alexametrics
20.8 C
Jember
Saturday, 20 August 2022

Harga Cabai Mulai Merosot

Cabai Rawit sampai Menyentuh Rp 8 Ribu per Kilogram

Mobile_AP_Rectangle 1

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Cabai memang bukan kebutuhan utama dalam bumbu dapur. Namun, keberadaannya sangat penting di lidah orang yang gemar dengan rasa pedas. Kesukaan tersebut berbanding terbalik dengan kondisi petani yang sekarang sedang buntung karena harganya terus menurun.

Zakariya, perempuan 27 tahun, warga Desa Tukum, Kecamatan Tekung, mengatakan, harga cabai di petani terus turun. Penurunannya sangat drastis. Harganya sampai menyentuh di harga Rp 8,000. Jenis cabai yang mengalami penurunan tajam adalah cabai rawit dan cabai hijau.

Dia juga menyatakan, tidak ada kendala apa pun dari pengaruh alam. “Cabai bapak saya bagus. Tidak terserang penyakit. Aman,” ucapnya. Tapi harganya tetap saja turun. Penurunan tersebut sudah berlangsung selama sebulan terakhir. Hampir semua daerah mengalami hal yang sama.

- Advertisement -

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Cabai memang bukan kebutuhan utama dalam bumbu dapur. Namun, keberadaannya sangat penting di lidah orang yang gemar dengan rasa pedas. Kesukaan tersebut berbanding terbalik dengan kondisi petani yang sekarang sedang buntung karena harganya terus menurun.

Zakariya, perempuan 27 tahun, warga Desa Tukum, Kecamatan Tekung, mengatakan, harga cabai di petani terus turun. Penurunannya sangat drastis. Harganya sampai menyentuh di harga Rp 8,000. Jenis cabai yang mengalami penurunan tajam adalah cabai rawit dan cabai hijau.

Dia juga menyatakan, tidak ada kendala apa pun dari pengaruh alam. “Cabai bapak saya bagus. Tidak terserang penyakit. Aman,” ucapnya. Tapi harganya tetap saja turun. Penurunan tersebut sudah berlangsung selama sebulan terakhir. Hampir semua daerah mengalami hal yang sama.

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Cabai memang bukan kebutuhan utama dalam bumbu dapur. Namun, keberadaannya sangat penting di lidah orang yang gemar dengan rasa pedas. Kesukaan tersebut berbanding terbalik dengan kondisi petani yang sekarang sedang buntung karena harganya terus menurun.

Zakariya, perempuan 27 tahun, warga Desa Tukum, Kecamatan Tekung, mengatakan, harga cabai di petani terus turun. Penurunannya sangat drastis. Harganya sampai menyentuh di harga Rp 8,000. Jenis cabai yang mengalami penurunan tajam adalah cabai rawit dan cabai hijau.

Dia juga menyatakan, tidak ada kendala apa pun dari pengaruh alam. “Cabai bapak saya bagus. Tidak terserang penyakit. Aman,” ucapnya. Tapi harganya tetap saja turun. Penurunan tersebut sudah berlangsung selama sebulan terakhir. Hampir semua daerah mengalami hal yang sama.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/