alexametrics
23.3 C
Jember
Friday, 27 May 2022

PMI Dikarantina di Wisma Imigran

Diawasi Ketat Selama Tiga Hari

Mobile_AP_Rectangle 1

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Beberapa hari terakhir, jumlah kasus Covid-19 di Indonesia melonjak naik. Setiap daerah semakin memperketat aturan penerapan protokol kesehatan. Tidak terkecuali bagi pekerja migran Indonesia (PMI) yang baru saja tiba di Indonesia. Di Lumajang, sudah ratusan PMI pulang ke kampung halaman.

Sebelumnya, setiap PMI yang dinyatakan negatif Covid-19 di Surabaya bisa dijemput petugas di Asrama Haji Sukolilo, Surabaya. Setelah diantar hingga Kawasan WonorejoTerpadu (KWT) Lumajang, pihak kecamatan dan desa bisa menjemputnya. Aturan itu berubah sejak kemarin. Setiap PMI wajib karantina selama tiga hari di Wisma Imigran, Stadion Semeru, Lumajang.

Mukhairi, Koordinator Lapangan Wisma Imigran Lumajang, mengungkapkan, pemerintah menyediakan ruangan khusus bagi PMI yang baru pulang ke Lumajang. “Tempatnya di wisma atlet Stadion Semeru. Ada tujuh kamar yang bisa menampung delapan orang di setiap kamar. Semua fasilitas sudah kami lengkapi sesuai standar,” ungkapnya.

Mobile_AP_Rectangle 2

Jumlah ruangan tersebut bisa menampung semua PMI yang pulang. “Kami memperkirakan ruangan itu bisa ditempati semua PMI. Kemungkinan masing-masing kamar tidak akan penuh. Karena PMI akan datang dan pulang sesuai hari yang sudah ditentukan. Dengan catatan hasil tes swab selama karantina di sini adalah negatif,” katanya.

- Advertisement -

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Beberapa hari terakhir, jumlah kasus Covid-19 di Indonesia melonjak naik. Setiap daerah semakin memperketat aturan penerapan protokol kesehatan. Tidak terkecuali bagi pekerja migran Indonesia (PMI) yang baru saja tiba di Indonesia. Di Lumajang, sudah ratusan PMI pulang ke kampung halaman.

Sebelumnya, setiap PMI yang dinyatakan negatif Covid-19 di Surabaya bisa dijemput petugas di Asrama Haji Sukolilo, Surabaya. Setelah diantar hingga Kawasan WonorejoTerpadu (KWT) Lumajang, pihak kecamatan dan desa bisa menjemputnya. Aturan itu berubah sejak kemarin. Setiap PMI wajib karantina selama tiga hari di Wisma Imigran, Stadion Semeru, Lumajang.

Mukhairi, Koordinator Lapangan Wisma Imigran Lumajang, mengungkapkan, pemerintah menyediakan ruangan khusus bagi PMI yang baru pulang ke Lumajang. “Tempatnya di wisma atlet Stadion Semeru. Ada tujuh kamar yang bisa menampung delapan orang di setiap kamar. Semua fasilitas sudah kami lengkapi sesuai standar,” ungkapnya.

Jumlah ruangan tersebut bisa menampung semua PMI yang pulang. “Kami memperkirakan ruangan itu bisa ditempati semua PMI. Kemungkinan masing-masing kamar tidak akan penuh. Karena PMI akan datang dan pulang sesuai hari yang sudah ditentukan. Dengan catatan hasil tes swab selama karantina di sini adalah negatif,” katanya.

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Beberapa hari terakhir, jumlah kasus Covid-19 di Indonesia melonjak naik. Setiap daerah semakin memperketat aturan penerapan protokol kesehatan. Tidak terkecuali bagi pekerja migran Indonesia (PMI) yang baru saja tiba di Indonesia. Di Lumajang, sudah ratusan PMI pulang ke kampung halaman.

Sebelumnya, setiap PMI yang dinyatakan negatif Covid-19 di Surabaya bisa dijemput petugas di Asrama Haji Sukolilo, Surabaya. Setelah diantar hingga Kawasan WonorejoTerpadu (KWT) Lumajang, pihak kecamatan dan desa bisa menjemputnya. Aturan itu berubah sejak kemarin. Setiap PMI wajib karantina selama tiga hari di Wisma Imigran, Stadion Semeru, Lumajang.

Mukhairi, Koordinator Lapangan Wisma Imigran Lumajang, mengungkapkan, pemerintah menyediakan ruangan khusus bagi PMI yang baru pulang ke Lumajang. “Tempatnya di wisma atlet Stadion Semeru. Ada tujuh kamar yang bisa menampung delapan orang di setiap kamar. Semua fasilitas sudah kami lengkapi sesuai standar,” ungkapnya.

Jumlah ruangan tersebut bisa menampung semua PMI yang pulang. “Kami memperkirakan ruangan itu bisa ditempati semua PMI. Kemungkinan masing-masing kamar tidak akan penuh. Karena PMI akan datang dan pulang sesuai hari yang sudah ditentukan. Dengan catatan hasil tes swab selama karantina di sini adalah negatif,” katanya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/