alexametrics
29.5 C
Jember
Wednesday, 5 October 2022

Pengemis Berkedok Amal Tempat Ibadah

Penarik amal yang ada di kawasan Lumajang membuat warga resah. Mereka meminta uang sambil membawa kotak amal. Entah uang tersebut benar-benar disalurkan untuk pembangunan masjid atau masuk kantong pribadi.

Mobile_AP_Rectangle 1

SENTUL, Radar Semeru – Fenomena penarik kotak amal makin marak. Mereka berjalan sambil membawa kotak untuk diisi uang dari para dermawan, yang katanya uang itu disumbangkan untuk pembangunan masjid. Entah benar atau tidak hasil amal itu disalurkan.

BACA JUGA : Karya Desainer Lokal Melenggang ke Jember Fashion Carnaval

Temuan itu makin banyak di Lumajang. Berdasarkan hasil pantauan, kebanyakan dari mereka merupakan warga dari kabupaten tetangga. Hampir setiap hari membawa kotak amal di sekitar wilayah pinggiran hingga Lumajang  kota.

Mobile_AP_Rectangle 2

Mereka yang tergolong lansia itu bersama sejumlah anggota rombongan diangkut mobil. Biasanya satu mobil berisi hingga enam orang. Kemudian, penarik kotak amal itu diturunkan di lokasi sasaran dan berjalan mendatangi setiap warga untuk dimintai amal.

Menurut Painem, salah satu penarik amal asal Jember, uang kotak amal tersebut nantinya akan dibagi tiga. Yaitu untuk dirinya, masjid, dan membeli bensin kendaraan.

Meski persentasenya tidak jelas, namun hasil amal bisa mereka gunakan. “Uangnya, ya, dibagi tiga. Kalau nggak gitu, saya makan dari mana,” tuturnya.

Dia menambahkan, mirisnya, ada dari beberapa golongan mereka yang benar-benar menggunakan uang amal itu untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Mereka membawa kotak amal secara individu dengan mengatasnamakan masjid. Namun, semua hasilnya masuk kantong pribadi. “Biasanya pagi mereka sudah berangkat bawa kotak dimasukkan tas. Terus berangkat dari rumah naik bus. Kadang lokasinya ya sama juga dengan saya,” imbuhnya.

Meski demikian, masih ada beberapa penarik amal yang memang menyalurkan uang amal ke arah yang benar. Seperti penarik kotak amal yang ditemui di Kali Dilem, Randuagung. Mereka yang ikut berpartisipasi hasilnya murni digunakan untuk pembangunan masjid. “Warga sini juga banyak yang narik. Hasilnya untuk pembuatan TPQ. Mereka cuma dikasik untuk beli rokok aja,” pungkasnya. (dea/c2/fid)

- Advertisement -

SENTUL, Radar Semeru – Fenomena penarik kotak amal makin marak. Mereka berjalan sambil membawa kotak untuk diisi uang dari para dermawan, yang katanya uang itu disumbangkan untuk pembangunan masjid. Entah benar atau tidak hasil amal itu disalurkan.

BACA JUGA : Karya Desainer Lokal Melenggang ke Jember Fashion Carnaval

Temuan itu makin banyak di Lumajang. Berdasarkan hasil pantauan, kebanyakan dari mereka merupakan warga dari kabupaten tetangga. Hampir setiap hari membawa kotak amal di sekitar wilayah pinggiran hingga Lumajang  kota.

Mereka yang tergolong lansia itu bersama sejumlah anggota rombongan diangkut mobil. Biasanya satu mobil berisi hingga enam orang. Kemudian, penarik kotak amal itu diturunkan di lokasi sasaran dan berjalan mendatangi setiap warga untuk dimintai amal.

Menurut Painem, salah satu penarik amal asal Jember, uang kotak amal tersebut nantinya akan dibagi tiga. Yaitu untuk dirinya, masjid, dan membeli bensin kendaraan.

Meski persentasenya tidak jelas, namun hasil amal bisa mereka gunakan. “Uangnya, ya, dibagi tiga. Kalau nggak gitu, saya makan dari mana,” tuturnya.

Dia menambahkan, mirisnya, ada dari beberapa golongan mereka yang benar-benar menggunakan uang amal itu untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Mereka membawa kotak amal secara individu dengan mengatasnamakan masjid. Namun, semua hasilnya masuk kantong pribadi. “Biasanya pagi mereka sudah berangkat bawa kotak dimasukkan tas. Terus berangkat dari rumah naik bus. Kadang lokasinya ya sama juga dengan saya,” imbuhnya.

Meski demikian, masih ada beberapa penarik amal yang memang menyalurkan uang amal ke arah yang benar. Seperti penarik kotak amal yang ditemui di Kali Dilem, Randuagung. Mereka yang ikut berpartisipasi hasilnya murni digunakan untuk pembangunan masjid. “Warga sini juga banyak yang narik. Hasilnya untuk pembuatan TPQ. Mereka cuma dikasik untuk beli rokok aja,” pungkasnya. (dea/c2/fid)

SENTUL, Radar Semeru – Fenomena penarik kotak amal makin marak. Mereka berjalan sambil membawa kotak untuk diisi uang dari para dermawan, yang katanya uang itu disumbangkan untuk pembangunan masjid. Entah benar atau tidak hasil amal itu disalurkan.

BACA JUGA : Karya Desainer Lokal Melenggang ke Jember Fashion Carnaval

Temuan itu makin banyak di Lumajang. Berdasarkan hasil pantauan, kebanyakan dari mereka merupakan warga dari kabupaten tetangga. Hampir setiap hari membawa kotak amal di sekitar wilayah pinggiran hingga Lumajang  kota.

Mereka yang tergolong lansia itu bersama sejumlah anggota rombongan diangkut mobil. Biasanya satu mobil berisi hingga enam orang. Kemudian, penarik kotak amal itu diturunkan di lokasi sasaran dan berjalan mendatangi setiap warga untuk dimintai amal.

Menurut Painem, salah satu penarik amal asal Jember, uang kotak amal tersebut nantinya akan dibagi tiga. Yaitu untuk dirinya, masjid, dan membeli bensin kendaraan.

Meski persentasenya tidak jelas, namun hasil amal bisa mereka gunakan. “Uangnya, ya, dibagi tiga. Kalau nggak gitu, saya makan dari mana,” tuturnya.

Dia menambahkan, mirisnya, ada dari beberapa golongan mereka yang benar-benar menggunakan uang amal itu untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Mereka membawa kotak amal secara individu dengan mengatasnamakan masjid. Namun, semua hasilnya masuk kantong pribadi. “Biasanya pagi mereka sudah berangkat bawa kotak dimasukkan tas. Terus berangkat dari rumah naik bus. Kadang lokasinya ya sama juga dengan saya,” imbuhnya.

Meski demikian, masih ada beberapa penarik amal yang memang menyalurkan uang amal ke arah yang benar. Seperti penarik kotak amal yang ditemui di Kali Dilem, Randuagung. Mereka yang ikut berpartisipasi hasilnya murni digunakan untuk pembangunan masjid. “Warga sini juga banyak yang narik. Hasilnya untuk pembuatan TPQ. Mereka cuma dikasik untuk beli rokok aja,” pungkasnya. (dea/c2/fid)

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/