alexametrics
23 C
Jember
Sunday, 29 May 2022

Warga Bikin Jembatan Darurat

Mobile_AP_Rectangle 1

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Sepekan setelah akses jembatan di perbatasan Desa Gesang, Kecamatan Tempeh, dan Desa Sememu, Kecamatan Pasirian, ambruk, beberapa warga setempat memilih membuat jembatan darurat secara mandiri. Mereka swadaya membangun supaya warga bisa melakukan aktivitas kembali.

Akses ini hanya bisa dilewati kendaraan roda dua. Sementara, untuk kendaraan roda empat tidak bisa. Sebab, jembatan tersebut terbuat dari anyaman dan tumpukan bambu yang disusun memanjang. Jembatan darurat itu kurang lebih sekitar 25 meter diatas aliran sungai yang mengalir.

Yasin, warga Desa Gesang,menjelaskan, setelah melihat aktivitas warga terhambat alias cukup banyak warga yang kecele dan harus putar balik cukup jauh, dia bersama warga lainnya berinisiatif mendirikan jembatan darurat sementara.Sambil menunggu pembangun jembatan dari pemerintah.

Mobile_AP_Rectangle 2

“Kami berusaha membantu warga yang ingin menjalankan aktivitasnya. Ini kan jalan alternatif ke kota.Kalaulewat jalan besar kan lumayan jauh. Kasihan saja, makanya kami punya ide buat itu. Kami kumpulkan beberapa bambu.Lalu, kami buat jembatan darurat,” ucapnya.

Pembuatan jembatan ini memang sempat dilarang oleh pemerintah setempat. Sebab, fondasi jembatan tersebut terbuat dari bambu. Cukup rawan jika menyeberang ketika aliran sungai sedang deras. Apalagi aliran airnya seringkali membawa batu kerikil dan pasir. Sangat tidak disarankan.

- Advertisement -

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Sepekan setelah akses jembatan di perbatasan Desa Gesang, Kecamatan Tempeh, dan Desa Sememu, Kecamatan Pasirian, ambruk, beberapa warga setempat memilih membuat jembatan darurat secara mandiri. Mereka swadaya membangun supaya warga bisa melakukan aktivitas kembali.

Akses ini hanya bisa dilewati kendaraan roda dua. Sementara, untuk kendaraan roda empat tidak bisa. Sebab, jembatan tersebut terbuat dari anyaman dan tumpukan bambu yang disusun memanjang. Jembatan darurat itu kurang lebih sekitar 25 meter diatas aliran sungai yang mengalir.

Yasin, warga Desa Gesang,menjelaskan, setelah melihat aktivitas warga terhambat alias cukup banyak warga yang kecele dan harus putar balik cukup jauh, dia bersama warga lainnya berinisiatif mendirikan jembatan darurat sementara.Sambil menunggu pembangun jembatan dari pemerintah.

“Kami berusaha membantu warga yang ingin menjalankan aktivitasnya. Ini kan jalan alternatif ke kota.Kalaulewat jalan besar kan lumayan jauh. Kasihan saja, makanya kami punya ide buat itu. Kami kumpulkan beberapa bambu.Lalu, kami buat jembatan darurat,” ucapnya.

Pembuatan jembatan ini memang sempat dilarang oleh pemerintah setempat. Sebab, fondasi jembatan tersebut terbuat dari bambu. Cukup rawan jika menyeberang ketika aliran sungai sedang deras. Apalagi aliran airnya seringkali membawa batu kerikil dan pasir. Sangat tidak disarankan.

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Sepekan setelah akses jembatan di perbatasan Desa Gesang, Kecamatan Tempeh, dan Desa Sememu, Kecamatan Pasirian, ambruk, beberapa warga setempat memilih membuat jembatan darurat secara mandiri. Mereka swadaya membangun supaya warga bisa melakukan aktivitas kembali.

Akses ini hanya bisa dilewati kendaraan roda dua. Sementara, untuk kendaraan roda empat tidak bisa. Sebab, jembatan tersebut terbuat dari anyaman dan tumpukan bambu yang disusun memanjang. Jembatan darurat itu kurang lebih sekitar 25 meter diatas aliran sungai yang mengalir.

Yasin, warga Desa Gesang,menjelaskan, setelah melihat aktivitas warga terhambat alias cukup banyak warga yang kecele dan harus putar balik cukup jauh, dia bersama warga lainnya berinisiatif mendirikan jembatan darurat sementara.Sambil menunggu pembangun jembatan dari pemerintah.

“Kami berusaha membantu warga yang ingin menjalankan aktivitasnya. Ini kan jalan alternatif ke kota.Kalaulewat jalan besar kan lumayan jauh. Kasihan saja, makanya kami punya ide buat itu. Kami kumpulkan beberapa bambu.Lalu, kami buat jembatan darurat,” ucapnya.

Pembuatan jembatan ini memang sempat dilarang oleh pemerintah setempat. Sebab, fondasi jembatan tersebut terbuat dari bambu. Cukup rawan jika menyeberang ketika aliran sungai sedang deras. Apalagi aliran airnya seringkali membawa batu kerikil dan pasir. Sangat tidak disarankan.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/