alexametrics
27.7 C
Jember
Sunday, 3 July 2022

Pelajar Asal Desa Karangsari Dibunuh Teman Sendiri

Dendam karena Pinjam Motor Ditolak

Mobile_AP_Rectangle 1

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Siapa yang tak kaget jika kasus pembunuhan Widi itu ternyata telah direncanakan jauh-jauh hari. Inisial AK yang merupakan seorang pelajar itu mengajak teman-temannya untuk membunuh korban yang merupakan teman sehobi. Bahkan, keduanya terbilang cukup dekat. Sebab, sama-sama punya hobi modifikasi motor.

Namun, kedekatan itu berubah menjadi sakit hati lantaran Widi sempat menolak ketika motornya dipinjam tersangka. Tak hanya penolakan, beberapa kali tersangka juga mengajak bertemu, tetapi remaja lulusan salah satu pondok pesantren di Desa Selok Besuki, Kecamatan Sukodono, ini menolak dengan banyak alasan.

Sakit hati tersangka kemudian menggumpal menjadi dendam. Ya, dendam untuk melakukan pembunuhan. Sampai akhirnya, AK berencana untuk menghabisi serta merampas motor dan handphone korban ketika Widi bersedia menemuinya di salah satu tempat sekitar SMPN 3 Lumajang.

Mobile_AP_Rectangle 2

Untuk memuluskan niatan itu, korban diajak untuk menggelar pesta minuman keras. Setelah dirasa cukup memabukkan, mereka berencana membawa Widi ke tempat sepi dengan alasan nggloyong alias muter-muter tidak jelas di sekitar Lumajang. Lalu, ketika sampai di pasar hewan, aksi pembunuhan itu dilakukan.

Kasat Reskrim Polres Lumajang AKP Fajar Bangkit Sutomo mengatakan, pembunuhan berencana itu berawal dari penolakan Widi ketika motornya dipinjam tersangka. “Dendamnya pengen pinjam motor Widi tidak dikasih, dan Widi gak pernah mau ketemu lagi. Jadi, timbul dendam di situ,” katanya.

- Advertisement -

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Siapa yang tak kaget jika kasus pembunuhan Widi itu ternyata telah direncanakan jauh-jauh hari. Inisial AK yang merupakan seorang pelajar itu mengajak teman-temannya untuk membunuh korban yang merupakan teman sehobi. Bahkan, keduanya terbilang cukup dekat. Sebab, sama-sama punya hobi modifikasi motor.

Namun, kedekatan itu berubah menjadi sakit hati lantaran Widi sempat menolak ketika motornya dipinjam tersangka. Tak hanya penolakan, beberapa kali tersangka juga mengajak bertemu, tetapi remaja lulusan salah satu pondok pesantren di Desa Selok Besuki, Kecamatan Sukodono, ini menolak dengan banyak alasan.

Sakit hati tersangka kemudian menggumpal menjadi dendam. Ya, dendam untuk melakukan pembunuhan. Sampai akhirnya, AK berencana untuk menghabisi serta merampas motor dan handphone korban ketika Widi bersedia menemuinya di salah satu tempat sekitar SMPN 3 Lumajang.

Untuk memuluskan niatan itu, korban diajak untuk menggelar pesta minuman keras. Setelah dirasa cukup memabukkan, mereka berencana membawa Widi ke tempat sepi dengan alasan nggloyong alias muter-muter tidak jelas di sekitar Lumajang. Lalu, ketika sampai di pasar hewan, aksi pembunuhan itu dilakukan.

Kasat Reskrim Polres Lumajang AKP Fajar Bangkit Sutomo mengatakan, pembunuhan berencana itu berawal dari penolakan Widi ketika motornya dipinjam tersangka. “Dendamnya pengen pinjam motor Widi tidak dikasih, dan Widi gak pernah mau ketemu lagi. Jadi, timbul dendam di situ,” katanya.

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Siapa yang tak kaget jika kasus pembunuhan Widi itu ternyata telah direncanakan jauh-jauh hari. Inisial AK yang merupakan seorang pelajar itu mengajak teman-temannya untuk membunuh korban yang merupakan teman sehobi. Bahkan, keduanya terbilang cukup dekat. Sebab, sama-sama punya hobi modifikasi motor.

Namun, kedekatan itu berubah menjadi sakit hati lantaran Widi sempat menolak ketika motornya dipinjam tersangka. Tak hanya penolakan, beberapa kali tersangka juga mengajak bertemu, tetapi remaja lulusan salah satu pondok pesantren di Desa Selok Besuki, Kecamatan Sukodono, ini menolak dengan banyak alasan.

Sakit hati tersangka kemudian menggumpal menjadi dendam. Ya, dendam untuk melakukan pembunuhan. Sampai akhirnya, AK berencana untuk menghabisi serta merampas motor dan handphone korban ketika Widi bersedia menemuinya di salah satu tempat sekitar SMPN 3 Lumajang.

Untuk memuluskan niatan itu, korban diajak untuk menggelar pesta minuman keras. Setelah dirasa cukup memabukkan, mereka berencana membawa Widi ke tempat sepi dengan alasan nggloyong alias muter-muter tidak jelas di sekitar Lumajang. Lalu, ketika sampai di pasar hewan, aksi pembunuhan itu dilakukan.

Kasat Reskrim Polres Lumajang AKP Fajar Bangkit Sutomo mengatakan, pembunuhan berencana itu berawal dari penolakan Widi ketika motornya dipinjam tersangka. “Dendamnya pengen pinjam motor Widi tidak dikasih, dan Widi gak pernah mau ketemu lagi. Jadi, timbul dendam di situ,” katanya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/