alexametrics
23.2 C
Jember
Thursday, 18 August 2022

Cara Promosinya Keliling Warung Kopi

Tahun 2018 lalu tak mungkin begitu saja dilupakan oleh Subchan. Lelaki yang sejak kelas empat SD mulai berbisnis inibenar-benar merasakan hasilnya. Berbekal kepercayaan diri dan semangat tinggi, omzet kaus dan sablonnya tembus ratusan juta rupiah.

Mobile_AP_Rectangle 1

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Setelan kaus bergambar Iwan Fals muda dan celana pendek melekat di tubuh pemuda 27 tahun itu. Dengan penampilan yang sederhana, lelaki yang bernama Mochamad Subchan ini menyambut kunjungan tim Jawa Pos Radar Semeru. Tepatnya di depan kios yang sekaligus rumahnya di depan SMPN 3 Lumajang.

Subchan adalah pemilik usaha sablon dan jahit. Dia sudah kenyang merasakan jatuh bangun merintis usaha. Dia menceritakan, sejak kelas empat SD dia sudah dididik orang tuanya untuk hidup mandiri. “Pertama ternak kambing,” katanya.

Saat ini, dia sedang mengembangkan usaha bidang jahit dan sablon kaus. Menurutnya, usaha ini merupakan peluang yang menarik dan menjanjikan. Usaha yang dirintis sejak 2016 ini dalam dua tahun berjalan sudah banjir pesanan.

Mobile_AP_Rectangle 2

Dia menjelaskan, percaya diri dan keberanian merupakan modal utama dalam berbisnis. Sebagai mahasiswa akhir STIE Widya Gama Lumajang, dia tidak pernah malu untuk mempromosikan usahanya dari warung ke warung. “Promosinya dari warung kopi ke warung kopi saja,” katanya.

Subchan sendiri mengenal usaha ini dari internet. Dia mencari informasi melalui media sosial. Berbekal informasi itu, dia memantapkan diri belajar menjahit dan sablon ke Solo. “Saya juga kursus di Bekasi dan Kediri,” jelasnya.

- Advertisement -

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Setelan kaus bergambar Iwan Fals muda dan celana pendek melekat di tubuh pemuda 27 tahun itu. Dengan penampilan yang sederhana, lelaki yang bernama Mochamad Subchan ini menyambut kunjungan tim Jawa Pos Radar Semeru. Tepatnya di depan kios yang sekaligus rumahnya di depan SMPN 3 Lumajang.

Subchan adalah pemilik usaha sablon dan jahit. Dia sudah kenyang merasakan jatuh bangun merintis usaha. Dia menceritakan, sejak kelas empat SD dia sudah dididik orang tuanya untuk hidup mandiri. “Pertama ternak kambing,” katanya.

Saat ini, dia sedang mengembangkan usaha bidang jahit dan sablon kaus. Menurutnya, usaha ini merupakan peluang yang menarik dan menjanjikan. Usaha yang dirintis sejak 2016 ini dalam dua tahun berjalan sudah banjir pesanan.

Dia menjelaskan, percaya diri dan keberanian merupakan modal utama dalam berbisnis. Sebagai mahasiswa akhir STIE Widya Gama Lumajang, dia tidak pernah malu untuk mempromosikan usahanya dari warung ke warung. “Promosinya dari warung kopi ke warung kopi saja,” katanya.

Subchan sendiri mengenal usaha ini dari internet. Dia mencari informasi melalui media sosial. Berbekal informasi itu, dia memantapkan diri belajar menjahit dan sablon ke Solo. “Saya juga kursus di Bekasi dan Kediri,” jelasnya.

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Setelan kaus bergambar Iwan Fals muda dan celana pendek melekat di tubuh pemuda 27 tahun itu. Dengan penampilan yang sederhana, lelaki yang bernama Mochamad Subchan ini menyambut kunjungan tim Jawa Pos Radar Semeru. Tepatnya di depan kios yang sekaligus rumahnya di depan SMPN 3 Lumajang.

Subchan adalah pemilik usaha sablon dan jahit. Dia sudah kenyang merasakan jatuh bangun merintis usaha. Dia menceritakan, sejak kelas empat SD dia sudah dididik orang tuanya untuk hidup mandiri. “Pertama ternak kambing,” katanya.

Saat ini, dia sedang mengembangkan usaha bidang jahit dan sablon kaus. Menurutnya, usaha ini merupakan peluang yang menarik dan menjanjikan. Usaha yang dirintis sejak 2016 ini dalam dua tahun berjalan sudah banjir pesanan.

Dia menjelaskan, percaya diri dan keberanian merupakan modal utama dalam berbisnis. Sebagai mahasiswa akhir STIE Widya Gama Lumajang, dia tidak pernah malu untuk mempromosikan usahanya dari warung ke warung. “Promosinya dari warung kopi ke warung kopi saja,” katanya.

Subchan sendiri mengenal usaha ini dari internet. Dia mencari informasi melalui media sosial. Berbekal informasi itu, dia memantapkan diri belajar menjahit dan sablon ke Solo. “Saya juga kursus di Bekasi dan Kediri,” jelasnya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/