alexametrics
27.3 C
Jember
Saturday, 28 May 2022

Jelang Ramadan, Ketersediaan Bapok Aman

Mobile_AP_Rectangle 1

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Menjelang Ramadan, biasanya kebutuhan pokok masyarakat meningkat. Tidak sedikit beberapa bahan menjadi mahal dan langka. Untuk mengantisipasi hal tersebut, pemerintah berkomitmen meningkatkan stok cadangan pangan.

Hertutik, Kepala Dinas Ketahanan Pangan (DKP) Kabupaten Lumajang, memastikan ketersediaan kebutuhan bahan pokok aman. Data yang dihimpun DKP menunjukkan masyarakat tidak perlu khawatir. Sebab, bahan pokok aman hingga  beberapa bulan ke depan. “Terutama untuk stok setara beras 2.691 ton tahan untuk delapan bulan ke depan,” ungkapnya.

Dia mengatakan, ketersediaan tersebut selalu dipantau secara berkala. Stabilitas harga juga menjadi prioritas pemantauan menjelang Ramadan. “Lumbung-lumbung pangan binaan DKP dan stabilitas harga pangan kami pantau setiap hari melalui aplikasi Siskaperbappo. Hasilnya, sampai saat ini masih tergolong stabil, termasuk juga harga cabai rawit,” jelasnya.

Mobile_AP_Rectangle 2

Meski ada perbedaan ketersediaan dengan tahun sebelumnya, pihaknya akan mengantisipasi hal tersebut dengan operasi pasar. Selain itu, program ketahanan pangan akan digalakkan kembali. Sebab, langkah inovasi menjadi solusi ketersediaan pangan di masa pandemi. Ada tiga program unggulan DKP, yakni Cetar, Lumpang Mluma, dan Palos.

- Advertisement -

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Menjelang Ramadan, biasanya kebutuhan pokok masyarakat meningkat. Tidak sedikit beberapa bahan menjadi mahal dan langka. Untuk mengantisipasi hal tersebut, pemerintah berkomitmen meningkatkan stok cadangan pangan.

Hertutik, Kepala Dinas Ketahanan Pangan (DKP) Kabupaten Lumajang, memastikan ketersediaan kebutuhan bahan pokok aman. Data yang dihimpun DKP menunjukkan masyarakat tidak perlu khawatir. Sebab, bahan pokok aman hingga  beberapa bulan ke depan. “Terutama untuk stok setara beras 2.691 ton tahan untuk delapan bulan ke depan,” ungkapnya.

Dia mengatakan, ketersediaan tersebut selalu dipantau secara berkala. Stabilitas harga juga menjadi prioritas pemantauan menjelang Ramadan. “Lumbung-lumbung pangan binaan DKP dan stabilitas harga pangan kami pantau setiap hari melalui aplikasi Siskaperbappo. Hasilnya, sampai saat ini masih tergolong stabil, termasuk juga harga cabai rawit,” jelasnya.

Meski ada perbedaan ketersediaan dengan tahun sebelumnya, pihaknya akan mengantisipasi hal tersebut dengan operasi pasar. Selain itu, program ketahanan pangan akan digalakkan kembali. Sebab, langkah inovasi menjadi solusi ketersediaan pangan di masa pandemi. Ada tiga program unggulan DKP, yakni Cetar, Lumpang Mluma, dan Palos.

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Menjelang Ramadan, biasanya kebutuhan pokok masyarakat meningkat. Tidak sedikit beberapa bahan menjadi mahal dan langka. Untuk mengantisipasi hal tersebut, pemerintah berkomitmen meningkatkan stok cadangan pangan.

Hertutik, Kepala Dinas Ketahanan Pangan (DKP) Kabupaten Lumajang, memastikan ketersediaan kebutuhan bahan pokok aman. Data yang dihimpun DKP menunjukkan masyarakat tidak perlu khawatir. Sebab, bahan pokok aman hingga  beberapa bulan ke depan. “Terutama untuk stok setara beras 2.691 ton tahan untuk delapan bulan ke depan,” ungkapnya.

Dia mengatakan, ketersediaan tersebut selalu dipantau secara berkala. Stabilitas harga juga menjadi prioritas pemantauan menjelang Ramadan. “Lumbung-lumbung pangan binaan DKP dan stabilitas harga pangan kami pantau setiap hari melalui aplikasi Siskaperbappo. Hasilnya, sampai saat ini masih tergolong stabil, termasuk juga harga cabai rawit,” jelasnya.

Meski ada perbedaan ketersediaan dengan tahun sebelumnya, pihaknya akan mengantisipasi hal tersebut dengan operasi pasar. Selain itu, program ketahanan pangan akan digalakkan kembali. Sebab, langkah inovasi menjadi solusi ketersediaan pangan di masa pandemi. Ada tiga program unggulan DKP, yakni Cetar, Lumpang Mluma, dan Palos.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/