alexametrics
23.9 C
Jember
Sunday, 29 May 2022

Sekolah Bisa Terancam Regrouping

Mobile_AP_Rectangle 1

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Minimnya pendaftar murid baru di SDN yang ada di Lumajang direspons DPRD Lumajang. Menurutnya, pemerintah harus lebih tegas memberikan sanksi kepada sekolah-sekolah swasta yang menerima murid melebihi pagu rombel yang dimiliki. Sebab, jika tidak, sekolah negeri yang minim murid bisa terancam regrouping.

Diakui, setiap tahun jumlah murid sekolah negeri terus menurun. Kepercayaan orang tua dalam menyekolahkan anaknya di sekolah negeri juga terus terkikis. Kondisi itu diakibatkan inovasi maupun kreativitas yang dilakukan sekolah stagnan. Karenanya, orang tua lebih tertarik ke sekolah swasta.

Anggota Komisi D DPRD Lumajang Sugianto mengatakan, sosialisasi PPDB harus sampai pada grass root. Artinya, guru-guru yang ada di sekolah itu harus proaktif mendatangi masyarakat. Mendatangi rumah warga untuk sekadar melakukan silaturahmi. Tentu tujuannya supaya kepercayaan kepada sekolah itu semakin menguat.

Mobile_AP_Rectangle 2

Menurutnya, membendung sekolah swasta dalam menerima murid memang tidak mungkin dilakukan. Tetapi, ada cara-cara lain yang mungkin bisa dipertimbangkan. “Misalnya ada kebijakan kalau melebihi rombel, dana bantuan operasionalnya tidak diberikan atau punishment lain-lainnya,” katanya.

- Advertisement -

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Minimnya pendaftar murid baru di SDN yang ada di Lumajang direspons DPRD Lumajang. Menurutnya, pemerintah harus lebih tegas memberikan sanksi kepada sekolah-sekolah swasta yang menerima murid melebihi pagu rombel yang dimiliki. Sebab, jika tidak, sekolah negeri yang minim murid bisa terancam regrouping.

Diakui, setiap tahun jumlah murid sekolah negeri terus menurun. Kepercayaan orang tua dalam menyekolahkan anaknya di sekolah negeri juga terus terkikis. Kondisi itu diakibatkan inovasi maupun kreativitas yang dilakukan sekolah stagnan. Karenanya, orang tua lebih tertarik ke sekolah swasta.

Anggota Komisi D DPRD Lumajang Sugianto mengatakan, sosialisasi PPDB harus sampai pada grass root. Artinya, guru-guru yang ada di sekolah itu harus proaktif mendatangi masyarakat. Mendatangi rumah warga untuk sekadar melakukan silaturahmi. Tentu tujuannya supaya kepercayaan kepada sekolah itu semakin menguat.

Menurutnya, membendung sekolah swasta dalam menerima murid memang tidak mungkin dilakukan. Tetapi, ada cara-cara lain yang mungkin bisa dipertimbangkan. “Misalnya ada kebijakan kalau melebihi rombel, dana bantuan operasionalnya tidak diberikan atau punishment lain-lainnya,” katanya.

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Minimnya pendaftar murid baru di SDN yang ada di Lumajang direspons DPRD Lumajang. Menurutnya, pemerintah harus lebih tegas memberikan sanksi kepada sekolah-sekolah swasta yang menerima murid melebihi pagu rombel yang dimiliki. Sebab, jika tidak, sekolah negeri yang minim murid bisa terancam regrouping.

Diakui, setiap tahun jumlah murid sekolah negeri terus menurun. Kepercayaan orang tua dalam menyekolahkan anaknya di sekolah negeri juga terus terkikis. Kondisi itu diakibatkan inovasi maupun kreativitas yang dilakukan sekolah stagnan. Karenanya, orang tua lebih tertarik ke sekolah swasta.

Anggota Komisi D DPRD Lumajang Sugianto mengatakan, sosialisasi PPDB harus sampai pada grass root. Artinya, guru-guru yang ada di sekolah itu harus proaktif mendatangi masyarakat. Mendatangi rumah warga untuk sekadar melakukan silaturahmi. Tentu tujuannya supaya kepercayaan kepada sekolah itu semakin menguat.

Menurutnya, membendung sekolah swasta dalam menerima murid memang tidak mungkin dilakukan. Tetapi, ada cara-cara lain yang mungkin bisa dipertimbangkan. “Misalnya ada kebijakan kalau melebihi rombel, dana bantuan operasionalnya tidak diberikan atau punishment lain-lainnya,” katanya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/