alexametrics
30.1 C
Jember
Saturday, 2 July 2022

Anaknya Dibunuh, Keluarga Menuntut Hukuman Berat. Begini Kronologinya

Satu Pelaku Sering Menginap di Rumah Korban

Mobile_AP_Rectangle 1

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Ingatan keluarga tentang pelajar kelas tiga tersebut masih membekas hingga saat ini. Suliami, ibunda korban, tidak pernah menyangka anak bungsunya harus meninggal dalam keadaan mengenaskan. Bagaimana tidak, dia hanya tahu anaknya sedang pergi keluar bersama temannya, malam itu. Namun, hari selanjutnya anaknya pulang dalam keadaan tak bernyawa.

“Tidak menyangka Widi (anaknya, Red) meninggal seperti itu. Tidak percaya kalau dengar kabar bahwa anak saya sudah meninggal. Saya tahunya anak saya kecelakaan dan tangannya patah. Tapi, justru anak saya meninggal dengan cara yang tidak pernah saya bayangkan,” ungkapnya saat ditemui di rumahnya, kemarin.

Widi, sapaan korban, sehari-harinya dikenal baik. Dia tidak pernah pulang larut malam. Namun, saat dia keluar di waktu kejadian tersebut, Suliami dan keluarga lainnya mencari ke rumah teman-temannya. Sebab, dia memiliki banyak teman yang tersebar di Lumajang. “Hari selanjutnya, saya tetap mencari ke rumah temannya,” katanya.

Mobile_AP_Rectangle 2

Namun, pencarian itu tidak berjalan sesuai kehendaknya. Widi dibunuh dengan brutal oleh tiga remaja. Mirisnya, salah satu pelaku adalah teman dekat korban. Bahkan, pelaku berinisial AK tersebut sudah dianggap anaknya sendiri. Sebab, pelaku sering menginap dan bermain di rumahnya.

“Kalau dia main ke sini, selalu saya minta untuk makan di sini. Ngobrol sampai malam dan sering menginap juga. Bahkan, kalau dia mau pulang, selalu saya beri uang saku. Pakaian mulai baju dan jaket selalu gantian dengan anak saya. Kalau pulang malam itu, anak saya mengantar dan meminjami jaketnya,” jelasnya.

Sementara itu, Hendrik Wahyudi, kakak korban, berharap pelaku dihukum dengan berat. Sebab, pengakuan pelaku saat jumpa pers, Jumat lalu, Widi sudah minta maaf. Namun, hal tersebut tidak membuat mereka berhenti. Dua buah celurit dan batu tetap melukai korban. Padahal, Yudi, sapaan akrabnya, selalu mewanti agar adiknya tidak bertengkar. Apalagi hanya persoalan HP dan sepeda motor dengan temannya.

- Advertisement -

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Ingatan keluarga tentang pelajar kelas tiga tersebut masih membekas hingga saat ini. Suliami, ibunda korban, tidak pernah menyangka anak bungsunya harus meninggal dalam keadaan mengenaskan. Bagaimana tidak, dia hanya tahu anaknya sedang pergi keluar bersama temannya, malam itu. Namun, hari selanjutnya anaknya pulang dalam keadaan tak bernyawa.

“Tidak menyangka Widi (anaknya, Red) meninggal seperti itu. Tidak percaya kalau dengar kabar bahwa anak saya sudah meninggal. Saya tahunya anak saya kecelakaan dan tangannya patah. Tapi, justru anak saya meninggal dengan cara yang tidak pernah saya bayangkan,” ungkapnya saat ditemui di rumahnya, kemarin.

Widi, sapaan korban, sehari-harinya dikenal baik. Dia tidak pernah pulang larut malam. Namun, saat dia keluar di waktu kejadian tersebut, Suliami dan keluarga lainnya mencari ke rumah teman-temannya. Sebab, dia memiliki banyak teman yang tersebar di Lumajang. “Hari selanjutnya, saya tetap mencari ke rumah temannya,” katanya.

Namun, pencarian itu tidak berjalan sesuai kehendaknya. Widi dibunuh dengan brutal oleh tiga remaja. Mirisnya, salah satu pelaku adalah teman dekat korban. Bahkan, pelaku berinisial AK tersebut sudah dianggap anaknya sendiri. Sebab, pelaku sering menginap dan bermain di rumahnya.

“Kalau dia main ke sini, selalu saya minta untuk makan di sini. Ngobrol sampai malam dan sering menginap juga. Bahkan, kalau dia mau pulang, selalu saya beri uang saku. Pakaian mulai baju dan jaket selalu gantian dengan anak saya. Kalau pulang malam itu, anak saya mengantar dan meminjami jaketnya,” jelasnya.

Sementara itu, Hendrik Wahyudi, kakak korban, berharap pelaku dihukum dengan berat. Sebab, pengakuan pelaku saat jumpa pers, Jumat lalu, Widi sudah minta maaf. Namun, hal tersebut tidak membuat mereka berhenti. Dua buah celurit dan batu tetap melukai korban. Padahal, Yudi, sapaan akrabnya, selalu mewanti agar adiknya tidak bertengkar. Apalagi hanya persoalan HP dan sepeda motor dengan temannya.

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Ingatan keluarga tentang pelajar kelas tiga tersebut masih membekas hingga saat ini. Suliami, ibunda korban, tidak pernah menyangka anak bungsunya harus meninggal dalam keadaan mengenaskan. Bagaimana tidak, dia hanya tahu anaknya sedang pergi keluar bersama temannya, malam itu. Namun, hari selanjutnya anaknya pulang dalam keadaan tak bernyawa.

“Tidak menyangka Widi (anaknya, Red) meninggal seperti itu. Tidak percaya kalau dengar kabar bahwa anak saya sudah meninggal. Saya tahunya anak saya kecelakaan dan tangannya patah. Tapi, justru anak saya meninggal dengan cara yang tidak pernah saya bayangkan,” ungkapnya saat ditemui di rumahnya, kemarin.

Widi, sapaan korban, sehari-harinya dikenal baik. Dia tidak pernah pulang larut malam. Namun, saat dia keluar di waktu kejadian tersebut, Suliami dan keluarga lainnya mencari ke rumah teman-temannya. Sebab, dia memiliki banyak teman yang tersebar di Lumajang. “Hari selanjutnya, saya tetap mencari ke rumah temannya,” katanya.

Namun, pencarian itu tidak berjalan sesuai kehendaknya. Widi dibunuh dengan brutal oleh tiga remaja. Mirisnya, salah satu pelaku adalah teman dekat korban. Bahkan, pelaku berinisial AK tersebut sudah dianggap anaknya sendiri. Sebab, pelaku sering menginap dan bermain di rumahnya.

“Kalau dia main ke sini, selalu saya minta untuk makan di sini. Ngobrol sampai malam dan sering menginap juga. Bahkan, kalau dia mau pulang, selalu saya beri uang saku. Pakaian mulai baju dan jaket selalu gantian dengan anak saya. Kalau pulang malam itu, anak saya mengantar dan meminjami jaketnya,” jelasnya.

Sementara itu, Hendrik Wahyudi, kakak korban, berharap pelaku dihukum dengan berat. Sebab, pengakuan pelaku saat jumpa pers, Jumat lalu, Widi sudah minta maaf. Namun, hal tersebut tidak membuat mereka berhenti. Dua buah celurit dan batu tetap melukai korban. Padahal, Yudi, sapaan akrabnya, selalu mewanti agar adiknya tidak bertengkar. Apalagi hanya persoalan HP dan sepeda motor dengan temannya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/