alexametrics
28.7 C
Jember
Thursday, 26 May 2022

Dakwah melalui Motivasi dan Terapi

Mobile_AP_Rectangle 1

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Generasi muda adalah generasi penerus bangsa. Hal tersebut selalu digaungkan di mana-mana. Tak terkecuali dalam penyebaran ilmu agama. Memang, masa muda penuh dengan banyak cerita. Oleh sebab itu, generasi muda menjadi salah satu sasaran strategis dalam pengembangan nilai-nilai agama.

Chudzil Hikmat, misalnya. Lelaki yang memilih berdakwah dengan metode motivasi dan terapi tersebut lebih banyak berdakwah dengan generasi muda. Menurutnya, banyak anak muda yang kebingungan bahkan kehilangan tujuan hidupnya. “Sering kali, saya bertemu dengan banyak anak muda yang bingung masa depannya,” ungkapnya.

Hikmat, sapaan akrabnya, mengatakan, hal tersebut wajar. Sebab, kondisi psikologi anak muda masih labil. “Hal itulah yang membuat mereka bingung. Yang jadi persoalan adalah, kebingungan mereka tidak sebentar. Bahkan hingga menuju dewasa, mereka masih belum tahu tujuan hidupnya apa,” katanya.

Mobile_AP_Rectangle 2

Trainer dan terapis tersebut menjelaskan, penyebab kebingungan yang paling umum adalah tidak adanya keinginan dalam hidup. “Pernah suatu saat ada yang datang ke saya memohon bantuan untuk memberikan terapi ke adiknya. Sebab, setelah SMA hingga umur 25 tahun, dia tidak melakukan apa pun. Hanya makan, tidur, dan di rumah saja. Bahkan, untuk beribadah seperti salat saja dia tidak mau. Bertemu pertama kali, saya tahu bahwa anak itu tidak punya keinginan apa pun. Itu penyebabnya,” jelasnya.

Dia menuturkan, hingga beberapa kali pertemuan, anak tersebut belum memiliki keinginan. “Saya meminta dia untuk duduk dan melihat orang-orang di diler motor. Saya katakan ke dia, duduk saja di sini dan lihat orang-orang sampai ada keinginan untuk beli sepeda motor. Nah, setelah saya memberi tahu hal tersebut, dia mendatangi saya dan mengatakan kalau dia ingin berubah,” tuturnya.

- Advertisement -

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Generasi muda adalah generasi penerus bangsa. Hal tersebut selalu digaungkan di mana-mana. Tak terkecuali dalam penyebaran ilmu agama. Memang, masa muda penuh dengan banyak cerita. Oleh sebab itu, generasi muda menjadi salah satu sasaran strategis dalam pengembangan nilai-nilai agama.

Chudzil Hikmat, misalnya. Lelaki yang memilih berdakwah dengan metode motivasi dan terapi tersebut lebih banyak berdakwah dengan generasi muda. Menurutnya, banyak anak muda yang kebingungan bahkan kehilangan tujuan hidupnya. “Sering kali, saya bertemu dengan banyak anak muda yang bingung masa depannya,” ungkapnya.

Hikmat, sapaan akrabnya, mengatakan, hal tersebut wajar. Sebab, kondisi psikologi anak muda masih labil. “Hal itulah yang membuat mereka bingung. Yang jadi persoalan adalah, kebingungan mereka tidak sebentar. Bahkan hingga menuju dewasa, mereka masih belum tahu tujuan hidupnya apa,” katanya.

Trainer dan terapis tersebut menjelaskan, penyebab kebingungan yang paling umum adalah tidak adanya keinginan dalam hidup. “Pernah suatu saat ada yang datang ke saya memohon bantuan untuk memberikan terapi ke adiknya. Sebab, setelah SMA hingga umur 25 tahun, dia tidak melakukan apa pun. Hanya makan, tidur, dan di rumah saja. Bahkan, untuk beribadah seperti salat saja dia tidak mau. Bertemu pertama kali, saya tahu bahwa anak itu tidak punya keinginan apa pun. Itu penyebabnya,” jelasnya.

Dia menuturkan, hingga beberapa kali pertemuan, anak tersebut belum memiliki keinginan. “Saya meminta dia untuk duduk dan melihat orang-orang di diler motor. Saya katakan ke dia, duduk saja di sini dan lihat orang-orang sampai ada keinginan untuk beli sepeda motor. Nah, setelah saya memberi tahu hal tersebut, dia mendatangi saya dan mengatakan kalau dia ingin berubah,” tuturnya.

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Generasi muda adalah generasi penerus bangsa. Hal tersebut selalu digaungkan di mana-mana. Tak terkecuali dalam penyebaran ilmu agama. Memang, masa muda penuh dengan banyak cerita. Oleh sebab itu, generasi muda menjadi salah satu sasaran strategis dalam pengembangan nilai-nilai agama.

Chudzil Hikmat, misalnya. Lelaki yang memilih berdakwah dengan metode motivasi dan terapi tersebut lebih banyak berdakwah dengan generasi muda. Menurutnya, banyak anak muda yang kebingungan bahkan kehilangan tujuan hidupnya. “Sering kali, saya bertemu dengan banyak anak muda yang bingung masa depannya,” ungkapnya.

Hikmat, sapaan akrabnya, mengatakan, hal tersebut wajar. Sebab, kondisi psikologi anak muda masih labil. “Hal itulah yang membuat mereka bingung. Yang jadi persoalan adalah, kebingungan mereka tidak sebentar. Bahkan hingga menuju dewasa, mereka masih belum tahu tujuan hidupnya apa,” katanya.

Trainer dan terapis tersebut menjelaskan, penyebab kebingungan yang paling umum adalah tidak adanya keinginan dalam hidup. “Pernah suatu saat ada yang datang ke saya memohon bantuan untuk memberikan terapi ke adiknya. Sebab, setelah SMA hingga umur 25 tahun, dia tidak melakukan apa pun. Hanya makan, tidur, dan di rumah saja. Bahkan, untuk beribadah seperti salat saja dia tidak mau. Bertemu pertama kali, saya tahu bahwa anak itu tidak punya keinginan apa pun. Itu penyebabnya,” jelasnya.

Dia menuturkan, hingga beberapa kali pertemuan, anak tersebut belum memiliki keinginan. “Saya meminta dia untuk duduk dan melihat orang-orang di diler motor. Saya katakan ke dia, duduk saja di sini dan lihat orang-orang sampai ada keinginan untuk beli sepeda motor. Nah, setelah saya memberi tahu hal tersebut, dia mendatangi saya dan mengatakan kalau dia ingin berubah,” tuturnya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/