alexametrics
28 C
Jember
Thursday, 18 August 2022

Pemuda Mabuk Di-swab Positif Covid-19

Langsung Tracing dan Dilakukan Isolasi Mandiri

Mobile_AP_Rectangle 1

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Sudah tahu kondisi pandemi dan sedang menerapkan PPKM darurat, belasan pemuda bukannya berdiam diri di rumah. Mereka malah menggelar pesta miras. Tim Hunter, kemarin malam, berhasil menjaring mereka ketika asik meneguk miras. Saat dilakukan uji swab, satu pemuda di antaranya dinyatakan terpapar korona.

Kejadian itu berlangsung pada Selasa (06/07) pukul 22.00. Seperti biasa, petugas gabungan yang terdiri atas TNI, Polri, Satpol PP Lumajang, dan Dinas Kesehatan Lumajang menyisir beberapa lokasi yang masih mengundang kerumunan. Termasuk salah satu warung kopi di Desa Condro, Kecamatan Pasirian.

Kasat Lantas Polres Lumajang AKP Bayu mengatakan, selama pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) darurat berlangsung, petugas gabungan rutin melaksanakan operasi pada malam hari. Mereka menyasar warung atau tempat-tempat yang masih ramai buka melebihi pukul 20.00.

Mobile_AP_Rectangle 2

“Ketika kami masuk salah satu warung kopi, ada satu meja yang di isi banyak pemuda. Sampai di mejanya petugas curiga. Kok itu matanya merah. Kemudian, bau-baunya kok seperti bau alkohol. Akhirnya, kami langsung keliling dan menemukan beberapa botol tanggung berisi minuman oplosan di sekitar warung,” jelasnya.

Sontak, kejadian itu memicu amarah petugas. Sebab, bukannya berdiam diri di dalam rumah, mereka justru berkerumun di dalam warung. Lebih lagi, mereka didapati menenggak miras oplosan. Minuman yang diracik dari alkohol 70 persen dan beberapa minuman suplemen berenergi sebagai campuran.

- Advertisement -

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Sudah tahu kondisi pandemi dan sedang menerapkan PPKM darurat, belasan pemuda bukannya berdiam diri di rumah. Mereka malah menggelar pesta miras. Tim Hunter, kemarin malam, berhasil menjaring mereka ketika asik meneguk miras. Saat dilakukan uji swab, satu pemuda di antaranya dinyatakan terpapar korona.

Kejadian itu berlangsung pada Selasa (06/07) pukul 22.00. Seperti biasa, petugas gabungan yang terdiri atas TNI, Polri, Satpol PP Lumajang, dan Dinas Kesehatan Lumajang menyisir beberapa lokasi yang masih mengundang kerumunan. Termasuk salah satu warung kopi di Desa Condro, Kecamatan Pasirian.

Kasat Lantas Polres Lumajang AKP Bayu mengatakan, selama pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) darurat berlangsung, petugas gabungan rutin melaksanakan operasi pada malam hari. Mereka menyasar warung atau tempat-tempat yang masih ramai buka melebihi pukul 20.00.

“Ketika kami masuk salah satu warung kopi, ada satu meja yang di isi banyak pemuda. Sampai di mejanya petugas curiga. Kok itu matanya merah. Kemudian, bau-baunya kok seperti bau alkohol. Akhirnya, kami langsung keliling dan menemukan beberapa botol tanggung berisi minuman oplosan di sekitar warung,” jelasnya.

Sontak, kejadian itu memicu amarah petugas. Sebab, bukannya berdiam diri di dalam rumah, mereka justru berkerumun di dalam warung. Lebih lagi, mereka didapati menenggak miras oplosan. Minuman yang diracik dari alkohol 70 persen dan beberapa minuman suplemen berenergi sebagai campuran.

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Sudah tahu kondisi pandemi dan sedang menerapkan PPKM darurat, belasan pemuda bukannya berdiam diri di rumah. Mereka malah menggelar pesta miras. Tim Hunter, kemarin malam, berhasil menjaring mereka ketika asik meneguk miras. Saat dilakukan uji swab, satu pemuda di antaranya dinyatakan terpapar korona.

Kejadian itu berlangsung pada Selasa (06/07) pukul 22.00. Seperti biasa, petugas gabungan yang terdiri atas TNI, Polri, Satpol PP Lumajang, dan Dinas Kesehatan Lumajang menyisir beberapa lokasi yang masih mengundang kerumunan. Termasuk salah satu warung kopi di Desa Condro, Kecamatan Pasirian.

Kasat Lantas Polres Lumajang AKP Bayu mengatakan, selama pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) darurat berlangsung, petugas gabungan rutin melaksanakan operasi pada malam hari. Mereka menyasar warung atau tempat-tempat yang masih ramai buka melebihi pukul 20.00.

“Ketika kami masuk salah satu warung kopi, ada satu meja yang di isi banyak pemuda. Sampai di mejanya petugas curiga. Kok itu matanya merah. Kemudian, bau-baunya kok seperti bau alkohol. Akhirnya, kami langsung keliling dan menemukan beberapa botol tanggung berisi minuman oplosan di sekitar warung,” jelasnya.

Sontak, kejadian itu memicu amarah petugas. Sebab, bukannya berdiam diri di dalam rumah, mereka justru berkerumun di dalam warung. Lebih lagi, mereka didapati menenggak miras oplosan. Minuman yang diracik dari alkohol 70 persen dan beberapa minuman suplemen berenergi sebagai campuran.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/