alexametrics
29.9 C
Jember
Friday, 20 May 2022

Anggaran Tangkis Tahun Ini Nihil

Penyebab Banjir Rutin di Sukorejo Belum Tertangani

Mobile_AP_Rectangle 1

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Setiap intensitas hujan tinggi mengguyur Desa Sukorejo, Kecamatan Kunir, Sungai Gogosan selalu meluap. Akibatnya, puluhan rumah terendam. Meski menjadi langganan banjir, pemerintah belum bisa berbuat banyak. Sebab, hingga hari ini upaya yang dilakukan masih dalam tahap koordinasi.

Wawan Hadi Siswoyo, Kepala Bidang Penanggulangan Bencana dan Logistik BPBD Lumajang, mengatakan, intensitas hujan yang tinggi menyebabkan Sungai Gogosan meluap. “Iya benar, Sungai Gogosan yang berada di Desa Sukorejo meluap. Akibatnya, banjir tahunan merendam permukiman warga,” katanya.

Wawan menjelaskan, intensitas hujan tinggi akan berlangsung hingga awal April. Oleh sebab itu, dia menghimbau masyarakat Lumajang untuk lebih waspada. “Informasi dari BMKG, intensitas hujan di Lumajang sangat tinggi sampai awal April. Oleh karena itu, masyarakat harus waspada di musim hujan ini. Selalu berhati-hati dalam beraktivitas,” ujarnya.

Mobile_AP_Rectangle 2

Selain hujan, kesadaran masyarakat untuk membuang sampah pada tempatnya masih kurang. Sebab, sampah plastik hingga pepohonan selalu ada saat banjir menggenang. “Kalau masyarakat masih membuang sampah di sungai, aliran air akan tersumbat. Sehingga air cepat meluap. Sampah itu juga membuat sungai menjadi dangkal,” tambahnya.

Saat disinggung normalisasi sungai, pihaknya masih melakukan koordinasi. Sebab, hal tersebut membutuhkan koordinasi yang matang. “Kami masih melakukan koordinasi dengan banyak pihak. Utamanya pemerintah daerah. Sebab, kalau normalisasi harus dikoordinasikan dengan matang,” ucapnya.

- Advertisement -

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Setiap intensitas hujan tinggi mengguyur Desa Sukorejo, Kecamatan Kunir, Sungai Gogosan selalu meluap. Akibatnya, puluhan rumah terendam. Meski menjadi langganan banjir, pemerintah belum bisa berbuat banyak. Sebab, hingga hari ini upaya yang dilakukan masih dalam tahap koordinasi.

Wawan Hadi Siswoyo, Kepala Bidang Penanggulangan Bencana dan Logistik BPBD Lumajang, mengatakan, intensitas hujan yang tinggi menyebabkan Sungai Gogosan meluap. “Iya benar, Sungai Gogosan yang berada di Desa Sukorejo meluap. Akibatnya, banjir tahunan merendam permukiman warga,” katanya.

Wawan menjelaskan, intensitas hujan tinggi akan berlangsung hingga awal April. Oleh sebab itu, dia menghimbau masyarakat Lumajang untuk lebih waspada. “Informasi dari BMKG, intensitas hujan di Lumajang sangat tinggi sampai awal April. Oleh karena itu, masyarakat harus waspada di musim hujan ini. Selalu berhati-hati dalam beraktivitas,” ujarnya.

Selain hujan, kesadaran masyarakat untuk membuang sampah pada tempatnya masih kurang. Sebab, sampah plastik hingga pepohonan selalu ada saat banjir menggenang. “Kalau masyarakat masih membuang sampah di sungai, aliran air akan tersumbat. Sehingga air cepat meluap. Sampah itu juga membuat sungai menjadi dangkal,” tambahnya.

Saat disinggung normalisasi sungai, pihaknya masih melakukan koordinasi. Sebab, hal tersebut membutuhkan koordinasi yang matang. “Kami masih melakukan koordinasi dengan banyak pihak. Utamanya pemerintah daerah. Sebab, kalau normalisasi harus dikoordinasikan dengan matang,” ucapnya.

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Setiap intensitas hujan tinggi mengguyur Desa Sukorejo, Kecamatan Kunir, Sungai Gogosan selalu meluap. Akibatnya, puluhan rumah terendam. Meski menjadi langganan banjir, pemerintah belum bisa berbuat banyak. Sebab, hingga hari ini upaya yang dilakukan masih dalam tahap koordinasi.

Wawan Hadi Siswoyo, Kepala Bidang Penanggulangan Bencana dan Logistik BPBD Lumajang, mengatakan, intensitas hujan yang tinggi menyebabkan Sungai Gogosan meluap. “Iya benar, Sungai Gogosan yang berada di Desa Sukorejo meluap. Akibatnya, banjir tahunan merendam permukiman warga,” katanya.

Wawan menjelaskan, intensitas hujan tinggi akan berlangsung hingga awal April. Oleh sebab itu, dia menghimbau masyarakat Lumajang untuk lebih waspada. “Informasi dari BMKG, intensitas hujan di Lumajang sangat tinggi sampai awal April. Oleh karena itu, masyarakat harus waspada di musim hujan ini. Selalu berhati-hati dalam beraktivitas,” ujarnya.

Selain hujan, kesadaran masyarakat untuk membuang sampah pada tempatnya masih kurang. Sebab, sampah plastik hingga pepohonan selalu ada saat banjir menggenang. “Kalau masyarakat masih membuang sampah di sungai, aliran air akan tersumbat. Sehingga air cepat meluap. Sampah itu juga membuat sungai menjadi dangkal,” tambahnya.

Saat disinggung normalisasi sungai, pihaknya masih melakukan koordinasi. Sebab, hal tersebut membutuhkan koordinasi yang matang. “Kami masih melakukan koordinasi dengan banyak pihak. Utamanya pemerintah daerah. Sebab, kalau normalisasi harus dikoordinasikan dengan matang,” ucapnya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/