alexametrics
31.2 C
Jember
Tuesday, 17 May 2022

Tetap Sering Diabaikan

Polres Lakukan Pendekatan pada Komunitas

Mobile_AP_Rectangle 1

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Viralnya aksi pemuda yang mengendarai truk oleng menjadi atensi Polres Lumajang. Sebab, aksi tersebut sangat membahayakan. Apalagi video yang telah ramai di media sosial tersebut memperlihatkan sejumlah penumpang berada di bak truk.

Meski pengemudi telah dipanggil dan membuat pernyataan, hal tersebut dianggap angin lalu sebagian sopir lain. Mereka tidak menggubris larangan mengangkut penumpang di truk maupun pikap.

Seperti yang terjadi di salah satu jalan raya, tepatnya Desa Ditotrunan, beberapa waktu lalu. Truk berwarna kuning terlihat membawa sejumlah penumpang di bak. Bergerombol dalam satu truk dan tanpa memakai masker.

Mobile_AP_Rectangle 2

Kepala Satuan Lalu Lintas Polres Lumajang AKP Bayu Halim Nugroho mengatakan, ada dua jenis kendaraan pengangkut. Yakni pengangkut barang dan penumpang (orang, Red). “Yang terjadi di lapangan justru sebaliknya. Kendaraan pengangkut barang digunakan untuk mengangkut orang. Sedangkan kendaraan khusus mengangkut penumpang justru digunakan sebagai angkutan barang,” katanya.

Hal tersebut sering terjadi. Padahal, para pengemudi sudah banyak mengetahui aturan tersebut. “Apalagi bagi para sopir truk. Mereka tahu tidak boleh mengangkut orang. Tapi, kenyataannya masih diabaikan juga. Sama seperti pengemudi kendaraan penumpang. Mereka juga tahu aturan itu. Namun, kalau dilihat lagi, banyak yang melanggar, terutama saat mudik. Banyak kendaraan pribadi yang justru diisi barang-barang seperti sepeda di atas mobil,” jelasnya.

- Advertisement -

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Viralnya aksi pemuda yang mengendarai truk oleng menjadi atensi Polres Lumajang. Sebab, aksi tersebut sangat membahayakan. Apalagi video yang telah ramai di media sosial tersebut memperlihatkan sejumlah penumpang berada di bak truk.

Meski pengemudi telah dipanggil dan membuat pernyataan, hal tersebut dianggap angin lalu sebagian sopir lain. Mereka tidak menggubris larangan mengangkut penumpang di truk maupun pikap.

Seperti yang terjadi di salah satu jalan raya, tepatnya Desa Ditotrunan, beberapa waktu lalu. Truk berwarna kuning terlihat membawa sejumlah penumpang di bak. Bergerombol dalam satu truk dan tanpa memakai masker.

Kepala Satuan Lalu Lintas Polres Lumajang AKP Bayu Halim Nugroho mengatakan, ada dua jenis kendaraan pengangkut. Yakni pengangkut barang dan penumpang (orang, Red). “Yang terjadi di lapangan justru sebaliknya. Kendaraan pengangkut barang digunakan untuk mengangkut orang. Sedangkan kendaraan khusus mengangkut penumpang justru digunakan sebagai angkutan barang,” katanya.

Hal tersebut sering terjadi. Padahal, para pengemudi sudah banyak mengetahui aturan tersebut. “Apalagi bagi para sopir truk. Mereka tahu tidak boleh mengangkut orang. Tapi, kenyataannya masih diabaikan juga. Sama seperti pengemudi kendaraan penumpang. Mereka juga tahu aturan itu. Namun, kalau dilihat lagi, banyak yang melanggar, terutama saat mudik. Banyak kendaraan pribadi yang justru diisi barang-barang seperti sepeda di atas mobil,” jelasnya.

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Viralnya aksi pemuda yang mengendarai truk oleng menjadi atensi Polres Lumajang. Sebab, aksi tersebut sangat membahayakan. Apalagi video yang telah ramai di media sosial tersebut memperlihatkan sejumlah penumpang berada di bak truk.

Meski pengemudi telah dipanggil dan membuat pernyataan, hal tersebut dianggap angin lalu sebagian sopir lain. Mereka tidak menggubris larangan mengangkut penumpang di truk maupun pikap.

Seperti yang terjadi di salah satu jalan raya, tepatnya Desa Ditotrunan, beberapa waktu lalu. Truk berwarna kuning terlihat membawa sejumlah penumpang di bak. Bergerombol dalam satu truk dan tanpa memakai masker.

Kepala Satuan Lalu Lintas Polres Lumajang AKP Bayu Halim Nugroho mengatakan, ada dua jenis kendaraan pengangkut. Yakni pengangkut barang dan penumpang (orang, Red). “Yang terjadi di lapangan justru sebaliknya. Kendaraan pengangkut barang digunakan untuk mengangkut orang. Sedangkan kendaraan khusus mengangkut penumpang justru digunakan sebagai angkutan barang,” katanya.

Hal tersebut sering terjadi. Padahal, para pengemudi sudah banyak mengetahui aturan tersebut. “Apalagi bagi para sopir truk. Mereka tahu tidak boleh mengangkut orang. Tapi, kenyataannya masih diabaikan juga. Sama seperti pengemudi kendaraan penumpang. Mereka juga tahu aturan itu. Namun, kalau dilihat lagi, banyak yang melanggar, terutama saat mudik. Banyak kendaraan pribadi yang justru diisi barang-barang seperti sepeda di atas mobil,” jelasnya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/