alexametrics
24.7 C
Jember
Wednesday, 25 May 2022

Pasar Minggu Pasinan Sajikan Cemilan Tradisional

Angkat Perekonomian Warga di Masa Pandemi

Mobile_AP_Rectangle 1

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Pandemi Covid-19 membuat beragam sektor terkena imbasnya. Akibatnya, pendapatan para warga terus menurun. Untuk menyiasati hal itu, warga berinisiatif untuk membuka lapangan pekerjaan baru dalam sektor ekonomi kreatif. Seperti Desa Karangbendo, Kecamatan Tekung. Mereka memanfaatkan jalan tegalan dengan membuka destinasi wisata Pasar Minggu yang menyajikan beragam kuliner tradisional, sayuran, dan buah-buahan.

Inisiatif tersebut terealisasi sejak dua bulan terakhir. Banyak warga yang berdagang di area tersebut. Membuat sepanjang jalan tegalan dipenuhi keramaian dengan suasana yang segar dan sejuk. Serta banyak pepohonan yang semakin menambah kesegaran area tersebut.

Pasar Minggu yang hanya dibuka setiap hari Minggu, tepatnya pukul 06.00, tersebut menjadi daya tarik tersendiri bagi pengunjung. Sebab, warga yang berjualan memiliki cara unik, yakni mengenakan pakaian tradional jarik dan kebaya. Sementara, lapak mereka dibuat menggunakan bambu dan jerami.

Mobile_AP_Rectangle 2

Selain itu, menu yang ditawarkan berupa camilan dan makanan tradisional. Mulai dari cenil, klepon, lupis, dan masih banyak menu khas tradisional Jawa lainnya. Bagian alas lapak tersebut hanya terbuat dari tikar.

Meski sesederhana itu, pengunjung bisa menikmati sajian jajanan tradisional tersebut dengan suasana yang sejuk ala perdesaan. Hery Koko, salah seorang pengunjung, mengaku senang dengan adanya Pasar Minggu. Sebab, dirinya bisa menikmati makanan tradisional dengan harga murah. Lokasi pasar yang baru terbentuk itu pun, menurutnya, sangat recommended. Terutama pada sat akhir pekan untuk berlibur bersama keluarga. “Saya sengaja ke Pasar Minggu bersama rombongan sepeda, untuk menikmati jajan tradisional di sini,” ungkapnya.

- Advertisement -

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Pandemi Covid-19 membuat beragam sektor terkena imbasnya. Akibatnya, pendapatan para warga terus menurun. Untuk menyiasati hal itu, warga berinisiatif untuk membuka lapangan pekerjaan baru dalam sektor ekonomi kreatif. Seperti Desa Karangbendo, Kecamatan Tekung. Mereka memanfaatkan jalan tegalan dengan membuka destinasi wisata Pasar Minggu yang menyajikan beragam kuliner tradisional, sayuran, dan buah-buahan.

Inisiatif tersebut terealisasi sejak dua bulan terakhir. Banyak warga yang berdagang di area tersebut. Membuat sepanjang jalan tegalan dipenuhi keramaian dengan suasana yang segar dan sejuk. Serta banyak pepohonan yang semakin menambah kesegaran area tersebut.

Pasar Minggu yang hanya dibuka setiap hari Minggu, tepatnya pukul 06.00, tersebut menjadi daya tarik tersendiri bagi pengunjung. Sebab, warga yang berjualan memiliki cara unik, yakni mengenakan pakaian tradional jarik dan kebaya. Sementara, lapak mereka dibuat menggunakan bambu dan jerami.

Selain itu, menu yang ditawarkan berupa camilan dan makanan tradisional. Mulai dari cenil, klepon, lupis, dan masih banyak menu khas tradisional Jawa lainnya. Bagian alas lapak tersebut hanya terbuat dari tikar.

Meski sesederhana itu, pengunjung bisa menikmati sajian jajanan tradisional tersebut dengan suasana yang sejuk ala perdesaan. Hery Koko, salah seorang pengunjung, mengaku senang dengan adanya Pasar Minggu. Sebab, dirinya bisa menikmati makanan tradisional dengan harga murah. Lokasi pasar yang baru terbentuk itu pun, menurutnya, sangat recommended. Terutama pada sat akhir pekan untuk berlibur bersama keluarga. “Saya sengaja ke Pasar Minggu bersama rombongan sepeda, untuk menikmati jajan tradisional di sini,” ungkapnya.

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Pandemi Covid-19 membuat beragam sektor terkena imbasnya. Akibatnya, pendapatan para warga terus menurun. Untuk menyiasati hal itu, warga berinisiatif untuk membuka lapangan pekerjaan baru dalam sektor ekonomi kreatif. Seperti Desa Karangbendo, Kecamatan Tekung. Mereka memanfaatkan jalan tegalan dengan membuka destinasi wisata Pasar Minggu yang menyajikan beragam kuliner tradisional, sayuran, dan buah-buahan.

Inisiatif tersebut terealisasi sejak dua bulan terakhir. Banyak warga yang berdagang di area tersebut. Membuat sepanjang jalan tegalan dipenuhi keramaian dengan suasana yang segar dan sejuk. Serta banyak pepohonan yang semakin menambah kesegaran area tersebut.

Pasar Minggu yang hanya dibuka setiap hari Minggu, tepatnya pukul 06.00, tersebut menjadi daya tarik tersendiri bagi pengunjung. Sebab, warga yang berjualan memiliki cara unik, yakni mengenakan pakaian tradional jarik dan kebaya. Sementara, lapak mereka dibuat menggunakan bambu dan jerami.

Selain itu, menu yang ditawarkan berupa camilan dan makanan tradisional. Mulai dari cenil, klepon, lupis, dan masih banyak menu khas tradisional Jawa lainnya. Bagian alas lapak tersebut hanya terbuat dari tikar.

Meski sesederhana itu, pengunjung bisa menikmati sajian jajanan tradisional tersebut dengan suasana yang sejuk ala perdesaan. Hery Koko, salah seorang pengunjung, mengaku senang dengan adanya Pasar Minggu. Sebab, dirinya bisa menikmati makanan tradisional dengan harga murah. Lokasi pasar yang baru terbentuk itu pun, menurutnya, sangat recommended. Terutama pada sat akhir pekan untuk berlibur bersama keluarga. “Saya sengaja ke Pasar Minggu bersama rombongan sepeda, untuk menikmati jajan tradisional di sini,” ungkapnya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/