Hari Pertama Sekolah di Lumajang Belum Maksimal

Fasilitas Sesuai Prokes Masih Minim

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Pertemuan tatap muka terbatas bertahap (PTMTB) resmi dimulai, kemarin. Seluruh sekolah sudah mulai mengizinkan siswanya masuk sekolah. Namun, tidak semua bisa masuk. Sebab, hanya 25 persen siswa bisa mengikuti pembelajaran di sekolah. Lainnya, mereka tetap mengikuti pembelajaran secara daring.

Pada hari pertama kemarin, Bupati Lumajang Thoriqul Haq meninjau langsung pelaksanaan PTMTB. Bupati mengunjungi dua sekolah, yakni SD Negeri Denok dan MI Nurul Islam Desa Denok, Lumajang. Sejumlah siswa belum memakai seragam sekolah karena belum jadi. Selain itu, pelaksanaan protokol kesehatan (prokes) masih belum maksimal.

HARI PERTAMA: Sejumlah siswa sekolah dasar di Denok, Lumajang, mengikuti pembelajaran tatap muka terbatas bertahap di sekolah, kemarin. Pada hari pertama, pelaksanaan pembelajaran masih belum maksimal.

“Kami mengunjungi dua sekolah berbeda. Evaluasi di SD Negeri Denok seharusnya bisa untuk dua grup, tetapi dijadikan tiga grup. Kalau satu kelas hanya 12 murid, sedangkan dibagi 25 persen, jadi tiga grup. Nah, kondisi seperti ini tidak harus saklek 25 persen. Kalau bisa dibagi dua dengan ruangan kelas standar, bisa jaga jarak dan prokes. Sedangkan fasilitas mencuci tangan ada beberapa yang belum terpenuhi,” ujar Cak Thoriq.

Sementara itu, saat mengunjungi MI Nurul Islam, jumlah siswa yang masuk lebih banyak. Namun, hal tersebut sudah disesuaikan dengan ketentuan. Meski demikian, pihaknya mengimbau agar siswa dan guru menjaga jarak. “Fasilitas sudah terpenuhi dengan baik. Tempat cuci tangan, siswa sudah memakai masker. Kami berkeputusan sekolah tatap muka tetap dilakukan dengan terbatas. Tetapi semua harus menjaga (prokes, Red),” tambahnya.