alexametrics
24.6 C
Jember
Monday, 23 May 2022

Penurunan Level PPKM, ASN di Lumajang Mulai Ngantor Lagi

Pembukaan Tempat Wisata Tunggu Kebijakan Pusat

Mobile_AP_Rectangle 1

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Penurunan level PPKM menjadi level 3 membuat seluruh kegiatan kemasyarakatan berangsur longgar. Tidak hanya membuat para murid kembali ke sekolah, tetapi seluruh pegawai ASN di lingkungan Pemkab Lumajang juga kembali work from office (WFO) alias ngantor lagi.

Semula, ketika Lumajang masuk PPKM level 4, sebagian besar atau hampir seluruh OPD yang tidak bersentuhan langsung dengan pelayanan masyarakat dipersilakan work from home (WFH). Kini, peraturan tersebut dicabut. Mereka harus kembali bekerja di kantor seperti biasanya.

Sekretaris Daerah Lumajang Agus Triyono menjelaskan, sejak penurunan level, seluruh ASN atau pegawai di lingkungan Pemkab Lumajang sudah bekerja seperti sebelumnya. Namun, jam bekerja dikurangi. Meski sudah masuk kerja, mereka tetap harus mematuhi protokol yang berlaku.

Mobile_AP_Rectangle 2

Diakui, selama WFH kemarin, tidak sedikit program kerja beberapa OPD ada yang terlambat. Untuk itu, ketika sudah WFO, pekerjaan tersebut harapannya bisa segera diselesaikan. “Kemarin kan ada yang tertunda, makanya ini harus dimaksimalkan,” ujarnya.

Ketika disinggung soal kapan rencana pembukaan objek wisata, Agus menjelaskan, masih menunggu hasil koordinasi dengan pemerintah pusat. Sebab, pembukaan objek wisata itu tidak bisa dibuka begitu saja. Menurutnya, ada beberapa syarat yang harus dipenuhi pengelola wisata supaya bisa menjamin kesehatan pengunjung.

- Advertisement -

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Penurunan level PPKM menjadi level 3 membuat seluruh kegiatan kemasyarakatan berangsur longgar. Tidak hanya membuat para murid kembali ke sekolah, tetapi seluruh pegawai ASN di lingkungan Pemkab Lumajang juga kembali work from office (WFO) alias ngantor lagi.

Semula, ketika Lumajang masuk PPKM level 4, sebagian besar atau hampir seluruh OPD yang tidak bersentuhan langsung dengan pelayanan masyarakat dipersilakan work from home (WFH). Kini, peraturan tersebut dicabut. Mereka harus kembali bekerja di kantor seperti biasanya.

Sekretaris Daerah Lumajang Agus Triyono menjelaskan, sejak penurunan level, seluruh ASN atau pegawai di lingkungan Pemkab Lumajang sudah bekerja seperti sebelumnya. Namun, jam bekerja dikurangi. Meski sudah masuk kerja, mereka tetap harus mematuhi protokol yang berlaku.

Diakui, selama WFH kemarin, tidak sedikit program kerja beberapa OPD ada yang terlambat. Untuk itu, ketika sudah WFO, pekerjaan tersebut harapannya bisa segera diselesaikan. “Kemarin kan ada yang tertunda, makanya ini harus dimaksimalkan,” ujarnya.

Ketika disinggung soal kapan rencana pembukaan objek wisata, Agus menjelaskan, masih menunggu hasil koordinasi dengan pemerintah pusat. Sebab, pembukaan objek wisata itu tidak bisa dibuka begitu saja. Menurutnya, ada beberapa syarat yang harus dipenuhi pengelola wisata supaya bisa menjamin kesehatan pengunjung.

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Penurunan level PPKM menjadi level 3 membuat seluruh kegiatan kemasyarakatan berangsur longgar. Tidak hanya membuat para murid kembali ke sekolah, tetapi seluruh pegawai ASN di lingkungan Pemkab Lumajang juga kembali work from office (WFO) alias ngantor lagi.

Semula, ketika Lumajang masuk PPKM level 4, sebagian besar atau hampir seluruh OPD yang tidak bersentuhan langsung dengan pelayanan masyarakat dipersilakan work from home (WFH). Kini, peraturan tersebut dicabut. Mereka harus kembali bekerja di kantor seperti biasanya.

Sekretaris Daerah Lumajang Agus Triyono menjelaskan, sejak penurunan level, seluruh ASN atau pegawai di lingkungan Pemkab Lumajang sudah bekerja seperti sebelumnya. Namun, jam bekerja dikurangi. Meski sudah masuk kerja, mereka tetap harus mematuhi protokol yang berlaku.

Diakui, selama WFH kemarin, tidak sedikit program kerja beberapa OPD ada yang terlambat. Untuk itu, ketika sudah WFO, pekerjaan tersebut harapannya bisa segera diselesaikan. “Kemarin kan ada yang tertunda, makanya ini harus dimaksimalkan,” ujarnya.

Ketika disinggung soal kapan rencana pembukaan objek wisata, Agus menjelaskan, masih menunggu hasil koordinasi dengan pemerintah pusat. Sebab, pembukaan objek wisata itu tidak bisa dibuka begitu saja. Menurutnya, ada beberapa syarat yang harus dipenuhi pengelola wisata supaya bisa menjamin kesehatan pengunjung.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/