alexametrics
23.9 C
Jember
Thursday, 26 May 2022

Terjunkan Alat Berat, Bersihkan Jl Nasional yang Tertimbun Material Erupsi

Mobile_AP_Rectangle 1

CANDIPURO, RADARJEMBER.ID – Sejumlah alat berat dikerahkan untuk membersihkan material di jalan nasional Dusun Kamar Kajang, Desa Sumberwuluh, Kecamatan Candipuro, pagi ini. Material berupa pasir, batu, batang pohon dan abu tersebut berserakan di jalan. Ditambah lahar dingin dari Sungai Leprak terus mengalir di jalanan.

Jalan tidak bisa dilalui. Untuk sementara waktu, proses evakuasi di kawasan pertambangan Haji Satuhan tidak bisa dilakukan. Padahal jalur ke kawasan tersebut sudah dibuka sejauh satu kilometer, kemarin.

“Kami sudah merencanakan untuk memindahkan alur aliran dari Sungai Leprak. Artinya, normalisasi ini dimulai dari kawasan belakang pabrik tepung yang ada di atas. Rencananya jam lima pagi, kita mulai untuk memindahkan aliran. Tetapi, melihat hal ini, kami harus buka jalan dan mengalihkan aliran dulu,” terang Nur Affandi, Koordinator Lapangan.

- Advertisement -

CANDIPURO, RADARJEMBER.ID – Sejumlah alat berat dikerahkan untuk membersihkan material di jalan nasional Dusun Kamar Kajang, Desa Sumberwuluh, Kecamatan Candipuro, pagi ini. Material berupa pasir, batu, batang pohon dan abu tersebut berserakan di jalan. Ditambah lahar dingin dari Sungai Leprak terus mengalir di jalanan.

Jalan tidak bisa dilalui. Untuk sementara waktu, proses evakuasi di kawasan pertambangan Haji Satuhan tidak bisa dilakukan. Padahal jalur ke kawasan tersebut sudah dibuka sejauh satu kilometer, kemarin.

“Kami sudah merencanakan untuk memindahkan alur aliran dari Sungai Leprak. Artinya, normalisasi ini dimulai dari kawasan belakang pabrik tepung yang ada di atas. Rencananya jam lima pagi, kita mulai untuk memindahkan aliran. Tetapi, melihat hal ini, kami harus buka jalan dan mengalihkan aliran dulu,” terang Nur Affandi, Koordinator Lapangan.

CANDIPURO, RADARJEMBER.ID – Sejumlah alat berat dikerahkan untuk membersihkan material di jalan nasional Dusun Kamar Kajang, Desa Sumberwuluh, Kecamatan Candipuro, pagi ini. Material berupa pasir, batu, batang pohon dan abu tersebut berserakan di jalan. Ditambah lahar dingin dari Sungai Leprak terus mengalir di jalanan.

Jalan tidak bisa dilalui. Untuk sementara waktu, proses evakuasi di kawasan pertambangan Haji Satuhan tidak bisa dilakukan. Padahal jalur ke kawasan tersebut sudah dibuka sejauh satu kilometer, kemarin.

“Kami sudah merencanakan untuk memindahkan alur aliran dari Sungai Leprak. Artinya, normalisasi ini dimulai dari kawasan belakang pabrik tepung yang ada di atas. Rencananya jam lima pagi, kita mulai untuk memindahkan aliran. Tetapi, melihat hal ini, kami harus buka jalan dan mengalihkan aliran dulu,” terang Nur Affandi, Koordinator Lapangan.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/