alexametrics
20.8 C
Jember
Saturday, 20 August 2022

Krisis Air Sepanjang Tahun 

Butuh Waktu Satu Jam untuk Bolak-Balik ke Mata Air

Mobile_AP_Rectangle 1

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Kekeringan yang ada di Kabupaten Lumajang termasuk permasalahan laten yang sulit teratasi. Kondisi tersebut ditemukan setelah pernyataan Suwardi, warga Desa Padang, Kecamatan Padang. Dirinya mengaku sejak lahir sudah dihadapkan dengan realitas sulitnya hidup mendapatkan air.

Hampir setiap minggu Suwardi mengambil air dan turun ke Desa Dawuhan. “Seminggu bisa empat kali,” ucapnya. Kehabisan air tersebut memang diakuinya sebagai permasalahan. Namun, permasalahan tersebut dipertemukan sejak dirinya masih kecil. Kini umurnya sudah mencapai 45 tahun, dan persoalan tersebut belum terselesaikan.

Karena itu, baginya, kekeringan dalam hidup keluarganya adalah suatu hal yang biasa. “Di sini tidak ada sumur. Tanah digali tidak muncul air,” ucapnya. Untuk mengambil air, dirinya harus turun. Perjalanan untuk mengambil air juga tidak mudah. Butuh menempuh waktu 1 jam perjalanan bolak-balik.

- Advertisement -

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Kekeringan yang ada di Kabupaten Lumajang termasuk permasalahan laten yang sulit teratasi. Kondisi tersebut ditemukan setelah pernyataan Suwardi, warga Desa Padang, Kecamatan Padang. Dirinya mengaku sejak lahir sudah dihadapkan dengan realitas sulitnya hidup mendapatkan air.

Hampir setiap minggu Suwardi mengambil air dan turun ke Desa Dawuhan. “Seminggu bisa empat kali,” ucapnya. Kehabisan air tersebut memang diakuinya sebagai permasalahan. Namun, permasalahan tersebut dipertemukan sejak dirinya masih kecil. Kini umurnya sudah mencapai 45 tahun, dan persoalan tersebut belum terselesaikan.

Karena itu, baginya, kekeringan dalam hidup keluarganya adalah suatu hal yang biasa. “Di sini tidak ada sumur. Tanah digali tidak muncul air,” ucapnya. Untuk mengambil air, dirinya harus turun. Perjalanan untuk mengambil air juga tidak mudah. Butuh menempuh waktu 1 jam perjalanan bolak-balik.

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Kekeringan yang ada di Kabupaten Lumajang termasuk permasalahan laten yang sulit teratasi. Kondisi tersebut ditemukan setelah pernyataan Suwardi, warga Desa Padang, Kecamatan Padang. Dirinya mengaku sejak lahir sudah dihadapkan dengan realitas sulitnya hidup mendapatkan air.

Hampir setiap minggu Suwardi mengambil air dan turun ke Desa Dawuhan. “Seminggu bisa empat kali,” ucapnya. Kehabisan air tersebut memang diakuinya sebagai permasalahan. Namun, permasalahan tersebut dipertemukan sejak dirinya masih kecil. Kini umurnya sudah mencapai 45 tahun, dan persoalan tersebut belum terselesaikan.

Karena itu, baginya, kekeringan dalam hidup keluarganya adalah suatu hal yang biasa. “Di sini tidak ada sumur. Tanah digali tidak muncul air,” ucapnya. Untuk mengambil air, dirinya harus turun. Perjalanan untuk mengambil air juga tidak mudah. Butuh menempuh waktu 1 jam perjalanan bolak-balik.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/