alexametrics
28.6 C
Jember
Friday, 27 May 2022

Hunian Sementara Korban Gunung Semeru Baru Terbangun 118 Unit

Minta Diberesi Sebelum Ramadan

Mobile_AP_Rectangle 1

SUMBERMUJUR, Radar Semeru – Dua ribu unit hunian sementara (huntara) ditargetkan selesai dibangun sebelum Lebaran. Karena itu, saat Lebaran, ribuan warga yang direlokasi akibat bencana awan panas guguran (APG) Gunung Semeru bisa menempatinya. Namun, tampaknya tantangan para relawan dan non-governmental organization (NGO) semakin berat. Sebab, Wakil Bupati Lumajang berharap huntara siap ditempati sebelum bulan Ramadan.

Kabid Kawasan Permukiman Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPKP) Kabupaten Lumajang Ernowo Pujo Santoso menyebut, hingga kini proses pembangunan huntara terus berlangsung. Cuaca ekstrem berupa intensitas hujan tinggi disertai angin cukup menyebabkan pengerjaan molor. Ditambah, belum semua NGO membangun huntara sesuai kuota yang sudah ditetapkan melalui surat keputusan (SK) Bupati Lumajang, beberapa waktu lalu.

Data yang berhasil dihimpun, per Selasa (8/2) lalu, sebanyak 118 huntara di lahan relokasi Desa Sumbermujur, Kecamatan Candipuro, sudah terbangun. Meski demikian, huntara itu baru bangunannya saja. Sebab, perabotan dan perlengkapan lainnya masih proses perhitungan oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lumajang.

Mobile_AP_Rectangle 2

“Sudah ada yang jadi beberapa unit. Huntara yang masih berproses tercatat 53 unit. Sedangkan huntara yang dibangun oleh Pramuka Peduli, ACT, dan lainnya masih proses dibangun,” ujar Wakil Bupati Lumajang Indah Amperawati.

- Advertisement -

SUMBERMUJUR, Radar Semeru – Dua ribu unit hunian sementara (huntara) ditargetkan selesai dibangun sebelum Lebaran. Karena itu, saat Lebaran, ribuan warga yang direlokasi akibat bencana awan panas guguran (APG) Gunung Semeru bisa menempatinya. Namun, tampaknya tantangan para relawan dan non-governmental organization (NGO) semakin berat. Sebab, Wakil Bupati Lumajang berharap huntara siap ditempati sebelum bulan Ramadan.

Kabid Kawasan Permukiman Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPKP) Kabupaten Lumajang Ernowo Pujo Santoso menyebut, hingga kini proses pembangunan huntara terus berlangsung. Cuaca ekstrem berupa intensitas hujan tinggi disertai angin cukup menyebabkan pengerjaan molor. Ditambah, belum semua NGO membangun huntara sesuai kuota yang sudah ditetapkan melalui surat keputusan (SK) Bupati Lumajang, beberapa waktu lalu.

Data yang berhasil dihimpun, per Selasa (8/2) lalu, sebanyak 118 huntara di lahan relokasi Desa Sumbermujur, Kecamatan Candipuro, sudah terbangun. Meski demikian, huntara itu baru bangunannya saja. Sebab, perabotan dan perlengkapan lainnya masih proses perhitungan oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lumajang.

“Sudah ada yang jadi beberapa unit. Huntara yang masih berproses tercatat 53 unit. Sedangkan huntara yang dibangun oleh Pramuka Peduli, ACT, dan lainnya masih proses dibangun,” ujar Wakil Bupati Lumajang Indah Amperawati.

SUMBERMUJUR, Radar Semeru – Dua ribu unit hunian sementara (huntara) ditargetkan selesai dibangun sebelum Lebaran. Karena itu, saat Lebaran, ribuan warga yang direlokasi akibat bencana awan panas guguran (APG) Gunung Semeru bisa menempatinya. Namun, tampaknya tantangan para relawan dan non-governmental organization (NGO) semakin berat. Sebab, Wakil Bupati Lumajang berharap huntara siap ditempati sebelum bulan Ramadan.

Kabid Kawasan Permukiman Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPKP) Kabupaten Lumajang Ernowo Pujo Santoso menyebut, hingga kini proses pembangunan huntara terus berlangsung. Cuaca ekstrem berupa intensitas hujan tinggi disertai angin cukup menyebabkan pengerjaan molor. Ditambah, belum semua NGO membangun huntara sesuai kuota yang sudah ditetapkan melalui surat keputusan (SK) Bupati Lumajang, beberapa waktu lalu.

Data yang berhasil dihimpun, per Selasa (8/2) lalu, sebanyak 118 huntara di lahan relokasi Desa Sumbermujur, Kecamatan Candipuro, sudah terbangun. Meski demikian, huntara itu baru bangunannya saja. Sebab, perabotan dan perlengkapan lainnya masih proses perhitungan oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lumajang.

“Sudah ada yang jadi beberapa unit. Huntara yang masih berproses tercatat 53 unit. Sedangkan huntara yang dibangun oleh Pramuka Peduli, ACT, dan lainnya masih proses dibangun,” ujar Wakil Bupati Lumajang Indah Amperawati.

BERITA TERKINI

Patenkan Target Masuk Final

Hanya Punya Satu Dokter Hewan

Pabrik Pupuk Gagal Dibangun!

Bahagia, Ibadah Bersama Keluarga

Wajib Dibaca

/