alexametrics
29.5 C
Jember
Wednesday, 5 October 2022

PMII Lumajang Desak Kejaksaan Terbuka Kasus Korupsi Bibit Pisang

Mobile_AP_Rectangle 1

TOMPOKERSAN, Radar Semeru – Molornya penetapan tersangka kasus dugaan korupsi pengadaan bibit pisang mas kirana mendapat perhatian publik. Kemarin (8/8), puluhan kader PMII Lumajang mendatangi Kantor Kejaksaan Negeri Lumajang. Mereka menagih keseriusan lembaga itu menangani kasus yang merugikan negara senilai Rp 800 juta.

BACA JUGA : Tersangka Baru Tewasnya Brigadir J Akan Diumumkan di Atas Pukul 16.00 WIB

Sekitar pukul 10.00 massa aksi yang berjumlah 20 orang datang mengendarai sepeda motor dengan membawa beberapa bibit pisang. Turun dari motor, rupanya kedatangan mereka tidak disambut baik. Selama hampir setengah jam terjadi adu mulut dengan petugas kejaksaan ketika hendak menyampaikan maksud kedatangan.

Mobile_AP_Rectangle 2

Lalu, mereka ditemui Kasi Intel Kejaksaan Yudhi Teguh Santoso. Tetapi, niatnya meredam ketegangan justru membuat suasana semakin memanas. Setelah eyel-eyelan yang sengit itulah, akhirnya kejaksaan bersedia menerima kedatangan mereka hingga dilanjutkan massa aksi melakukan orasi.

Koordinator aksi, Fahmi Idris, mengatakan, rencana penetapan tersangka kasus korupsi yang dijanjikan dua minggu itu tak terpenuhi. Hampir melewati minggu ketiga, pihak kejaksaan belum segera mengumumkan siapa tersangka kasus yang menggunakan anggaran dari sumber APBN itu.

“Seharusnya sesuai dengan komitmen, kejaksaan mengumumkannya tanggal 4 Agustus. Tetapi, sampai sekarang belum ada. Rakyat sudah menunggu kepastian. Tetapi, kejaksaan terkesan memberi harapan palsu. Terkesan membohongi publik. Kami ingin menemui kajari untuk tanya kendala,” katanya.

Puas berorasi, mereka ingin meminta komitmen kejaksaan untuk menandatangani kesepakatan bersama mengenai batas waktu diumumkannya tersangka. Tetapi, karena kasi intel tidak berkenan, mereka akhirnya menunggu kehadiran Kepala Kejaksaan Negeri Lumajang Wiranto yang sedang menunggu kunjungan Kejaksaan Tinggi Jatim Mia Amiati.

“Setelah berjam-jam, akhirnya lima perwakilan diperbolehkan masuk. Tetapi sama, di dalam juga tidak ada kata sepakat untuk menjelaskan kapan waktu penetapan tersangka,” tambahnya.

Sementara itu, Yudhi menjelaskan, kendala penetapan itu belum segera diumumkan karena masih menunggu pemeriksaan terhadap saksi ahli dari Kementerian Pertanian. “Kami sudah berkirim surat beberapa waktu lalu (ke Kementerian Pertanian, Red), masih menunggu balasan. Setelah itu selesai, kami akan segera menetapkan tersangka. Untuk kapan waktunya, masih belum tahu. Tetapi, akan kami segerakan untuk diumumkan,” pungkasnya. (son/c2/bud)

- Advertisement -

TOMPOKERSAN, Radar Semeru – Molornya penetapan tersangka kasus dugaan korupsi pengadaan bibit pisang mas kirana mendapat perhatian publik. Kemarin (8/8), puluhan kader PMII Lumajang mendatangi Kantor Kejaksaan Negeri Lumajang. Mereka menagih keseriusan lembaga itu menangani kasus yang merugikan negara senilai Rp 800 juta.

BACA JUGA : Tersangka Baru Tewasnya Brigadir J Akan Diumumkan di Atas Pukul 16.00 WIB

Sekitar pukul 10.00 massa aksi yang berjumlah 20 orang datang mengendarai sepeda motor dengan membawa beberapa bibit pisang. Turun dari motor, rupanya kedatangan mereka tidak disambut baik. Selama hampir setengah jam terjadi adu mulut dengan petugas kejaksaan ketika hendak menyampaikan maksud kedatangan.

Lalu, mereka ditemui Kasi Intel Kejaksaan Yudhi Teguh Santoso. Tetapi, niatnya meredam ketegangan justru membuat suasana semakin memanas. Setelah eyel-eyelan yang sengit itulah, akhirnya kejaksaan bersedia menerima kedatangan mereka hingga dilanjutkan massa aksi melakukan orasi.

Koordinator aksi, Fahmi Idris, mengatakan, rencana penetapan tersangka kasus korupsi yang dijanjikan dua minggu itu tak terpenuhi. Hampir melewati minggu ketiga, pihak kejaksaan belum segera mengumumkan siapa tersangka kasus yang menggunakan anggaran dari sumber APBN itu.

“Seharusnya sesuai dengan komitmen, kejaksaan mengumumkannya tanggal 4 Agustus. Tetapi, sampai sekarang belum ada. Rakyat sudah menunggu kepastian. Tetapi, kejaksaan terkesan memberi harapan palsu. Terkesan membohongi publik. Kami ingin menemui kajari untuk tanya kendala,” katanya.

Puas berorasi, mereka ingin meminta komitmen kejaksaan untuk menandatangani kesepakatan bersama mengenai batas waktu diumumkannya tersangka. Tetapi, karena kasi intel tidak berkenan, mereka akhirnya menunggu kehadiran Kepala Kejaksaan Negeri Lumajang Wiranto yang sedang menunggu kunjungan Kejaksaan Tinggi Jatim Mia Amiati.

“Setelah berjam-jam, akhirnya lima perwakilan diperbolehkan masuk. Tetapi sama, di dalam juga tidak ada kata sepakat untuk menjelaskan kapan waktu penetapan tersangka,” tambahnya.

Sementara itu, Yudhi menjelaskan, kendala penetapan itu belum segera diumumkan karena masih menunggu pemeriksaan terhadap saksi ahli dari Kementerian Pertanian. “Kami sudah berkirim surat beberapa waktu lalu (ke Kementerian Pertanian, Red), masih menunggu balasan. Setelah itu selesai, kami akan segera menetapkan tersangka. Untuk kapan waktunya, masih belum tahu. Tetapi, akan kami segerakan untuk diumumkan,” pungkasnya. (son/c2/bud)

TOMPOKERSAN, Radar Semeru – Molornya penetapan tersangka kasus dugaan korupsi pengadaan bibit pisang mas kirana mendapat perhatian publik. Kemarin (8/8), puluhan kader PMII Lumajang mendatangi Kantor Kejaksaan Negeri Lumajang. Mereka menagih keseriusan lembaga itu menangani kasus yang merugikan negara senilai Rp 800 juta.

BACA JUGA : Tersangka Baru Tewasnya Brigadir J Akan Diumumkan di Atas Pukul 16.00 WIB

Sekitar pukul 10.00 massa aksi yang berjumlah 20 orang datang mengendarai sepeda motor dengan membawa beberapa bibit pisang. Turun dari motor, rupanya kedatangan mereka tidak disambut baik. Selama hampir setengah jam terjadi adu mulut dengan petugas kejaksaan ketika hendak menyampaikan maksud kedatangan.

Lalu, mereka ditemui Kasi Intel Kejaksaan Yudhi Teguh Santoso. Tetapi, niatnya meredam ketegangan justru membuat suasana semakin memanas. Setelah eyel-eyelan yang sengit itulah, akhirnya kejaksaan bersedia menerima kedatangan mereka hingga dilanjutkan massa aksi melakukan orasi.

Koordinator aksi, Fahmi Idris, mengatakan, rencana penetapan tersangka kasus korupsi yang dijanjikan dua minggu itu tak terpenuhi. Hampir melewati minggu ketiga, pihak kejaksaan belum segera mengumumkan siapa tersangka kasus yang menggunakan anggaran dari sumber APBN itu.

“Seharusnya sesuai dengan komitmen, kejaksaan mengumumkannya tanggal 4 Agustus. Tetapi, sampai sekarang belum ada. Rakyat sudah menunggu kepastian. Tetapi, kejaksaan terkesan memberi harapan palsu. Terkesan membohongi publik. Kami ingin menemui kajari untuk tanya kendala,” katanya.

Puas berorasi, mereka ingin meminta komitmen kejaksaan untuk menandatangani kesepakatan bersama mengenai batas waktu diumumkannya tersangka. Tetapi, karena kasi intel tidak berkenan, mereka akhirnya menunggu kehadiran Kepala Kejaksaan Negeri Lumajang Wiranto yang sedang menunggu kunjungan Kejaksaan Tinggi Jatim Mia Amiati.

“Setelah berjam-jam, akhirnya lima perwakilan diperbolehkan masuk. Tetapi sama, di dalam juga tidak ada kata sepakat untuk menjelaskan kapan waktu penetapan tersangka,” tambahnya.

Sementara itu, Yudhi menjelaskan, kendala penetapan itu belum segera diumumkan karena masih menunggu pemeriksaan terhadap saksi ahli dari Kementerian Pertanian. “Kami sudah berkirim surat beberapa waktu lalu (ke Kementerian Pertanian, Red), masih menunggu balasan. Setelah itu selesai, kami akan segera menetapkan tersangka. Untuk kapan waktunya, masih belum tahu. Tetapi, akan kami segerakan untuk diumumkan,” pungkasnya. (son/c2/bud)

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/