alexametrics
24.6 C
Jember
Saturday, 28 May 2022

Waspadai Pengangguran Baru, Imbas PMI Pulang ke Lumajang

Mobile_AP_Rectangle 1

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) mencatat sebanyak 829 pekerja migran Indonesia (PMI) asal Lumajang pulang ke kampung halaman. Jumlah ini berpotensi terus bertambah. Sebab, hingga kini PMI asal Lumajang yang berada di luar negeri juga cukup banyak.

Kepala Disnakertrans Lumajang dr Rosyidah menyebut, 822 PMI pulang selama tahun 2021. Sementara, sejak awal tahun 2022 hingga kemarin, tujuh PMI baru pulang. Sebagian besar mereka yang sudah berada di rumah membuka usaha. Namun, tidak sedikit pula yang menganggur. Hal ini patut diwaspadai. Oleh sebab itu, pihaknya melakukan pembinaan dan pelatihan bagi PMI yang sudah ada di Lumajang.

“Kami ada program pembinaan dan pelatihan. Setiap pelatihan itu ada fasilitator yang akan mendampingi mereka hingga terampil. Seperti pelatihan barista kopi dan lainnya. Bahkan mereka membuat usaha kopi bersama PMI lainnya. Ada PMI yang membuka usaha toko, warung, atau kafe. Ada juga yang membeli tanah untuk digarap, baik berupa sawah maupun lainnya. Sehingga ada perputaran uang yang didapat dari luar negeri untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari mereka,” jelasnya.

Mobile_AP_Rectangle 2

Dia menuturkan, rata-rata PMI yang pulang merupakan para perempuan. Sementara, dari segi usia, PMI yang pulang berusia 20 hingga 40 tahunan. Banyak faktor mereka kembali ke Lumajang. Di antaranya, masa kontrak kerja sudah habis, deportasi, dan keinginan pulang sendiri. Karenanya, jumlah pengangguran baru berpotensi melonjak. Mengantisipasi itu, pelatihan diharapkan menjadi salah satu solusi alternatif.

- Advertisement -

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) mencatat sebanyak 829 pekerja migran Indonesia (PMI) asal Lumajang pulang ke kampung halaman. Jumlah ini berpotensi terus bertambah. Sebab, hingga kini PMI asal Lumajang yang berada di luar negeri juga cukup banyak.

Kepala Disnakertrans Lumajang dr Rosyidah menyebut, 822 PMI pulang selama tahun 2021. Sementara, sejak awal tahun 2022 hingga kemarin, tujuh PMI baru pulang. Sebagian besar mereka yang sudah berada di rumah membuka usaha. Namun, tidak sedikit pula yang menganggur. Hal ini patut diwaspadai. Oleh sebab itu, pihaknya melakukan pembinaan dan pelatihan bagi PMI yang sudah ada di Lumajang.

“Kami ada program pembinaan dan pelatihan. Setiap pelatihan itu ada fasilitator yang akan mendampingi mereka hingga terampil. Seperti pelatihan barista kopi dan lainnya. Bahkan mereka membuat usaha kopi bersama PMI lainnya. Ada PMI yang membuka usaha toko, warung, atau kafe. Ada juga yang membeli tanah untuk digarap, baik berupa sawah maupun lainnya. Sehingga ada perputaran uang yang didapat dari luar negeri untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari mereka,” jelasnya.

Dia menuturkan, rata-rata PMI yang pulang merupakan para perempuan. Sementara, dari segi usia, PMI yang pulang berusia 20 hingga 40 tahunan. Banyak faktor mereka kembali ke Lumajang. Di antaranya, masa kontrak kerja sudah habis, deportasi, dan keinginan pulang sendiri. Karenanya, jumlah pengangguran baru berpotensi melonjak. Mengantisipasi itu, pelatihan diharapkan menjadi salah satu solusi alternatif.

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) mencatat sebanyak 829 pekerja migran Indonesia (PMI) asal Lumajang pulang ke kampung halaman. Jumlah ini berpotensi terus bertambah. Sebab, hingga kini PMI asal Lumajang yang berada di luar negeri juga cukup banyak.

Kepala Disnakertrans Lumajang dr Rosyidah menyebut, 822 PMI pulang selama tahun 2021. Sementara, sejak awal tahun 2022 hingga kemarin, tujuh PMI baru pulang. Sebagian besar mereka yang sudah berada di rumah membuka usaha. Namun, tidak sedikit pula yang menganggur. Hal ini patut diwaspadai. Oleh sebab itu, pihaknya melakukan pembinaan dan pelatihan bagi PMI yang sudah ada di Lumajang.

“Kami ada program pembinaan dan pelatihan. Setiap pelatihan itu ada fasilitator yang akan mendampingi mereka hingga terampil. Seperti pelatihan barista kopi dan lainnya. Bahkan mereka membuat usaha kopi bersama PMI lainnya. Ada PMI yang membuka usaha toko, warung, atau kafe. Ada juga yang membeli tanah untuk digarap, baik berupa sawah maupun lainnya. Sehingga ada perputaran uang yang didapat dari luar negeri untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari mereka,” jelasnya.

Dia menuturkan, rata-rata PMI yang pulang merupakan para perempuan. Sementara, dari segi usia, PMI yang pulang berusia 20 hingga 40 tahunan. Banyak faktor mereka kembali ke Lumajang. Di antaranya, masa kontrak kerja sudah habis, deportasi, dan keinginan pulang sendiri. Karenanya, jumlah pengangguran baru berpotensi melonjak. Mengantisipasi itu, pelatihan diharapkan menjadi salah satu solusi alternatif.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/