alexametrics
25 C
Jember
Saturday, 28 May 2022

Omzet Kali Sejuk Tembus Rp 700 Juta

Diresmikan Bupati dan Wabup dalam Peringatan Hari Lingkungan

Mobile_AP_Rectangle 1

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Hari Lingkungan Hidup Dunia pada 5 Juni kemarin diperingati berbeda. Pemkab Lumajang memilih meresmikan wisata baru Kali Sejuk di Purwosono, Sumbersuko.

Peringatan dimulai dengan penyerahan bibit tanaman nongko londo ke bupati dan wakil bupati. Selanjutnya, bibit tersebut ditanam di sekitar lokasi wisata. Bupati juga meresmikan Wisata Kali Sejuk dengan menandatangani prasasti peresmian Kali Sejuk dan melepaskan sejumlah burung ke alam.

Yuli Harismawati, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Lumajang, mengatakan, momen peringatan Hari Lingkungan Hidup dapat membangkitkan kesadaran untuk melakukan aksi positif terhadap lingkungan. “Kami melihat, baik dari masyarakat maupun Perangkat Desa Purwosono bisa mengubah kebiasaan terhadap perilaku sungai. Awalnya sungai kotor, kini sangat bersih,” katanya.

Mobile_AP_Rectangle 2

Selain itu, bangunan di sekitar wisata tidak dibangun dengan beton. “Menariknya lagi, bangunan di sini tidak dibangun dengan beton. Melainkan dengan menata kontur yang ada. Sehingga adanya wisata ini menumbuhkan pemberdayaan masyarakat. Sebab, ada inovasi desa untuk menggiatkan perawatan sungai dengan menanam pohon di sekitar kawasan tangkapan air di sumber mata air Selokambang ini,” jelasnya.

Wakil Bupati Lumajang Indah Amperawati mengungkapkan, masyarakat harus menjaga dan melestarikan lingkungan. “Memang lingkungan menjadi perhatian dunia. Hari Lingkungan Hidup mengingatkan kita untuk terus menjaga lingkungan alam dan kelestariannya. Sebab, semakin hari, bencana terus terjadi. Ini berarti bumi sudah tua dan tidak baik,” ungkapnya.

- Advertisement -

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Hari Lingkungan Hidup Dunia pada 5 Juni kemarin diperingati berbeda. Pemkab Lumajang memilih meresmikan wisata baru Kali Sejuk di Purwosono, Sumbersuko.

Peringatan dimulai dengan penyerahan bibit tanaman nongko londo ke bupati dan wakil bupati. Selanjutnya, bibit tersebut ditanam di sekitar lokasi wisata. Bupati juga meresmikan Wisata Kali Sejuk dengan menandatangani prasasti peresmian Kali Sejuk dan melepaskan sejumlah burung ke alam.

Yuli Harismawati, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Lumajang, mengatakan, momen peringatan Hari Lingkungan Hidup dapat membangkitkan kesadaran untuk melakukan aksi positif terhadap lingkungan. “Kami melihat, baik dari masyarakat maupun Perangkat Desa Purwosono bisa mengubah kebiasaan terhadap perilaku sungai. Awalnya sungai kotor, kini sangat bersih,” katanya.

Selain itu, bangunan di sekitar wisata tidak dibangun dengan beton. “Menariknya lagi, bangunan di sini tidak dibangun dengan beton. Melainkan dengan menata kontur yang ada. Sehingga adanya wisata ini menumbuhkan pemberdayaan masyarakat. Sebab, ada inovasi desa untuk menggiatkan perawatan sungai dengan menanam pohon di sekitar kawasan tangkapan air di sumber mata air Selokambang ini,” jelasnya.

Wakil Bupati Lumajang Indah Amperawati mengungkapkan, masyarakat harus menjaga dan melestarikan lingkungan. “Memang lingkungan menjadi perhatian dunia. Hari Lingkungan Hidup mengingatkan kita untuk terus menjaga lingkungan alam dan kelestariannya. Sebab, semakin hari, bencana terus terjadi. Ini berarti bumi sudah tua dan tidak baik,” ungkapnya.

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Hari Lingkungan Hidup Dunia pada 5 Juni kemarin diperingati berbeda. Pemkab Lumajang memilih meresmikan wisata baru Kali Sejuk di Purwosono, Sumbersuko.

Peringatan dimulai dengan penyerahan bibit tanaman nongko londo ke bupati dan wakil bupati. Selanjutnya, bibit tersebut ditanam di sekitar lokasi wisata. Bupati juga meresmikan Wisata Kali Sejuk dengan menandatangani prasasti peresmian Kali Sejuk dan melepaskan sejumlah burung ke alam.

Yuli Harismawati, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Lumajang, mengatakan, momen peringatan Hari Lingkungan Hidup dapat membangkitkan kesadaran untuk melakukan aksi positif terhadap lingkungan. “Kami melihat, baik dari masyarakat maupun Perangkat Desa Purwosono bisa mengubah kebiasaan terhadap perilaku sungai. Awalnya sungai kotor, kini sangat bersih,” katanya.

Selain itu, bangunan di sekitar wisata tidak dibangun dengan beton. “Menariknya lagi, bangunan di sini tidak dibangun dengan beton. Melainkan dengan menata kontur yang ada. Sehingga adanya wisata ini menumbuhkan pemberdayaan masyarakat. Sebab, ada inovasi desa untuk menggiatkan perawatan sungai dengan menanam pohon di sekitar kawasan tangkapan air di sumber mata air Selokambang ini,” jelasnya.

Wakil Bupati Lumajang Indah Amperawati mengungkapkan, masyarakat harus menjaga dan melestarikan lingkungan. “Memang lingkungan menjadi perhatian dunia. Hari Lingkungan Hidup mengingatkan kita untuk terus menjaga lingkungan alam dan kelestariannya. Sebab, semakin hari, bencana terus terjadi. Ini berarti bumi sudah tua dan tidak baik,” ungkapnya.

Previous articleWaspadai Klaster Sekolah
Next articleAman Tidak Ya?

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/