alexametrics
30.4 C
Jember
Monday, 15 August 2022

Jembatan Perak Diambil Alih Pusat

Pengunjung Tetap Ramai di Sekitar Lokasi

Mobile_AP_Rectangle 1

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Dulu, Jembatan Perak adalah satu-satunya jembatan penghubung Kabupaten Lumajang dan Kabupaten Malang. Jika melintas, dipastikan akan melihat panorama alam tambang pasir yang menggelontor menuju laut. Tempat tersebut sempat ingin dijadikan destinasi wisata lokal, namun diurungkan oleh pemerintah pusat.

Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Lumajang Bambang Soekwanto menyatakan, kabar Jembatan Perak yang akan dijadikan tempat wisata tersebut batal. “Pernak-pernik yang berwarna tersebut sekarang sudah dicopoti semua,” ucapnya.

Karena jembatan tersebut berada di jalan nasional yang menghubungkan dua wilayah, maka yang berwenang adalah pemerintah pusat. Dalam hal ini Pemerintah Provinsi Jawa Timur. Karena itu, urusannya kemarin langsung diambil alih oleh pemerintah provinsi. Bukan pemerintah daerah.

- Advertisement -

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Dulu, Jembatan Perak adalah satu-satunya jembatan penghubung Kabupaten Lumajang dan Kabupaten Malang. Jika melintas, dipastikan akan melihat panorama alam tambang pasir yang menggelontor menuju laut. Tempat tersebut sempat ingin dijadikan destinasi wisata lokal, namun diurungkan oleh pemerintah pusat.

Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Lumajang Bambang Soekwanto menyatakan, kabar Jembatan Perak yang akan dijadikan tempat wisata tersebut batal. “Pernak-pernik yang berwarna tersebut sekarang sudah dicopoti semua,” ucapnya.

Karena jembatan tersebut berada di jalan nasional yang menghubungkan dua wilayah, maka yang berwenang adalah pemerintah pusat. Dalam hal ini Pemerintah Provinsi Jawa Timur. Karena itu, urusannya kemarin langsung diambil alih oleh pemerintah provinsi. Bukan pemerintah daerah.

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Dulu, Jembatan Perak adalah satu-satunya jembatan penghubung Kabupaten Lumajang dan Kabupaten Malang. Jika melintas, dipastikan akan melihat panorama alam tambang pasir yang menggelontor menuju laut. Tempat tersebut sempat ingin dijadikan destinasi wisata lokal, namun diurungkan oleh pemerintah pusat.

Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Lumajang Bambang Soekwanto menyatakan, kabar Jembatan Perak yang akan dijadikan tempat wisata tersebut batal. “Pernak-pernik yang berwarna tersebut sekarang sudah dicopoti semua,” ucapnya.

Karena jembatan tersebut berada di jalan nasional yang menghubungkan dua wilayah, maka yang berwenang adalah pemerintah pusat. Dalam hal ini Pemerintah Provinsi Jawa Timur. Karena itu, urusannya kemarin langsung diambil alih oleh pemerintah provinsi. Bukan pemerintah daerah.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/