alexametrics
31.2 C
Jember
Tuesday, 17 May 2022

Pembangunan Terkendala Cuaca Ekstrem

Panjang Mencapai 9 Kilometer, ada 8 Jembatan

Mobile_AP_Rectangle 1

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Asosiasi Penambang Republik Indonesia (APRI) mengklaim pekerjaan pembangunan jalur tambang tersebut hampir selesai. Bahkan progresnya telah mencapai 90 persen. Tetapi setelah beberapa kali diterjang banjir lahar dingin, pekerjaannya molor.

Untuk diketahui, total panjang jalur tambang itu kurang lebih sekitar 9 kilometer dari Desa Jugosari Kecamatan Candipuro hingga perbatasan antara Desa Bades dan Desa Bago Kecamatan Pasirian. Di sepanjang jalan itu ada 8 jembatan yang dibangun untuk menunjang akses jalan.

Sofyan Ketua APRI mengatakan, seharusnya pekerjaannya dilakukan sampai akhir tahun kemarin. Tetapi berulang kali musibah datang menerjang jalur tambang yang sudah dibangun. Paling parah banjir lahar dingin beberapa waktu lalu yang menggeser pondasi jembatan yang sedang dibangun.

Mobile_AP_Rectangle 2

“Ini sudah hampir selesai lah, 90 persen mungkin itu tuntas. Kalau jalan yang diterjang banjir mungkin kami bisa segera perbaiki. Nah ini kontruksi jembatan yang bergeser karena terpaan banjir, kan itu berat tidak bisa ditangani manusia. Harus alat berat, makanya lama. Apalagi masih sering hujan,” jelasnya.

- Advertisement -

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Asosiasi Penambang Republik Indonesia (APRI) mengklaim pekerjaan pembangunan jalur tambang tersebut hampir selesai. Bahkan progresnya telah mencapai 90 persen. Tetapi setelah beberapa kali diterjang banjir lahar dingin, pekerjaannya molor.

Untuk diketahui, total panjang jalur tambang itu kurang lebih sekitar 9 kilometer dari Desa Jugosari Kecamatan Candipuro hingga perbatasan antara Desa Bades dan Desa Bago Kecamatan Pasirian. Di sepanjang jalan itu ada 8 jembatan yang dibangun untuk menunjang akses jalan.

Sofyan Ketua APRI mengatakan, seharusnya pekerjaannya dilakukan sampai akhir tahun kemarin. Tetapi berulang kali musibah datang menerjang jalur tambang yang sudah dibangun. Paling parah banjir lahar dingin beberapa waktu lalu yang menggeser pondasi jembatan yang sedang dibangun.

“Ini sudah hampir selesai lah, 90 persen mungkin itu tuntas. Kalau jalan yang diterjang banjir mungkin kami bisa segera perbaiki. Nah ini kontruksi jembatan yang bergeser karena terpaan banjir, kan itu berat tidak bisa ditangani manusia. Harus alat berat, makanya lama. Apalagi masih sering hujan,” jelasnya.

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Asosiasi Penambang Republik Indonesia (APRI) mengklaim pekerjaan pembangunan jalur tambang tersebut hampir selesai. Bahkan progresnya telah mencapai 90 persen. Tetapi setelah beberapa kali diterjang banjir lahar dingin, pekerjaannya molor.

Untuk diketahui, total panjang jalur tambang itu kurang lebih sekitar 9 kilometer dari Desa Jugosari Kecamatan Candipuro hingga perbatasan antara Desa Bades dan Desa Bago Kecamatan Pasirian. Di sepanjang jalan itu ada 8 jembatan yang dibangun untuk menunjang akses jalan.

Sofyan Ketua APRI mengatakan, seharusnya pekerjaannya dilakukan sampai akhir tahun kemarin. Tetapi berulang kali musibah datang menerjang jalur tambang yang sudah dibangun. Paling parah banjir lahar dingin beberapa waktu lalu yang menggeser pondasi jembatan yang sedang dibangun.

“Ini sudah hampir selesai lah, 90 persen mungkin itu tuntas. Kalau jalan yang diterjang banjir mungkin kami bisa segera perbaiki. Nah ini kontruksi jembatan yang bergeser karena terpaan banjir, kan itu berat tidak bisa ditangani manusia. Harus alat berat, makanya lama. Apalagi masih sering hujan,” jelasnya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/