alexametrics
24.9 C
Jember
Friday, 20 May 2022

Capaian Pajak Pasir Rp 2,5 Miliar

Mobile_AP_Rectangle 1

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Capaian pajak dari mineral bukan logam dan batuan atau sektor pertambangan pasir di Lumajang tampaknya tidak jauh berbeda dengan tahun sebelumnya. Bahkan, tahun ini sepertinya semakin merosot. Padahal, penertiban sopir maupun beberapa lokasi pertambangan pasir juga cukup sering. Namun, hasilnya belum terlihat signifikan.

Untuk diketahui, tahun 2020 target pajak sudah diturunkan cukup banyak, yaitu dari Rp 37 miliar menjadi Rp 13 miliar. Tetapi, realisasinya hanya sekitar Rp 6,7 miliar. Nah, tahun ini pemkab kembali optimistis dengan menaikkan target menjadi Rp 25 miliar. Sayangnya, sampai 3 Juni kemarin, baru terealisasi 2,5 miliar.

Untuk mengejar target tersebut, idealnya setiap bulan minimal dapat merealisasikan sekitar Rp 2 miliar. Tetapi, informasi yang berhasil dihimpun Jawa Pos Radar Semeru, sejak Januari hingga Mei, paling besar capaiannya hanya sekitar Rp 688 juta. Itu pun hanya sekali, lainnya Rp 625 juta dan paling rendah Rp 295 juta setiap bulan.

Mobile_AP_Rectangle 2

Kepala Badan Pajak dan Retribusi Daerah (BPRD) Lumajang Hari Susiati mengatakan, capaian pajak tersebut merupakan pendapatan yang berhasil dimasukkan ke kas Pemkab Lumajang. Sedangkan yang belum masuk juga cukup banyak. Bahkan, beberapa penambang ada yang memiliki piutang cukup besar.

- Advertisement -

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Capaian pajak dari mineral bukan logam dan batuan atau sektor pertambangan pasir di Lumajang tampaknya tidak jauh berbeda dengan tahun sebelumnya. Bahkan, tahun ini sepertinya semakin merosot. Padahal, penertiban sopir maupun beberapa lokasi pertambangan pasir juga cukup sering. Namun, hasilnya belum terlihat signifikan.

Untuk diketahui, tahun 2020 target pajak sudah diturunkan cukup banyak, yaitu dari Rp 37 miliar menjadi Rp 13 miliar. Tetapi, realisasinya hanya sekitar Rp 6,7 miliar. Nah, tahun ini pemkab kembali optimistis dengan menaikkan target menjadi Rp 25 miliar. Sayangnya, sampai 3 Juni kemarin, baru terealisasi 2,5 miliar.

Untuk mengejar target tersebut, idealnya setiap bulan minimal dapat merealisasikan sekitar Rp 2 miliar. Tetapi, informasi yang berhasil dihimpun Jawa Pos Radar Semeru, sejak Januari hingga Mei, paling besar capaiannya hanya sekitar Rp 688 juta. Itu pun hanya sekali, lainnya Rp 625 juta dan paling rendah Rp 295 juta setiap bulan.

Kepala Badan Pajak dan Retribusi Daerah (BPRD) Lumajang Hari Susiati mengatakan, capaian pajak tersebut merupakan pendapatan yang berhasil dimasukkan ke kas Pemkab Lumajang. Sedangkan yang belum masuk juga cukup banyak. Bahkan, beberapa penambang ada yang memiliki piutang cukup besar.

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Capaian pajak dari mineral bukan logam dan batuan atau sektor pertambangan pasir di Lumajang tampaknya tidak jauh berbeda dengan tahun sebelumnya. Bahkan, tahun ini sepertinya semakin merosot. Padahal, penertiban sopir maupun beberapa lokasi pertambangan pasir juga cukup sering. Namun, hasilnya belum terlihat signifikan.

Untuk diketahui, tahun 2020 target pajak sudah diturunkan cukup banyak, yaitu dari Rp 37 miliar menjadi Rp 13 miliar. Tetapi, realisasinya hanya sekitar Rp 6,7 miliar. Nah, tahun ini pemkab kembali optimistis dengan menaikkan target menjadi Rp 25 miliar. Sayangnya, sampai 3 Juni kemarin, baru terealisasi 2,5 miliar.

Untuk mengejar target tersebut, idealnya setiap bulan minimal dapat merealisasikan sekitar Rp 2 miliar. Tetapi, informasi yang berhasil dihimpun Jawa Pos Radar Semeru, sejak Januari hingga Mei, paling besar capaiannya hanya sekitar Rp 688 juta. Itu pun hanya sekali, lainnya Rp 625 juta dan paling rendah Rp 295 juta setiap bulan.

Kepala Badan Pajak dan Retribusi Daerah (BPRD) Lumajang Hari Susiati mengatakan, capaian pajak tersebut merupakan pendapatan yang berhasil dimasukkan ke kas Pemkab Lumajang. Sedangkan yang belum masuk juga cukup banyak. Bahkan, beberapa penambang ada yang memiliki piutang cukup besar.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/