alexametrics
24.4 C
Jember
Monday, 23 May 2022

59 SD Negeri Nihil Sign Up

Mobile_AP_Rectangle 1

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Selain puluhan SMPN di Lumajang yang tidak terpenuhi pagu muridnya, penerimaan peserta didik baru (PPDB) di ratusan SDN justru lebih parah. Sebab, puluhan sekolah negeri itu tercatat tak ada satu pun yang menerima murid baru. Peminatnya kosong.

Setiap tahun, ancaman sekolah yang harus regrouping kemungkinan besar bakal terjadi. Data Dinas Pendidikan, dari 526 SDN yang ada di Lumajang, ada 488 sekolah yang pagunya tidak terpenuhi. Paling mengenaskan, 59 sekolah di antaranya tidak memiliki pendaftar satu pun. Padahal pendaftaran dibuka lebih awal.

Rata-rata sekolah yang tidak memiliki murid tersebut adalah di Kecamatan Pasirian, sebanyak 12 sekolah. Berikutnya, peringkat kedua Kecamatan Tekung sebanyak 7 sekolah. Kemudian, Kecamatan Gucialit 6 sekolah dan Kecamatan Pronojiwo sebanyak 5 sekolah. Kecamatan lainnya 4 hingga 1 sekolah.

Mobile_AP_Rectangle 2

Kepala SDN Tekung 01 Susilowati mengatakan, di desa tempatnya mengajar telah ada empat lembaga pendidikan setara SD. Dua di antaranya merupakan sekolah negeri, sisanya sekolah swasta. Akibatnya, jumlah murid yang mendaftar di sekolahnya sangat minim. Kurang lebih sekitar 10 murid.

- Advertisement -

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Selain puluhan SMPN di Lumajang yang tidak terpenuhi pagu muridnya, penerimaan peserta didik baru (PPDB) di ratusan SDN justru lebih parah. Sebab, puluhan sekolah negeri itu tercatat tak ada satu pun yang menerima murid baru. Peminatnya kosong.

Setiap tahun, ancaman sekolah yang harus regrouping kemungkinan besar bakal terjadi. Data Dinas Pendidikan, dari 526 SDN yang ada di Lumajang, ada 488 sekolah yang pagunya tidak terpenuhi. Paling mengenaskan, 59 sekolah di antaranya tidak memiliki pendaftar satu pun. Padahal pendaftaran dibuka lebih awal.

Rata-rata sekolah yang tidak memiliki murid tersebut adalah di Kecamatan Pasirian, sebanyak 12 sekolah. Berikutnya, peringkat kedua Kecamatan Tekung sebanyak 7 sekolah. Kemudian, Kecamatan Gucialit 6 sekolah dan Kecamatan Pronojiwo sebanyak 5 sekolah. Kecamatan lainnya 4 hingga 1 sekolah.

Kepala SDN Tekung 01 Susilowati mengatakan, di desa tempatnya mengajar telah ada empat lembaga pendidikan setara SD. Dua di antaranya merupakan sekolah negeri, sisanya sekolah swasta. Akibatnya, jumlah murid yang mendaftar di sekolahnya sangat minim. Kurang lebih sekitar 10 murid.

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Selain puluhan SMPN di Lumajang yang tidak terpenuhi pagu muridnya, penerimaan peserta didik baru (PPDB) di ratusan SDN justru lebih parah. Sebab, puluhan sekolah negeri itu tercatat tak ada satu pun yang menerima murid baru. Peminatnya kosong.

Setiap tahun, ancaman sekolah yang harus regrouping kemungkinan besar bakal terjadi. Data Dinas Pendidikan, dari 526 SDN yang ada di Lumajang, ada 488 sekolah yang pagunya tidak terpenuhi. Paling mengenaskan, 59 sekolah di antaranya tidak memiliki pendaftar satu pun. Padahal pendaftaran dibuka lebih awal.

Rata-rata sekolah yang tidak memiliki murid tersebut adalah di Kecamatan Pasirian, sebanyak 12 sekolah. Berikutnya, peringkat kedua Kecamatan Tekung sebanyak 7 sekolah. Kemudian, Kecamatan Gucialit 6 sekolah dan Kecamatan Pronojiwo sebanyak 5 sekolah. Kecamatan lainnya 4 hingga 1 sekolah.

Kepala SDN Tekung 01 Susilowati mengatakan, di desa tempatnya mengajar telah ada empat lembaga pendidikan setara SD. Dua di antaranya merupakan sekolah negeri, sisanya sekolah swasta. Akibatnya, jumlah murid yang mendaftar di sekolahnya sangat minim. Kurang lebih sekitar 10 murid.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/