alexametrics
23.1 C
Jember
Tuesday, 28 June 2022

Lampu Kawasan Kota Dipadamkan

Dinilai Efektif untuk Menekan Mobilitas Warga  

Mobile_AP_Rectangle 1

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID Beginilah kondisi kota Lumajang pada malam hari. Cukup gelap dan sepi. Kabupaten ini memadamkan lampu tengah kota bukan untuk mengusir kerumunan laron atau koloni rayap. Melainkan membubarkan seluruh aktivitas warga yang masih suka berkerumun.

Selama pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) darurat ini, memang Pemkab Lumajang mematikan beberapa penerangan jalan umum (PJU) pada jam-jam tertentu. Biasanya mulai pukul 19.00 hingga tengah malam. Seperti di taman alun-alun dan sebagian jalan di sekitarnya. Kemudian, di Jalan Panglima Besar Sudirman.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Lumajang Yuli Haris mengatakan, sekalipun sebelumnya fasilitas umum alun-alun ditutup, beberapa waktu lalu, tidak sedikit pedagang maupun pengunjung yang masih memadati lokasi tersebut. Mematikan lampu dianggap menjadi salah satu cara yang cukup efektif.

Mobile_AP_Rectangle 2

“Kami lakukan pemadaman sejak dini. Ya, kira-kira sekitar pukul 18.00. Supaya warga mengetahui pada jam malam tidak diperbolehkan beraktivitas di luar rumah. Sementara, memang yang dimatikan hanya di Alun-Alun Lumajang. Kalau di Pasirian dan ruang terbuka hijau lainnya kami hanya pasangi imbauan saja,” jelasnya.

Pantauan Jawa Pos Radar Semeru, sejak matahari mulai tenggelam, para petugas Satpol PP Lumajang bersama TNI dan Polri melakukan penjagaan di beberapa titik ruas jalan. Seperti di simpang ST hingga ke selatan dan beberapa titik jalan yang menjadi akses kendaraan untuk masuk ke taman alun-alun.

- Advertisement -

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID Beginilah kondisi kota Lumajang pada malam hari. Cukup gelap dan sepi. Kabupaten ini memadamkan lampu tengah kota bukan untuk mengusir kerumunan laron atau koloni rayap. Melainkan membubarkan seluruh aktivitas warga yang masih suka berkerumun.

Selama pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) darurat ini, memang Pemkab Lumajang mematikan beberapa penerangan jalan umum (PJU) pada jam-jam tertentu. Biasanya mulai pukul 19.00 hingga tengah malam. Seperti di taman alun-alun dan sebagian jalan di sekitarnya. Kemudian, di Jalan Panglima Besar Sudirman.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Lumajang Yuli Haris mengatakan, sekalipun sebelumnya fasilitas umum alun-alun ditutup, beberapa waktu lalu, tidak sedikit pedagang maupun pengunjung yang masih memadati lokasi tersebut. Mematikan lampu dianggap menjadi salah satu cara yang cukup efektif.

“Kami lakukan pemadaman sejak dini. Ya, kira-kira sekitar pukul 18.00. Supaya warga mengetahui pada jam malam tidak diperbolehkan beraktivitas di luar rumah. Sementara, memang yang dimatikan hanya di Alun-Alun Lumajang. Kalau di Pasirian dan ruang terbuka hijau lainnya kami hanya pasangi imbauan saja,” jelasnya.

Pantauan Jawa Pos Radar Semeru, sejak matahari mulai tenggelam, para petugas Satpol PP Lumajang bersama TNI dan Polri melakukan penjagaan di beberapa titik ruas jalan. Seperti di simpang ST hingga ke selatan dan beberapa titik jalan yang menjadi akses kendaraan untuk masuk ke taman alun-alun.

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID Beginilah kondisi kota Lumajang pada malam hari. Cukup gelap dan sepi. Kabupaten ini memadamkan lampu tengah kota bukan untuk mengusir kerumunan laron atau koloni rayap. Melainkan membubarkan seluruh aktivitas warga yang masih suka berkerumun.

Selama pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) darurat ini, memang Pemkab Lumajang mematikan beberapa penerangan jalan umum (PJU) pada jam-jam tertentu. Biasanya mulai pukul 19.00 hingga tengah malam. Seperti di taman alun-alun dan sebagian jalan di sekitarnya. Kemudian, di Jalan Panglima Besar Sudirman.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Lumajang Yuli Haris mengatakan, sekalipun sebelumnya fasilitas umum alun-alun ditutup, beberapa waktu lalu, tidak sedikit pedagang maupun pengunjung yang masih memadati lokasi tersebut. Mematikan lampu dianggap menjadi salah satu cara yang cukup efektif.

“Kami lakukan pemadaman sejak dini. Ya, kira-kira sekitar pukul 18.00. Supaya warga mengetahui pada jam malam tidak diperbolehkan beraktivitas di luar rumah. Sementara, memang yang dimatikan hanya di Alun-Alun Lumajang. Kalau di Pasirian dan ruang terbuka hijau lainnya kami hanya pasangi imbauan saja,” jelasnya.

Pantauan Jawa Pos Radar Semeru, sejak matahari mulai tenggelam, para petugas Satpol PP Lumajang bersama TNI dan Polri melakukan penjagaan di beberapa titik ruas jalan. Seperti di simpang ST hingga ke selatan dan beberapa titik jalan yang menjadi akses kendaraan untuk masuk ke taman alun-alun.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/