alexametrics
28.6 C
Jember
Friday, 27 May 2022

Karakter Islami Masuk Penilaian Pemilihan Ketua OSIS di SMP Al Ikhlash

Mobile_AP_Rectangle 1

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Ada yang berbeda dalam pemilihan ketua dan wakil ketua OSIS di SMP AL Ikhlash Lumajang, kemarin. Sebab, sebelum pemilihan, para bakal calon tidak hanya diwajibkan melengkapi berkas. Namun, penilaian karakter islami sehari-hari juga menjadi kunci lolos seleksi ke tahap selanjutnya.

Irma Rofinawati, Waka Kesiswaan dan Humas SMP AL Ikhlash Lumajang, mengungkapkan, tahapan awal seleksi sudah dilakukan, dua pekan lalu. Antusiasme bakal calon ketua dan wakil ketua OSIS sangat tinggi. Sejumlah persyaratan harus dipenuhi sebelum seleksi. Seperti berkas administrasi dan hasil penilaian karakter islami dari para guru.

“Kebiasaan mereka sehari-hari seperti ibadah salat, mengaji, dan lainnya masuk dalam tahapan seleksi awal bersamaan dengan seleksi berkas. Ini yang membedakan proses seleksi pemilihan ketua dan wakil ketua OSIS di sekolah kami dengan sekolah lain. Sebab, karakter islami itulah yang akan membentuk kepemimpinan mereka,” katanya.

Mobile_AP_Rectangle 2

Irma menjelaskan, proses seleksi tersebut sangat ketat. Karena itu, hanya dua calon kandidat pasangan ketua dan wakil ketua yang lolos. Seleksi itu diikuti oleh siswa kelas tujuh dan delapan. Sebab, siswa kelas sembilan fokus menghadapi ujian kelulusan.

Sebelum pemilihan, pasangan kandidat menyampaikan visi dan misinya. Selanjutnya, seluruh warga sekolah memberikan suaranya. “Pemilihan ini dilakukan dengan dua metode, yakni luring dan daring. Luring ini diikuti siswa kelas delapan, sejumlah guru, dan pegawai tata usaha. Sedangkan pemilihan secara daring diikuti oleh kelas tujuh dan sembilan. Jadi, kami melibatkan semua warga sekolah,” jelasnya.

- Advertisement -

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Ada yang berbeda dalam pemilihan ketua dan wakil ketua OSIS di SMP AL Ikhlash Lumajang, kemarin. Sebab, sebelum pemilihan, para bakal calon tidak hanya diwajibkan melengkapi berkas. Namun, penilaian karakter islami sehari-hari juga menjadi kunci lolos seleksi ke tahap selanjutnya.

Irma Rofinawati, Waka Kesiswaan dan Humas SMP AL Ikhlash Lumajang, mengungkapkan, tahapan awal seleksi sudah dilakukan, dua pekan lalu. Antusiasme bakal calon ketua dan wakil ketua OSIS sangat tinggi. Sejumlah persyaratan harus dipenuhi sebelum seleksi. Seperti berkas administrasi dan hasil penilaian karakter islami dari para guru.

“Kebiasaan mereka sehari-hari seperti ibadah salat, mengaji, dan lainnya masuk dalam tahapan seleksi awal bersamaan dengan seleksi berkas. Ini yang membedakan proses seleksi pemilihan ketua dan wakil ketua OSIS di sekolah kami dengan sekolah lain. Sebab, karakter islami itulah yang akan membentuk kepemimpinan mereka,” katanya.

Irma menjelaskan, proses seleksi tersebut sangat ketat. Karena itu, hanya dua calon kandidat pasangan ketua dan wakil ketua yang lolos. Seleksi itu diikuti oleh siswa kelas tujuh dan delapan. Sebab, siswa kelas sembilan fokus menghadapi ujian kelulusan.

Sebelum pemilihan, pasangan kandidat menyampaikan visi dan misinya. Selanjutnya, seluruh warga sekolah memberikan suaranya. “Pemilihan ini dilakukan dengan dua metode, yakni luring dan daring. Luring ini diikuti siswa kelas delapan, sejumlah guru, dan pegawai tata usaha. Sedangkan pemilihan secara daring diikuti oleh kelas tujuh dan sembilan. Jadi, kami melibatkan semua warga sekolah,” jelasnya.

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Ada yang berbeda dalam pemilihan ketua dan wakil ketua OSIS di SMP AL Ikhlash Lumajang, kemarin. Sebab, sebelum pemilihan, para bakal calon tidak hanya diwajibkan melengkapi berkas. Namun, penilaian karakter islami sehari-hari juga menjadi kunci lolos seleksi ke tahap selanjutnya.

Irma Rofinawati, Waka Kesiswaan dan Humas SMP AL Ikhlash Lumajang, mengungkapkan, tahapan awal seleksi sudah dilakukan, dua pekan lalu. Antusiasme bakal calon ketua dan wakil ketua OSIS sangat tinggi. Sejumlah persyaratan harus dipenuhi sebelum seleksi. Seperti berkas administrasi dan hasil penilaian karakter islami dari para guru.

“Kebiasaan mereka sehari-hari seperti ibadah salat, mengaji, dan lainnya masuk dalam tahapan seleksi awal bersamaan dengan seleksi berkas. Ini yang membedakan proses seleksi pemilihan ketua dan wakil ketua OSIS di sekolah kami dengan sekolah lain. Sebab, karakter islami itulah yang akan membentuk kepemimpinan mereka,” katanya.

Irma menjelaskan, proses seleksi tersebut sangat ketat. Karena itu, hanya dua calon kandidat pasangan ketua dan wakil ketua yang lolos. Seleksi itu diikuti oleh siswa kelas tujuh dan delapan. Sebab, siswa kelas sembilan fokus menghadapi ujian kelulusan.

Sebelum pemilihan, pasangan kandidat menyampaikan visi dan misinya. Selanjutnya, seluruh warga sekolah memberikan suaranya. “Pemilihan ini dilakukan dengan dua metode, yakni luring dan daring. Luring ini diikuti siswa kelas delapan, sejumlah guru, dan pegawai tata usaha. Sedangkan pemilihan secara daring diikuti oleh kelas tujuh dan sembilan. Jadi, kami melibatkan semua warga sekolah,” jelasnya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/