alexametrics
27.9 C
Jember
Sunday, 22 May 2022

Keluarga Korban Guru Ngaji Dipanggil Kepolisian

Mobile_AP_Rectangle 1

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID Selang dua bulan berlalu, kasus guru mengaji Desa Jenggrong, Kecamatan Ranuyoso, yang dibunuh oleh orang tak dikenal, mulai diusut. Pihak kepolisian kemarin mengundang pihak keluarga untuk datang memberikan keterangan di Mapolres Lumajang.

Istri, anak, dan menantu yang datang dari pihak keluarga ini akhirnya mulai menceritakan rumor sebenarnya sebelum kematian pria yang berumur 50 tahunan itu. Bahkan, isu guru mengaji yang menerpa Supriyo tersebut juga diceritakan secara gamblang. Tak ada satu pun yang ditutup-tutupi lagi.

“Sepuluh tahun yang lalu memang mertua saya ini sempat dituduh punya ilmu santet. Padahal itu tidak benar. Sampai katanya melakukan sumpah pocong dengan orang yang menuduh itu. Beberapa tahun kemudian, tiba-tiba orang itu meninggal di Malaysia tahun 2019-an, dan mertua saya tidak apa-apa,” kata Muhammad Sholeh.

Mobile_AP_Rectangle 2

Dia menceritakan di hadapan polisi, setelah kematian orang yang ada di luar negeri itulah, isu santet kembali menjadi rasan-rasan warga setempat. Isu itu makin santer dibicarakan saat salah satu anggota keluarga lainnya meninggal karena penyakit, beberapa bulan kemudian. Bahkan, ungkapan tuduhan itu juga sempat didengar langsung.

- Advertisement -

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID Selang dua bulan berlalu, kasus guru mengaji Desa Jenggrong, Kecamatan Ranuyoso, yang dibunuh oleh orang tak dikenal, mulai diusut. Pihak kepolisian kemarin mengundang pihak keluarga untuk datang memberikan keterangan di Mapolres Lumajang.

Istri, anak, dan menantu yang datang dari pihak keluarga ini akhirnya mulai menceritakan rumor sebenarnya sebelum kematian pria yang berumur 50 tahunan itu. Bahkan, isu guru mengaji yang menerpa Supriyo tersebut juga diceritakan secara gamblang. Tak ada satu pun yang ditutup-tutupi lagi.

“Sepuluh tahun yang lalu memang mertua saya ini sempat dituduh punya ilmu santet. Padahal itu tidak benar. Sampai katanya melakukan sumpah pocong dengan orang yang menuduh itu. Beberapa tahun kemudian, tiba-tiba orang itu meninggal di Malaysia tahun 2019-an, dan mertua saya tidak apa-apa,” kata Muhammad Sholeh.

Dia menceritakan di hadapan polisi, setelah kematian orang yang ada di luar negeri itulah, isu santet kembali menjadi rasan-rasan warga setempat. Isu itu makin santer dibicarakan saat salah satu anggota keluarga lainnya meninggal karena penyakit, beberapa bulan kemudian. Bahkan, ungkapan tuduhan itu juga sempat didengar langsung.

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID Selang dua bulan berlalu, kasus guru mengaji Desa Jenggrong, Kecamatan Ranuyoso, yang dibunuh oleh orang tak dikenal, mulai diusut. Pihak kepolisian kemarin mengundang pihak keluarga untuk datang memberikan keterangan di Mapolres Lumajang.

Istri, anak, dan menantu yang datang dari pihak keluarga ini akhirnya mulai menceritakan rumor sebenarnya sebelum kematian pria yang berumur 50 tahunan itu. Bahkan, isu guru mengaji yang menerpa Supriyo tersebut juga diceritakan secara gamblang. Tak ada satu pun yang ditutup-tutupi lagi.

“Sepuluh tahun yang lalu memang mertua saya ini sempat dituduh punya ilmu santet. Padahal itu tidak benar. Sampai katanya melakukan sumpah pocong dengan orang yang menuduh itu. Beberapa tahun kemudian, tiba-tiba orang itu meninggal di Malaysia tahun 2019-an, dan mertua saya tidak apa-apa,” kata Muhammad Sholeh.

Dia menceritakan di hadapan polisi, setelah kematian orang yang ada di luar negeri itulah, isu santet kembali menjadi rasan-rasan warga setempat. Isu itu makin santer dibicarakan saat salah satu anggota keluarga lainnya meninggal karena penyakit, beberapa bulan kemudian. Bahkan, ungkapan tuduhan itu juga sempat didengar langsung.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/