alexametrics
26.8 C
Jember
Saturday, 21 May 2022

Positif Korona, Empat Maling Sapi Dibebaskan

Pertimbangan: Overkapasitas dan Demi Kemanusiaan

Mobile_AP_Rectangle 1

KARANGSARI.RADARJEMBER.ID– Empat kawanan maling sapi di Lumajang dibebaskan karena terjangkit virus korona. Mereka bebas setelah sempat menjalani hukuman beberapa bulan atas kasusnya itu. Humas Pengadilan Negeri Lumajang Aris Dwi Hartoyo, membenarkan kabar pembebasan tersebut.

“Ketika proses persidangan kita mengalami kesusahan, karena terdakwa mengalami terjangkit virus,” ucapnya. Sisi lain, pihak lapas dan kepolisian menolak menampung karena membahayakan tahanan lain. Karena tahanan tersebut berpotensi menyebarkan virus.

Sehingga pihak pemerintah dan pelaksana hukum bersepakat untuk kawanan maling sapi tersebut segera diselesaikan. Keempatnya sekarang sudah tidak diisolasi di Kejaksaan Negeri Lumajang. Namun sudah dipindah ke Rumah Sakit Pasirian. “Jadi kami berusaha sebisa mungkin menyelesaikan perkaranya dengan tidak mengesampingkan hukum pidana. Cuma, lamanya sesuai pertimbangan kesehatannya,” tuturnya.

Mobile_AP_Rectangle 2

Keempat terdakwa diputus oleh hakim 2 bulan 19 hari. Sedangkan masa proses hukum sampai 3 bulan. Mereka sekarang telah bebas. Hanya menjalani masa isolasi. Ada tiga pertimbangan, pertama karena barang bukti sapi telah kembali ke pemilik. Kedua, berpotensi penyebaran ke tahanan lainya. Ketiga, karena faktor kemanusiaan yang bisa membahayakan nyawa tahanan dan narapidana yang lain.

- Advertisement -

KARANGSARI.RADARJEMBER.ID– Empat kawanan maling sapi di Lumajang dibebaskan karena terjangkit virus korona. Mereka bebas setelah sempat menjalani hukuman beberapa bulan atas kasusnya itu. Humas Pengadilan Negeri Lumajang Aris Dwi Hartoyo, membenarkan kabar pembebasan tersebut.

“Ketika proses persidangan kita mengalami kesusahan, karena terdakwa mengalami terjangkit virus,” ucapnya. Sisi lain, pihak lapas dan kepolisian menolak menampung karena membahayakan tahanan lain. Karena tahanan tersebut berpotensi menyebarkan virus.

Sehingga pihak pemerintah dan pelaksana hukum bersepakat untuk kawanan maling sapi tersebut segera diselesaikan. Keempatnya sekarang sudah tidak diisolasi di Kejaksaan Negeri Lumajang. Namun sudah dipindah ke Rumah Sakit Pasirian. “Jadi kami berusaha sebisa mungkin menyelesaikan perkaranya dengan tidak mengesampingkan hukum pidana. Cuma, lamanya sesuai pertimbangan kesehatannya,” tuturnya.

Keempat terdakwa diputus oleh hakim 2 bulan 19 hari. Sedangkan masa proses hukum sampai 3 bulan. Mereka sekarang telah bebas. Hanya menjalani masa isolasi. Ada tiga pertimbangan, pertama karena barang bukti sapi telah kembali ke pemilik. Kedua, berpotensi penyebaran ke tahanan lainya. Ketiga, karena faktor kemanusiaan yang bisa membahayakan nyawa tahanan dan narapidana yang lain.

KARANGSARI.RADARJEMBER.ID– Empat kawanan maling sapi di Lumajang dibebaskan karena terjangkit virus korona. Mereka bebas setelah sempat menjalani hukuman beberapa bulan atas kasusnya itu. Humas Pengadilan Negeri Lumajang Aris Dwi Hartoyo, membenarkan kabar pembebasan tersebut.

“Ketika proses persidangan kita mengalami kesusahan, karena terdakwa mengalami terjangkit virus,” ucapnya. Sisi lain, pihak lapas dan kepolisian menolak menampung karena membahayakan tahanan lain. Karena tahanan tersebut berpotensi menyebarkan virus.

Sehingga pihak pemerintah dan pelaksana hukum bersepakat untuk kawanan maling sapi tersebut segera diselesaikan. Keempatnya sekarang sudah tidak diisolasi di Kejaksaan Negeri Lumajang. Namun sudah dipindah ke Rumah Sakit Pasirian. “Jadi kami berusaha sebisa mungkin menyelesaikan perkaranya dengan tidak mengesampingkan hukum pidana. Cuma, lamanya sesuai pertimbangan kesehatannya,” tuturnya.

Keempat terdakwa diputus oleh hakim 2 bulan 19 hari. Sedangkan masa proses hukum sampai 3 bulan. Mereka sekarang telah bebas. Hanya menjalani masa isolasi. Ada tiga pertimbangan, pertama karena barang bukti sapi telah kembali ke pemilik. Kedua, berpotensi penyebaran ke tahanan lainya. Ketiga, karena faktor kemanusiaan yang bisa membahayakan nyawa tahanan dan narapidana yang lain.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/