alexametrics
24.1 C
Jember
Tuesday, 16 August 2022

Pemerintah Ajukan Tambahan Stok Elpiji Melon

Banyak Diburu Kalangan Menengah ke Atas

Mobile_AP_Rectangle 1


LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Langkanya elpiji tiga kilogram atau elpiji melon akhir-akhir ini makin dirasakan masyarakat. Sebab, banyak masyarakat yang kecele saat membelinya di toko atau pangkalan. Padahal, elpiji tersebut sudah sesuai alokasi yang dibutuhkan masyarakat. Namun, pembelian di masyarakat kian hari semakin meningkat.

Ketersediaan elpiji dan permintaan yang tidak sebanding membuat elpiji sulit untuk dibeli. Akibatnya, masyarakat mengeluh. Terutama mereka yang seharusnya bisa menikmati subsidi dari pemerintah tersebut. Sebab, pemerintah memberikan subsidi elpiji tiga kilogram untuk masyarakat miskin. Namun, faktanya elpiji melon itu banyak diburu kalangan menengah ke atas.

Hamid, salah satu agen pangkalan elpiji, mengungkapkan, sebenarnya stok elpiji miliknya bisa mencukupi kebutuhan masyarakat menengah ke bawah. Namun, kesadaran masyarakat masih kurang. Sebab, mereka yang mampu juga membeli elpiji tersebut. Tidak hanya satu atau dua tabung, mereka membeli dalam jumlah banyak.

Mobile_AP_Rectangle 2

“Padahal, pada tabung elpiji tiga kilogram sudah tertulis, hanya untuk keluarga miskin. Tetapi, mereka dengan ekonomi menengah ke atas tetap saja membeli. Sebagai agen, saya tidak bisa menolak jika ada yang membeli. Hanya bisa memberi tahu dan mengajak untuk membeli tabung yang lain. Seperti tabung 5,5 atau 12 kilogram,” katanya.

Dia berharap, pemerintah menindaklanjuti usulan pembuatan kartu elpiji khusus tiga kilogram. Agar elpiji dapat digunakan tepat sasaran. “Dahulu ada usulan itu. Semoga bisa ditindaklanjuti lagi,” harapnya.

Sementara itu, Kurniawan, Kabid Perdagangan Dinas Perdagangan Lumajang, membenarkan kelangkaan tersebut. Pihaknya langsung melakukan koordinasi dengan Bidang Perekonomian Setda Lumajang. Hasilnya, Pemda Lumajang akan mengajukan tambahan stok elpiji tiga kilogram.

- Advertisement -


LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Langkanya elpiji tiga kilogram atau elpiji melon akhir-akhir ini makin dirasakan masyarakat. Sebab, banyak masyarakat yang kecele saat membelinya di toko atau pangkalan. Padahal, elpiji tersebut sudah sesuai alokasi yang dibutuhkan masyarakat. Namun, pembelian di masyarakat kian hari semakin meningkat.

Ketersediaan elpiji dan permintaan yang tidak sebanding membuat elpiji sulit untuk dibeli. Akibatnya, masyarakat mengeluh. Terutama mereka yang seharusnya bisa menikmati subsidi dari pemerintah tersebut. Sebab, pemerintah memberikan subsidi elpiji tiga kilogram untuk masyarakat miskin. Namun, faktanya elpiji melon itu banyak diburu kalangan menengah ke atas.

Hamid, salah satu agen pangkalan elpiji, mengungkapkan, sebenarnya stok elpiji miliknya bisa mencukupi kebutuhan masyarakat menengah ke bawah. Namun, kesadaran masyarakat masih kurang. Sebab, mereka yang mampu juga membeli elpiji tersebut. Tidak hanya satu atau dua tabung, mereka membeli dalam jumlah banyak.

“Padahal, pada tabung elpiji tiga kilogram sudah tertulis, hanya untuk keluarga miskin. Tetapi, mereka dengan ekonomi menengah ke atas tetap saja membeli. Sebagai agen, saya tidak bisa menolak jika ada yang membeli. Hanya bisa memberi tahu dan mengajak untuk membeli tabung yang lain. Seperti tabung 5,5 atau 12 kilogram,” katanya.

Dia berharap, pemerintah menindaklanjuti usulan pembuatan kartu elpiji khusus tiga kilogram. Agar elpiji dapat digunakan tepat sasaran. “Dahulu ada usulan itu. Semoga bisa ditindaklanjuti lagi,” harapnya.

Sementara itu, Kurniawan, Kabid Perdagangan Dinas Perdagangan Lumajang, membenarkan kelangkaan tersebut. Pihaknya langsung melakukan koordinasi dengan Bidang Perekonomian Setda Lumajang. Hasilnya, Pemda Lumajang akan mengajukan tambahan stok elpiji tiga kilogram.


LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Langkanya elpiji tiga kilogram atau elpiji melon akhir-akhir ini makin dirasakan masyarakat. Sebab, banyak masyarakat yang kecele saat membelinya di toko atau pangkalan. Padahal, elpiji tersebut sudah sesuai alokasi yang dibutuhkan masyarakat. Namun, pembelian di masyarakat kian hari semakin meningkat.

Ketersediaan elpiji dan permintaan yang tidak sebanding membuat elpiji sulit untuk dibeli. Akibatnya, masyarakat mengeluh. Terutama mereka yang seharusnya bisa menikmati subsidi dari pemerintah tersebut. Sebab, pemerintah memberikan subsidi elpiji tiga kilogram untuk masyarakat miskin. Namun, faktanya elpiji melon itu banyak diburu kalangan menengah ke atas.

Hamid, salah satu agen pangkalan elpiji, mengungkapkan, sebenarnya stok elpiji miliknya bisa mencukupi kebutuhan masyarakat menengah ke bawah. Namun, kesadaran masyarakat masih kurang. Sebab, mereka yang mampu juga membeli elpiji tersebut. Tidak hanya satu atau dua tabung, mereka membeli dalam jumlah banyak.

“Padahal, pada tabung elpiji tiga kilogram sudah tertulis, hanya untuk keluarga miskin. Tetapi, mereka dengan ekonomi menengah ke atas tetap saja membeli. Sebagai agen, saya tidak bisa menolak jika ada yang membeli. Hanya bisa memberi tahu dan mengajak untuk membeli tabung yang lain. Seperti tabung 5,5 atau 12 kilogram,” katanya.

Dia berharap, pemerintah menindaklanjuti usulan pembuatan kartu elpiji khusus tiga kilogram. Agar elpiji dapat digunakan tepat sasaran. “Dahulu ada usulan itu. Semoga bisa ditindaklanjuti lagi,” harapnya.

Sementara itu, Kurniawan, Kabid Perdagangan Dinas Perdagangan Lumajang, membenarkan kelangkaan tersebut. Pihaknya langsung melakukan koordinasi dengan Bidang Perekonomian Setda Lumajang. Hasilnya, Pemda Lumajang akan mengajukan tambahan stok elpiji tiga kilogram.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/