alexametrics
24.6 C
Jember
Monday, 23 May 2022

Minta Pertambangan Pro Rakyat

Mobile_AP_Rectangle 1

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Pengelolaan pertambangan pasir yang dianggap tidak memihak rakyat mulai bergejolak. Puluhan warga yang mengatasnamakan Forum Komunikasi Masyarakat Peduli Lingkungan (FKMPL) menggeruduk Pemkab Lumajang. Mereka meminta pertambangan tersebut dihentikan.

Sekitar pukul 11.00, puluhan massa aksi datang mengendarai sepeda motor dan beberapa lainnya diangkut dua truk. Mereka turun menyampaikan beberapa tuntutan yang intinya keberatan dengan keberadaan pertambangan pasir yang beroperasi di Lumajang. Terutama meminta tiga daerah aliran sungai (DAS) supaya dikembalikan menjadi pertambangan rakyat.

Nawawi, salah satu koordinator aksi, menjelaskan, pertambangan pasir yang dikuasi para pemilik izin merugikan rakyat kecil. Termasuk juga aktivitas lalu lalang truk armada pasir merusak jalan-jalan umum. Sehingga dia meminta pemerintah menghentikan pengeluaran pasir dari wilayah Lumajang.

Mobile_AP_Rectangle 2

“Kami ingin, seluruh izin ditinjau ulang. Karena dampaknya merusak lingkungan masyarakat. Warga setempat banyak yang dirugikan. Keuntungan pasir hanya dinikmati segelintir orang. Untuk itu, kami meminta bupati menghentikan pertambangan pasir supaya dampaknya tidak semakin parah,” jelasnya.

- Advertisement -

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Pengelolaan pertambangan pasir yang dianggap tidak memihak rakyat mulai bergejolak. Puluhan warga yang mengatasnamakan Forum Komunikasi Masyarakat Peduli Lingkungan (FKMPL) menggeruduk Pemkab Lumajang. Mereka meminta pertambangan tersebut dihentikan.

Sekitar pukul 11.00, puluhan massa aksi datang mengendarai sepeda motor dan beberapa lainnya diangkut dua truk. Mereka turun menyampaikan beberapa tuntutan yang intinya keberatan dengan keberadaan pertambangan pasir yang beroperasi di Lumajang. Terutama meminta tiga daerah aliran sungai (DAS) supaya dikembalikan menjadi pertambangan rakyat.

Nawawi, salah satu koordinator aksi, menjelaskan, pertambangan pasir yang dikuasi para pemilik izin merugikan rakyat kecil. Termasuk juga aktivitas lalu lalang truk armada pasir merusak jalan-jalan umum. Sehingga dia meminta pemerintah menghentikan pengeluaran pasir dari wilayah Lumajang.

“Kami ingin, seluruh izin ditinjau ulang. Karena dampaknya merusak lingkungan masyarakat. Warga setempat banyak yang dirugikan. Keuntungan pasir hanya dinikmati segelintir orang. Untuk itu, kami meminta bupati menghentikan pertambangan pasir supaya dampaknya tidak semakin parah,” jelasnya.

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Pengelolaan pertambangan pasir yang dianggap tidak memihak rakyat mulai bergejolak. Puluhan warga yang mengatasnamakan Forum Komunikasi Masyarakat Peduli Lingkungan (FKMPL) menggeruduk Pemkab Lumajang. Mereka meminta pertambangan tersebut dihentikan.

Sekitar pukul 11.00, puluhan massa aksi datang mengendarai sepeda motor dan beberapa lainnya diangkut dua truk. Mereka turun menyampaikan beberapa tuntutan yang intinya keberatan dengan keberadaan pertambangan pasir yang beroperasi di Lumajang. Terutama meminta tiga daerah aliran sungai (DAS) supaya dikembalikan menjadi pertambangan rakyat.

Nawawi, salah satu koordinator aksi, menjelaskan, pertambangan pasir yang dikuasi para pemilik izin merugikan rakyat kecil. Termasuk juga aktivitas lalu lalang truk armada pasir merusak jalan-jalan umum. Sehingga dia meminta pemerintah menghentikan pengeluaran pasir dari wilayah Lumajang.

“Kami ingin, seluruh izin ditinjau ulang. Karena dampaknya merusak lingkungan masyarakat. Warga setempat banyak yang dirugikan. Keuntungan pasir hanya dinikmati segelintir orang. Untuk itu, kami meminta bupati menghentikan pertambangan pasir supaya dampaknya tidak semakin parah,” jelasnya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/