alexametrics
26.8 C
Jember
Saturday, 21 May 2022

Musnahkan 3.246 Botol Miras dan 130 Knalpot

Operasi Pekat dan Senyap, Hasilnya Banyak Tangkapan

Mobile_AP_Rectangle 1

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Operasi pekat selama bulan Maret telah berakhir. Hasilnya, sebanyak 3.246 botol miras ilegal, 130 knalpot brong, dan ribuan narkoba berhasil diamankan. Selanjutnya, barang bukti tersebut dimusnahkan di halaman Gedung Olahraga (GOR) Wira Bhakti, kemarin.

Selain mengamankan barang bukti, operasi pekat juga berhasil mengamankan 38 tersangka miras ilegal dan 8 tersangka narkoba. “Tersangka miras dijerat sesuai undang-undang yang berlaku dan dikenakan pasal tindak pidana ringan. Sedangkan tersangka narkoba kami jerat dengan pasal psikotropika,” kata Kapolres Lumajang AKBP Eka Yekti.

Operasi tersebut merupakan komitmen dan sinergisitas polisi dengan pihak lain sebagai upaya mewujudkan keamanan, kenyamanan, dan ketertiban di masyarakat. “Ini bentuk sinergisitas kami dengan beberapa instansi untuk menciptakan situasi yang aman, kondusif, nyaman, khusyuk. Terutama menyambut bulan Ramadan,” ucapnya.

Mobile_AP_Rectangle 2

Eka menjelaskan, pihaknya memusnahkan barang bukti miras dan knalpot. Sementara, barang bukti narkoba masih diamankan di kejaksaan negeri. “Barang bukti operasi pekat seperti botol miras dan knalpot yang membuat bising, kami musnahkan hari ini (kemarin, Red). Sedangkan narkoba masih ada di kejaksaan sebagai bagian dari proses hukum selanjutnya. Karena proses hukum narkoba masih berlanjut,” jelasnya.

- Advertisement -

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Operasi pekat selama bulan Maret telah berakhir. Hasilnya, sebanyak 3.246 botol miras ilegal, 130 knalpot brong, dan ribuan narkoba berhasil diamankan. Selanjutnya, barang bukti tersebut dimusnahkan di halaman Gedung Olahraga (GOR) Wira Bhakti, kemarin.

Selain mengamankan barang bukti, operasi pekat juga berhasil mengamankan 38 tersangka miras ilegal dan 8 tersangka narkoba. “Tersangka miras dijerat sesuai undang-undang yang berlaku dan dikenakan pasal tindak pidana ringan. Sedangkan tersangka narkoba kami jerat dengan pasal psikotropika,” kata Kapolres Lumajang AKBP Eka Yekti.

Operasi tersebut merupakan komitmen dan sinergisitas polisi dengan pihak lain sebagai upaya mewujudkan keamanan, kenyamanan, dan ketertiban di masyarakat. “Ini bentuk sinergisitas kami dengan beberapa instansi untuk menciptakan situasi yang aman, kondusif, nyaman, khusyuk. Terutama menyambut bulan Ramadan,” ucapnya.

Eka menjelaskan, pihaknya memusnahkan barang bukti miras dan knalpot. Sementara, barang bukti narkoba masih diamankan di kejaksaan negeri. “Barang bukti operasi pekat seperti botol miras dan knalpot yang membuat bising, kami musnahkan hari ini (kemarin, Red). Sedangkan narkoba masih ada di kejaksaan sebagai bagian dari proses hukum selanjutnya. Karena proses hukum narkoba masih berlanjut,” jelasnya.

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Operasi pekat selama bulan Maret telah berakhir. Hasilnya, sebanyak 3.246 botol miras ilegal, 130 knalpot brong, dan ribuan narkoba berhasil diamankan. Selanjutnya, barang bukti tersebut dimusnahkan di halaman Gedung Olahraga (GOR) Wira Bhakti, kemarin.

Selain mengamankan barang bukti, operasi pekat juga berhasil mengamankan 38 tersangka miras ilegal dan 8 tersangka narkoba. “Tersangka miras dijerat sesuai undang-undang yang berlaku dan dikenakan pasal tindak pidana ringan. Sedangkan tersangka narkoba kami jerat dengan pasal psikotropika,” kata Kapolres Lumajang AKBP Eka Yekti.

Operasi tersebut merupakan komitmen dan sinergisitas polisi dengan pihak lain sebagai upaya mewujudkan keamanan, kenyamanan, dan ketertiban di masyarakat. “Ini bentuk sinergisitas kami dengan beberapa instansi untuk menciptakan situasi yang aman, kondusif, nyaman, khusyuk. Terutama menyambut bulan Ramadan,” ucapnya.

Eka menjelaskan, pihaknya memusnahkan barang bukti miras dan knalpot. Sementara, barang bukti narkoba masih diamankan di kejaksaan negeri. “Barang bukti operasi pekat seperti botol miras dan knalpot yang membuat bising, kami musnahkan hari ini (kemarin, Red). Sedangkan narkoba masih ada di kejaksaan sebagai bagian dari proses hukum selanjutnya. Karena proses hukum narkoba masih berlanjut,” jelasnya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/