alexametrics
25.6 C
Jember
Thursday, 26 May 2022

Ingin Wawancarai Bupati Langsung

Komitmen SMP Al Ikhlash Menuju Sekolah Jurnalistik Pertama

Mobile_AP_Rectangle 1

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Sebanyak 70 siswa kelas tujuh SMP Al Ikhlash Lumajang mengikuti pelatihan jurnalistik di Masjid Al Ikhlash, kemarin. Kegiatan jurnalistik dilakukan sebagai wujud komitmen membangun sekolah jurnalistik pertama di Lumajang. Bekerja sama dengan Jawa Pos Radar Semeru, pelatihan awal ini dilaksanakan selama dua jam lebih.

Fernita Putri, salah satu siswi, mengaku senang dapat mengikuti pelatihan. Sebab, materi yang disampaikan mudah dimengerti. Dia berharap kegiatan seperti ini dapat berlanjut agar cita-citanya sebagai wartawan terwujud. “Sangat senang sekali dan ingin ada kegiatan seperti ini. Karena saya ingin jadi wartawan,” ungkapnya.

Sementara itu, Puji Lestari, Kepala SMP Al Ikhlash Lumajang, mengatakan, pelatihan jurnalistik merupakan agenda tahunan sekolah. Biasanya kegiatan tersebut merupakan kegiatan pertama dari rangkaian pelatihan jurnalistik. “Tahun lalu, kegiatan seperti ini merupakan kegiatan di hari pertama. Karena di hari selanjutnya kami langsung mendatangi kantor media dan percetakan,” katanya.

Mobile_AP_Rectangle 2

Ustadah Tari, sapaan akrabnya, menjelaskan bahwa pandemi yang masih dihadapi menjadi salah satu kendala dalam pelaksanaan pelatihan jurnalistik. Sebab, mereka harus mengagendakan ulang untuk studi banding ke kantor media. “Karena pandemi, kami baru bisa melaksanakan di masjid sekolah. Padahal, di tahun sebelumnya, kami langsung mendatangi kantor Radar Semeru. Lalu, lanjut ke kantor Radar Jember dan percetakannya di hari selanjutnya,” jelasnya.

- Advertisement -

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Sebanyak 70 siswa kelas tujuh SMP Al Ikhlash Lumajang mengikuti pelatihan jurnalistik di Masjid Al Ikhlash, kemarin. Kegiatan jurnalistik dilakukan sebagai wujud komitmen membangun sekolah jurnalistik pertama di Lumajang. Bekerja sama dengan Jawa Pos Radar Semeru, pelatihan awal ini dilaksanakan selama dua jam lebih.

Fernita Putri, salah satu siswi, mengaku senang dapat mengikuti pelatihan. Sebab, materi yang disampaikan mudah dimengerti. Dia berharap kegiatan seperti ini dapat berlanjut agar cita-citanya sebagai wartawan terwujud. “Sangat senang sekali dan ingin ada kegiatan seperti ini. Karena saya ingin jadi wartawan,” ungkapnya.

Sementara itu, Puji Lestari, Kepala SMP Al Ikhlash Lumajang, mengatakan, pelatihan jurnalistik merupakan agenda tahunan sekolah. Biasanya kegiatan tersebut merupakan kegiatan pertama dari rangkaian pelatihan jurnalistik. “Tahun lalu, kegiatan seperti ini merupakan kegiatan di hari pertama. Karena di hari selanjutnya kami langsung mendatangi kantor media dan percetakan,” katanya.

Ustadah Tari, sapaan akrabnya, menjelaskan bahwa pandemi yang masih dihadapi menjadi salah satu kendala dalam pelaksanaan pelatihan jurnalistik. Sebab, mereka harus mengagendakan ulang untuk studi banding ke kantor media. “Karena pandemi, kami baru bisa melaksanakan di masjid sekolah. Padahal, di tahun sebelumnya, kami langsung mendatangi kantor Radar Semeru. Lalu, lanjut ke kantor Radar Jember dan percetakannya di hari selanjutnya,” jelasnya.

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Sebanyak 70 siswa kelas tujuh SMP Al Ikhlash Lumajang mengikuti pelatihan jurnalistik di Masjid Al Ikhlash, kemarin. Kegiatan jurnalistik dilakukan sebagai wujud komitmen membangun sekolah jurnalistik pertama di Lumajang. Bekerja sama dengan Jawa Pos Radar Semeru, pelatihan awal ini dilaksanakan selama dua jam lebih.

Fernita Putri, salah satu siswi, mengaku senang dapat mengikuti pelatihan. Sebab, materi yang disampaikan mudah dimengerti. Dia berharap kegiatan seperti ini dapat berlanjut agar cita-citanya sebagai wartawan terwujud. “Sangat senang sekali dan ingin ada kegiatan seperti ini. Karena saya ingin jadi wartawan,” ungkapnya.

Sementara itu, Puji Lestari, Kepala SMP Al Ikhlash Lumajang, mengatakan, pelatihan jurnalistik merupakan agenda tahunan sekolah. Biasanya kegiatan tersebut merupakan kegiatan pertama dari rangkaian pelatihan jurnalistik. “Tahun lalu, kegiatan seperti ini merupakan kegiatan di hari pertama. Karena di hari selanjutnya kami langsung mendatangi kantor media dan percetakan,” katanya.

Ustadah Tari, sapaan akrabnya, menjelaskan bahwa pandemi yang masih dihadapi menjadi salah satu kendala dalam pelaksanaan pelatihan jurnalistik. Sebab, mereka harus mengagendakan ulang untuk studi banding ke kantor media. “Karena pandemi, kami baru bisa melaksanakan di masjid sekolah. Padahal, di tahun sebelumnya, kami langsung mendatangi kantor Radar Semeru. Lalu, lanjut ke kantor Radar Jember dan percetakannya di hari selanjutnya,” jelasnya.

Previous articlePamor Sekolah Negeri Anjlok
Next articleMAU LEWAT MANA?

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/