alexametrics
23.3 C
Jember
Friday, 27 May 2022

Plengsengan Curah Mayit Longsor

Hampir Sebulan Belum Dilakukan Perbaikan

Mobile_AP_Rectangle 1

RANDUAGUNG, Radar Semeru – Warga yang melintas di jalan kabupaten tepatnya Dusun Curah Mayit, Desa/Kecamatan Randuagung, harus lebih berhati-hati. Sebab, salah satu tebing penahan sungai dan jalan itu longsor. Memang peristiwa itu sudah terjadi beberapa pekan lalu. Namun, kerawanan di musim hujan ini tak terhindarkan karena belum ada perbaikan.

Informasi yang berhasil dihimpun Jawa Pos Radar Semeru, plengsengan itu longsor lantaran tak kuat menahan derasnya air hujan. Letak plengsengan itu memang berada di salah satu belokan jalan dan di samping sungai. Praktis, tanah tebing tidak kuat menahan laju air. Plengsengan pun longsor dan membahayakan pengendara.

“Sudah hampir sebulan kondisinya seperti itu. Penyebabnya hujan deras. Awalnya memang kecil dan sedikit. Tapi, sekarang sudah sangat lebar dan hampir mengenai jalan. Semoga segera ada penanganan dari pemerintah,” ungkap Hanep, warga setempat.

Mobile_AP_Rectangle 2

Pemerintah setempat langsung turun tangan. Papan peringatan di dua arah sudah terpasang. Garis polisi dan pembatas juga dipasang agar pengendara aman. Pantauan di lapangan, tebing penahan yang longsor itu hanya tersisa beberapa sentimeter saja dari jalan. Bahkan di dua titik, kikisan itu berhenti tepat mengenai jalan. Akibatnya badan jalan mulai retak.

- Advertisement -

RANDUAGUNG, Radar Semeru – Warga yang melintas di jalan kabupaten tepatnya Dusun Curah Mayit, Desa/Kecamatan Randuagung, harus lebih berhati-hati. Sebab, salah satu tebing penahan sungai dan jalan itu longsor. Memang peristiwa itu sudah terjadi beberapa pekan lalu. Namun, kerawanan di musim hujan ini tak terhindarkan karena belum ada perbaikan.

Informasi yang berhasil dihimpun Jawa Pos Radar Semeru, plengsengan itu longsor lantaran tak kuat menahan derasnya air hujan. Letak plengsengan itu memang berada di salah satu belokan jalan dan di samping sungai. Praktis, tanah tebing tidak kuat menahan laju air. Plengsengan pun longsor dan membahayakan pengendara.

“Sudah hampir sebulan kondisinya seperti itu. Penyebabnya hujan deras. Awalnya memang kecil dan sedikit. Tapi, sekarang sudah sangat lebar dan hampir mengenai jalan. Semoga segera ada penanganan dari pemerintah,” ungkap Hanep, warga setempat.

Pemerintah setempat langsung turun tangan. Papan peringatan di dua arah sudah terpasang. Garis polisi dan pembatas juga dipasang agar pengendara aman. Pantauan di lapangan, tebing penahan yang longsor itu hanya tersisa beberapa sentimeter saja dari jalan. Bahkan di dua titik, kikisan itu berhenti tepat mengenai jalan. Akibatnya badan jalan mulai retak.

RANDUAGUNG, Radar Semeru – Warga yang melintas di jalan kabupaten tepatnya Dusun Curah Mayit, Desa/Kecamatan Randuagung, harus lebih berhati-hati. Sebab, salah satu tebing penahan sungai dan jalan itu longsor. Memang peristiwa itu sudah terjadi beberapa pekan lalu. Namun, kerawanan di musim hujan ini tak terhindarkan karena belum ada perbaikan.

Informasi yang berhasil dihimpun Jawa Pos Radar Semeru, plengsengan itu longsor lantaran tak kuat menahan derasnya air hujan. Letak plengsengan itu memang berada di salah satu belokan jalan dan di samping sungai. Praktis, tanah tebing tidak kuat menahan laju air. Plengsengan pun longsor dan membahayakan pengendara.

“Sudah hampir sebulan kondisinya seperti itu. Penyebabnya hujan deras. Awalnya memang kecil dan sedikit. Tapi, sekarang sudah sangat lebar dan hampir mengenai jalan. Semoga segera ada penanganan dari pemerintah,” ungkap Hanep, warga setempat.

Pemerintah setempat langsung turun tangan. Papan peringatan di dua arah sudah terpasang. Garis polisi dan pembatas juga dipasang agar pengendara aman. Pantauan di lapangan, tebing penahan yang longsor itu hanya tersisa beberapa sentimeter saja dari jalan. Bahkan di dua titik, kikisan itu berhenti tepat mengenai jalan. Akibatnya badan jalan mulai retak.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/