alexametrics
24.3 C
Jember
Friday, 20 May 2022

Ribuan Pekerja Belum Terdaftar BPJS TK

Mobile_AP_Rectangle 1

LUMAJANG, RADARJEMBER.IDTak sedikit pekerja yang terdaftar di Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Lumajang belum menjadi peserta Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Ketenagakerjaan (BPJS TK). Jumlahnya mencapai sepuluh ribu lebih. Padahal, risiko kecelakaan kerja cukup tinggi.

Setidaknya, ada 2.092 perusahaan yang beroperasi di Lumajang. Mulai dari industri pengolahan kayu, koperasi, perbankan, toko pakaian dan konveksi,serta ribuan perkebunan perusahaan negara. Total seluruh pekerja yang terdaftar sekitar 42.225 orang ini belum termasuk pekerja yang dilaporkan.

Kabid Bidang Hubungan Industrial dan Jamsostek Disnaker Lumajang Supriyadi mengatakan, menurut data yang diterima dari BPJS TK, total pekerja yang terdaftar kepesertaansekitar 32 ribuan orang. Itupun kebanyakan berasal dari pegawai di lingkungan pemkab dan ribuan perangkat di desa.

Mobile_AP_Rectangle 2

“Kami masih meminta data kepesertaanyang valid. Tujuannya supaya kami bisa turun langsung ke lapangan mengecek satu persatu perusahaan mana yang belum mendaftarkan pekerjanya. Karena itu penting.Apalagi, sebentar lagi Lumajang memiliki perda ketenagakerjaan,” jelasnya.

Diakui, cukup banyak perusahaan yang masih setengah-setengah melaporkan pekerjanya pada pemerintah. Termasuk mendaftarkan pekerjanya sebagai peserta perlindungan jaminan sosial. Padahal, setiap pekerjaan memiliki risiko kecelakaan yang cukup tinggi. Apalagi pekerja  berat seperti industri kayu.

- Advertisement -

LUMAJANG, RADARJEMBER.IDTak sedikit pekerja yang terdaftar di Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Lumajang belum menjadi peserta Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Ketenagakerjaan (BPJS TK). Jumlahnya mencapai sepuluh ribu lebih. Padahal, risiko kecelakaan kerja cukup tinggi.

Setidaknya, ada 2.092 perusahaan yang beroperasi di Lumajang. Mulai dari industri pengolahan kayu, koperasi, perbankan, toko pakaian dan konveksi,serta ribuan perkebunan perusahaan negara. Total seluruh pekerja yang terdaftar sekitar 42.225 orang ini belum termasuk pekerja yang dilaporkan.

Kabid Bidang Hubungan Industrial dan Jamsostek Disnaker Lumajang Supriyadi mengatakan, menurut data yang diterima dari BPJS TK, total pekerja yang terdaftar kepesertaansekitar 32 ribuan orang. Itupun kebanyakan berasal dari pegawai di lingkungan pemkab dan ribuan perangkat di desa.

“Kami masih meminta data kepesertaanyang valid. Tujuannya supaya kami bisa turun langsung ke lapangan mengecek satu persatu perusahaan mana yang belum mendaftarkan pekerjanya. Karena itu penting.Apalagi, sebentar lagi Lumajang memiliki perda ketenagakerjaan,” jelasnya.

Diakui, cukup banyak perusahaan yang masih setengah-setengah melaporkan pekerjanya pada pemerintah. Termasuk mendaftarkan pekerjanya sebagai peserta perlindungan jaminan sosial. Padahal, setiap pekerjaan memiliki risiko kecelakaan yang cukup tinggi. Apalagi pekerja  berat seperti industri kayu.

LUMAJANG, RADARJEMBER.IDTak sedikit pekerja yang terdaftar di Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Lumajang belum menjadi peserta Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Ketenagakerjaan (BPJS TK). Jumlahnya mencapai sepuluh ribu lebih. Padahal, risiko kecelakaan kerja cukup tinggi.

Setidaknya, ada 2.092 perusahaan yang beroperasi di Lumajang. Mulai dari industri pengolahan kayu, koperasi, perbankan, toko pakaian dan konveksi,serta ribuan perkebunan perusahaan negara. Total seluruh pekerja yang terdaftar sekitar 42.225 orang ini belum termasuk pekerja yang dilaporkan.

Kabid Bidang Hubungan Industrial dan Jamsostek Disnaker Lumajang Supriyadi mengatakan, menurut data yang diterima dari BPJS TK, total pekerja yang terdaftar kepesertaansekitar 32 ribuan orang. Itupun kebanyakan berasal dari pegawai di lingkungan pemkab dan ribuan perangkat di desa.

“Kami masih meminta data kepesertaanyang valid. Tujuannya supaya kami bisa turun langsung ke lapangan mengecek satu persatu perusahaan mana yang belum mendaftarkan pekerjanya. Karena itu penting.Apalagi, sebentar lagi Lumajang memiliki perda ketenagakerjaan,” jelasnya.

Diakui, cukup banyak perusahaan yang masih setengah-setengah melaporkan pekerjanya pada pemerintah. Termasuk mendaftarkan pekerjanya sebagai peserta perlindungan jaminan sosial. Padahal, setiap pekerjaan memiliki risiko kecelakaan yang cukup tinggi. Apalagi pekerja  berat seperti industri kayu.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/