Jawa Pos Radar Semeru menjelaskan, virus itu masuk Senin sore (9/3), begitu sesi ketiga usai. Dia mendapat laporan dari proktor SMA Mataram, ada virus bernama ransomware masuk ke server utama sesaat setelah server di-log out.

Pada monitor server ada tulisan, server kembali bisa dibuka setelah pemiliknya membayar uang tunai senilai kurang lebih Rp 4,5 juta. “Ada kursnya dalam dolar.
Kalau dirupiahkan kurang lebih Rp 4,5 juta. Tapi saya larang pihak sekolah untuk membayar. Mereka saya suruh betulin saja sore itu,” terang Sugiono.
Sampai malam hari ternyata server belum bisa kembali normal. Salah satu SMA swasta di Kecamatan Tempursai itu berpotensi tidak bisa menerima kiriman soal untuk UNBK hari kedua. “Kemudian saya instuksikan untuk pakai server cadangan saja,” ucapnya.

Server cadangan pun nyaris tidak bisa dipakai. Hingga pukul 07.40 kemarin (10/4), komputer ujian belum bisa dipakai login. Padahal UNBK sesi pertama harusnya sudah mulai dilangsungkan pukul 07.30. Server cadangan baru benar-benar bekerja normal sekitar pukul 08.15.

RADARJEMBER.ID: Nyaris saja seluruh siswa kelas XII SMA Mataram Kecamatan Tempursari, Kabupaten Lumajang tadi siang (10/4) kena petaka. Nyaris gagal mengikuti Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) hari kedua. Sistem pertahanan server utama di SMA Mataram sempat diretas virus komputer.

Untung masalah tersebut segera bisa diatasi. Para siswa tetap bisa melanjutkan UNBK.
Kepala Cabang Dinas Pendidikan (Dispebdik) Provinsi Jawa Timur (Jatim) Wilayah Lumajang, Sugiono Eksantoro kepada Jawa Pos Radar Semeru menjelaskan, virus itu masuk Senin sore (9/3), begitu sesi ketiga usai. Dia mendapat laporan dari proktor SMA Mataram, ada virus bernama ransomware masuk ke server utama sesaat setelah server di-log out.

Pada monitor server ada tulisan, server kembali bisa dibuka setelah pemiliknya membayar uang tunai senilai kurang lebih Rp 4,5 juta. “Ada kursnya dalam dolar.
Kalau dirupiahkan kurang lebih Rp 4,5 juta. Tapi saya larang pihak sekolah untuk membayar. Mereka saya suruh betulin saja sore itu,” terang Sugiono.
Sampai malam hari ternyata server belum bisa kembali normal. Salah satu SMA swasta di Kecamatan Tempursai itu berpotensi tidak bisa menerima kiriman soal untuk UNBK hari kedua. “Kemudian saya instuksikan untuk pakai server cadangan saja,” ucapnya.

Server cadangan pun nyaris tidak bisa dipakai. Hingga pukul 07.40 kemarin (10/4), komputer ujian belum bisa dipakai login. Padahal UNBK sesi pertama harusnya sudah mulai dilangsungkan pukul 07.30. Server cadangan baru benar-benar bekerja normal sekitar pukul 08.15.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/