alexametrics
29.6 C
Jember
Saturday, 20 August 2022

Jika Tak Berfungsi Pakai Gentongan

Lumajang Punya 5 EWS Tsunami

Mobile_AP_Rectangle 1

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Masyarakat Lumajang baru-baru ini dihebohkan dengan kabar potensi tsunami skala besar di selatan Jawa. Tingginya disebut-sebut akan mencapai 20 meter. Pemerintah daerah tidak mau telat dalam mengantisipasi. Setidaknya, Lumajang memiliki 5 alat sirene yang sudah tersebar di berbagai tempat.

Kabid Kesiapsiagaan, Kedaruratan, dan Logistik BPBD Lumajang Wawan Hadi Siswo membenarkan Lumajang memiliki alat pertanda bencana gempa dan tsunami. Nama alat tersebut adalah Early Warning System atau EWS. “Alat tersebut penanda adanya bencana alam, bukan pendeteksi adanya tsunami. Karena definisinya beda fungsi,” ucapnya.

Radius bunyi dari sirene alat tersebut mencapai 5 sampai 7 kilometer. Alat tersebut terhubung langsung dengan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG). “Kami tidak punya pendeteksi tsunami karena hanya BMKG yang memiliki alat tersebut,” ucapnya. Nama pendeteksi gempa dan tsunami yang dimiliki BMKG adalah Ina TEWS (Indonesia Tsunami Early Warning System).

- Advertisement -

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Masyarakat Lumajang baru-baru ini dihebohkan dengan kabar potensi tsunami skala besar di selatan Jawa. Tingginya disebut-sebut akan mencapai 20 meter. Pemerintah daerah tidak mau telat dalam mengantisipasi. Setidaknya, Lumajang memiliki 5 alat sirene yang sudah tersebar di berbagai tempat.

Kabid Kesiapsiagaan, Kedaruratan, dan Logistik BPBD Lumajang Wawan Hadi Siswo membenarkan Lumajang memiliki alat pertanda bencana gempa dan tsunami. Nama alat tersebut adalah Early Warning System atau EWS. “Alat tersebut penanda adanya bencana alam, bukan pendeteksi adanya tsunami. Karena definisinya beda fungsi,” ucapnya.

Radius bunyi dari sirene alat tersebut mencapai 5 sampai 7 kilometer. Alat tersebut terhubung langsung dengan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG). “Kami tidak punya pendeteksi tsunami karena hanya BMKG yang memiliki alat tersebut,” ucapnya. Nama pendeteksi gempa dan tsunami yang dimiliki BMKG adalah Ina TEWS (Indonesia Tsunami Early Warning System).

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Masyarakat Lumajang baru-baru ini dihebohkan dengan kabar potensi tsunami skala besar di selatan Jawa. Tingginya disebut-sebut akan mencapai 20 meter. Pemerintah daerah tidak mau telat dalam mengantisipasi. Setidaknya, Lumajang memiliki 5 alat sirene yang sudah tersebar di berbagai tempat.

Kabid Kesiapsiagaan, Kedaruratan, dan Logistik BPBD Lumajang Wawan Hadi Siswo membenarkan Lumajang memiliki alat pertanda bencana gempa dan tsunami. Nama alat tersebut adalah Early Warning System atau EWS. “Alat tersebut penanda adanya bencana alam, bukan pendeteksi adanya tsunami. Karena definisinya beda fungsi,” ucapnya.

Radius bunyi dari sirene alat tersebut mencapai 5 sampai 7 kilometer. Alat tersebut terhubung langsung dengan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG). “Kami tidak punya pendeteksi tsunami karena hanya BMKG yang memiliki alat tersebut,” ucapnya. Nama pendeteksi gempa dan tsunami yang dimiliki BMKG adalah Ina TEWS (Indonesia Tsunami Early Warning System).

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/