alexametrics
28.7 C
Jember
Monday, 16 May 2022

Tak Kapok, Residivis Diringkus Lagi Sudah Beraksi 15 Kali

Mobile_AP_Rectangle 1

KEBONSARI, Radar Semeru – Bagi kebanyakan orang, jeruji besi merupakan tempat yang menakutkan. Bahkan sekadar masuk tidak mau. Namun, tidak bagi Solihin. Warga Gadingsari, Lumajang tersebut justru menganggapnya seperti rumah sendiri. Pasalnya, dia sudah 15 kali masuk penjara.

Terbaru, dia tertangkap saat beraksi di Desa Kebonsari, Sumbersuko, kemarin pagi. Saat mencuri uang di laci toko milik Sulaila, warga setempat, dia ketahuan. Seketika, Solikin langsung kabur masuk ke gang kecil tidak jauh dari tempatnya beraksi.
“Saya tinggal masuk ke dalam rumah untuk mencuci sebentar. Tidak sampai lima menit saya balik ke dalam toko. Karena memang saya tidak pernah meninggalkan toko dalam waktu yang lama. Saat kembali, saya melihat laki-laki dekat laci. Gerak-geriknya mencurigakan. Jadi saya langsung teriak maling,” ungkap Sulaila, korban pencurian.

Warga sekitar yang mendengar teriakan korban langsung mendatangi toko korban. Sejumlah warga yang melihat pelaku sempat masuk ke toko segera melakukan pengejaran. Pelaku akhirnya diringkus sekitar 400 meter dari rumah korban. Pelaku nyaris diamuk massa. Sebab, sekitar lokasi sering terjadi pencurian. Beruntung, salah satu warga menahan aksi itu dan melaporkannya ke kepolisian sektor (Polsek) Sumbersuko.

Mobile_AP_Rectangle 2

“Memang sering ada pencurian. Saya sendiri sudah dua kali kemalingan. Sama-sama uang. Bedanya kalau dulu sebesar Rp 150 ribu dengan ciri pelaku pemuda. Kalau sekarang dicuri Rp 200 ribu,” tambahnya.

- Advertisement -

KEBONSARI, Radar Semeru – Bagi kebanyakan orang, jeruji besi merupakan tempat yang menakutkan. Bahkan sekadar masuk tidak mau. Namun, tidak bagi Solihin. Warga Gadingsari, Lumajang tersebut justru menganggapnya seperti rumah sendiri. Pasalnya, dia sudah 15 kali masuk penjara.

Terbaru, dia tertangkap saat beraksi di Desa Kebonsari, Sumbersuko, kemarin pagi. Saat mencuri uang di laci toko milik Sulaila, warga setempat, dia ketahuan. Seketika, Solikin langsung kabur masuk ke gang kecil tidak jauh dari tempatnya beraksi.
“Saya tinggal masuk ke dalam rumah untuk mencuci sebentar. Tidak sampai lima menit saya balik ke dalam toko. Karena memang saya tidak pernah meninggalkan toko dalam waktu yang lama. Saat kembali, saya melihat laki-laki dekat laci. Gerak-geriknya mencurigakan. Jadi saya langsung teriak maling,” ungkap Sulaila, korban pencurian.

Warga sekitar yang mendengar teriakan korban langsung mendatangi toko korban. Sejumlah warga yang melihat pelaku sempat masuk ke toko segera melakukan pengejaran. Pelaku akhirnya diringkus sekitar 400 meter dari rumah korban. Pelaku nyaris diamuk massa. Sebab, sekitar lokasi sering terjadi pencurian. Beruntung, salah satu warga menahan aksi itu dan melaporkannya ke kepolisian sektor (Polsek) Sumbersuko.

“Memang sering ada pencurian. Saya sendiri sudah dua kali kemalingan. Sama-sama uang. Bedanya kalau dulu sebesar Rp 150 ribu dengan ciri pelaku pemuda. Kalau sekarang dicuri Rp 200 ribu,” tambahnya.

KEBONSARI, Radar Semeru – Bagi kebanyakan orang, jeruji besi merupakan tempat yang menakutkan. Bahkan sekadar masuk tidak mau. Namun, tidak bagi Solihin. Warga Gadingsari, Lumajang tersebut justru menganggapnya seperti rumah sendiri. Pasalnya, dia sudah 15 kali masuk penjara.

Terbaru, dia tertangkap saat beraksi di Desa Kebonsari, Sumbersuko, kemarin pagi. Saat mencuri uang di laci toko milik Sulaila, warga setempat, dia ketahuan. Seketika, Solikin langsung kabur masuk ke gang kecil tidak jauh dari tempatnya beraksi.
“Saya tinggal masuk ke dalam rumah untuk mencuci sebentar. Tidak sampai lima menit saya balik ke dalam toko. Karena memang saya tidak pernah meninggalkan toko dalam waktu yang lama. Saat kembali, saya melihat laki-laki dekat laci. Gerak-geriknya mencurigakan. Jadi saya langsung teriak maling,” ungkap Sulaila, korban pencurian.

Warga sekitar yang mendengar teriakan korban langsung mendatangi toko korban. Sejumlah warga yang melihat pelaku sempat masuk ke toko segera melakukan pengejaran. Pelaku akhirnya diringkus sekitar 400 meter dari rumah korban. Pelaku nyaris diamuk massa. Sebab, sekitar lokasi sering terjadi pencurian. Beruntung, salah satu warga menahan aksi itu dan melaporkannya ke kepolisian sektor (Polsek) Sumbersuko.

“Memang sering ada pencurian. Saya sendiri sudah dua kali kemalingan. Sama-sama uang. Bedanya kalau dulu sebesar Rp 150 ribu dengan ciri pelaku pemuda. Kalau sekarang dicuri Rp 200 ribu,” tambahnya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/