alexametrics
29 C
Jember
Sunday, 26 June 2022

Kawal Pilkades Serentak Pertama

Mobile_AP_Rectangle 1

Selain ada pemilu lainnya, pilkades serentak tersebut guna memotong intervensi dalam pemerintahan desa. “Kalau pilkades satu per satu pasti ada oknum yang menunggangi. Sehingga akan menjadikan pemerintahan desa tidak sehat. Bisa jadi, baik pemimpin maupun perangkat desa, memiliki beban tertentu yang harus dibalas. Ini yang tidak kami inginkan. Oleh sebab itu, kami putuskan untuk menyelenggarakan serentak agar tidak terintervensi,” tuturnya.

Perjuangan panjang itu membuahkan hasil. Pilkades serentak mulai diterapkan. “Saya tidak tahu pasti apakah aturan itu keluar karena Lumajang atau tidak. Yang jelas, Lumajang memaparkan konsep pilkades serentak ke kementerian. Saya mendampingi kabid saat pemaparan. Dan memang setelah pemaparan itu terbit aturan baru pilkades,” tambahnya.

Pilkades tersebut juga berjalan lancar. Semua desa melakukan pilkades serentak secara bergelombang. “Memang namanya serentak. Tetapi, pelaksanaannya dilakukan secara bersama-sama di beberapa desa dalam kurun waktu yang tidak lama dari pilkades lainnya. Total ada 32 desa yang ikut kontestasi pilkades serentak pertama,” lanjut bapak dua anak tersebut.

Mobile_AP_Rectangle 2

Lelaki yang kini menjabat sebagai Kepala Bidang Pemerintahan Desa Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (DPMD) Lumajang itu bersyukur, pilkades serentak bisa terus dilakukan. “Keberhasilan pilkades pertama membawa kepercayaan besar di masyarakat. Sehingga pilkades serentak selanjutnya juga dilakukan tanpa hambatan,” pungkasnya.

Jurnalis: mg2
Fotografer: Muhammad Sidikin Ali
Editor: Hafid Asnan

- Advertisement -

Selain ada pemilu lainnya, pilkades serentak tersebut guna memotong intervensi dalam pemerintahan desa. “Kalau pilkades satu per satu pasti ada oknum yang menunggangi. Sehingga akan menjadikan pemerintahan desa tidak sehat. Bisa jadi, baik pemimpin maupun perangkat desa, memiliki beban tertentu yang harus dibalas. Ini yang tidak kami inginkan. Oleh sebab itu, kami putuskan untuk menyelenggarakan serentak agar tidak terintervensi,” tuturnya.

Perjuangan panjang itu membuahkan hasil. Pilkades serentak mulai diterapkan. “Saya tidak tahu pasti apakah aturan itu keluar karena Lumajang atau tidak. Yang jelas, Lumajang memaparkan konsep pilkades serentak ke kementerian. Saya mendampingi kabid saat pemaparan. Dan memang setelah pemaparan itu terbit aturan baru pilkades,” tambahnya.

Pilkades tersebut juga berjalan lancar. Semua desa melakukan pilkades serentak secara bergelombang. “Memang namanya serentak. Tetapi, pelaksanaannya dilakukan secara bersama-sama di beberapa desa dalam kurun waktu yang tidak lama dari pilkades lainnya. Total ada 32 desa yang ikut kontestasi pilkades serentak pertama,” lanjut bapak dua anak tersebut.

Lelaki yang kini menjabat sebagai Kepala Bidang Pemerintahan Desa Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (DPMD) Lumajang itu bersyukur, pilkades serentak bisa terus dilakukan. “Keberhasilan pilkades pertama membawa kepercayaan besar di masyarakat. Sehingga pilkades serentak selanjutnya juga dilakukan tanpa hambatan,” pungkasnya.

Jurnalis: mg2
Fotografer: Muhammad Sidikin Ali
Editor: Hafid Asnan

Selain ada pemilu lainnya, pilkades serentak tersebut guna memotong intervensi dalam pemerintahan desa. “Kalau pilkades satu per satu pasti ada oknum yang menunggangi. Sehingga akan menjadikan pemerintahan desa tidak sehat. Bisa jadi, baik pemimpin maupun perangkat desa, memiliki beban tertentu yang harus dibalas. Ini yang tidak kami inginkan. Oleh sebab itu, kami putuskan untuk menyelenggarakan serentak agar tidak terintervensi,” tuturnya.

Perjuangan panjang itu membuahkan hasil. Pilkades serentak mulai diterapkan. “Saya tidak tahu pasti apakah aturan itu keluar karena Lumajang atau tidak. Yang jelas, Lumajang memaparkan konsep pilkades serentak ke kementerian. Saya mendampingi kabid saat pemaparan. Dan memang setelah pemaparan itu terbit aturan baru pilkades,” tambahnya.

Pilkades tersebut juga berjalan lancar. Semua desa melakukan pilkades serentak secara bergelombang. “Memang namanya serentak. Tetapi, pelaksanaannya dilakukan secara bersama-sama di beberapa desa dalam kurun waktu yang tidak lama dari pilkades lainnya. Total ada 32 desa yang ikut kontestasi pilkades serentak pertama,” lanjut bapak dua anak tersebut.

Lelaki yang kini menjabat sebagai Kepala Bidang Pemerintahan Desa Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (DPMD) Lumajang itu bersyukur, pilkades serentak bisa terus dilakukan. “Keberhasilan pilkades pertama membawa kepercayaan besar di masyarakat. Sehingga pilkades serentak selanjutnya juga dilakukan tanpa hambatan,” pungkasnya.

Jurnalis: mg2
Fotografer: Muhammad Sidikin Ali
Editor: Hafid Asnan

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/