alexametrics
23.5 C
Jember
Sunday, 26 June 2022

Pengalihan Fungsi Gedung Soedjono untuk Gedung Kesenian Lumajang

Pengalihfungsian fungsi Gedung Soedjono menjadi gedung kesenian merupakan program nyata yang ditunggu-tunggu pelaku seni. Sebab, letaknya strategis di pusat kota. Tapi apa daya, kalau selama ini hanya bisa digunakan untuk tempat nikahan hingga jadi posko bantuan.

Mobile_AP_Rectangle 1

Bakal Direnov Senilai Rp 15 Miliar

Gagalnya renovasi gedung Soedjono memang tidak menyurutkan semangat Pemkab Lumajang untuk mewujudkan program nyata pasangan Thoriq-Indah. Bahkan, Dinas Pariwisata Lumajang mengklaim, sejak awal keduanya menjabat, gedung tersebut telah dialihfungsikan menjadi gedung kesenian. Hanya saja minim sosialisasi.

Kabid Ekonomi Kreatif Dinas Pariwisata Lumajang Wiwin Kuswintarsih mengatakan, salah satu bentuk keseriusan tersebut adalah memfasilitasi sejumlah komunitas tari untuk menggelar latihan. Bahkan, ada studio recording yang dapat digunakan pelaku seni merekam karya-karya mereka.

Mobile_AP_Rectangle 2

“Kami ada dokumentasinya. Lalu sempat kami tutup sementara karena korona. Sampai tahun 2021 kami batasi kegiatan yang mengundang kerumunan. Tetapi kalau untuk sekedar latihan kami perbolehkan. Kemudian tidak selang lama, ada bencana sehingga tempatnya digunakan menyimpan kebutuhan pengungsi,” katanya.

Kepala Dinas Pariwisata Yuli Haris menyadari ada beberapa kendala yang membuat progres program nyata tersebut tidak tampak. Padahal, niatan itu sudah direncanakan agar direalisasikan tahun 2020. Namun, belum sempat terlaksana karena refocusing dan terjadi bencana erupsi Gunung Semeru.

“Kalau informasi yang saya terima dari teman-teman, rencana anggaran biaya itu sebesar Rp 15 miliar. Itu akan digunakan untuk merenovasi sebagian besar wajah gedung menjadi lebih terbuka. Keinginannya berkonsep outdor,” katanya. Kini, karena tempatnya digunakan sebagai posko, sebagian besar alat-alat musik diamankan sementara.

Yuli menambahkan, saat ini pihaknya sedang mencari formulasi yang tepat untuk menunjukkan keberhasilan tersebut. Sebab, sebagian besar fasilitas pendukung sudah tersedia. “Kami sudah pindahkan alat-alat kami dan menyusun strategi yang tepat, ketika barang-barang itu sudah kosong akan kami maksimalkan,” pungkasnya (son/fid)

- Advertisement -

Bakal Direnov Senilai Rp 15 Miliar

Gagalnya renovasi gedung Soedjono memang tidak menyurutkan semangat Pemkab Lumajang untuk mewujudkan program nyata pasangan Thoriq-Indah. Bahkan, Dinas Pariwisata Lumajang mengklaim, sejak awal keduanya menjabat, gedung tersebut telah dialihfungsikan menjadi gedung kesenian. Hanya saja minim sosialisasi.

Kabid Ekonomi Kreatif Dinas Pariwisata Lumajang Wiwin Kuswintarsih mengatakan, salah satu bentuk keseriusan tersebut adalah memfasilitasi sejumlah komunitas tari untuk menggelar latihan. Bahkan, ada studio recording yang dapat digunakan pelaku seni merekam karya-karya mereka.

“Kami ada dokumentasinya. Lalu sempat kami tutup sementara karena korona. Sampai tahun 2021 kami batasi kegiatan yang mengundang kerumunan. Tetapi kalau untuk sekedar latihan kami perbolehkan. Kemudian tidak selang lama, ada bencana sehingga tempatnya digunakan menyimpan kebutuhan pengungsi,” katanya.

Kepala Dinas Pariwisata Yuli Haris menyadari ada beberapa kendala yang membuat progres program nyata tersebut tidak tampak. Padahal, niatan itu sudah direncanakan agar direalisasikan tahun 2020. Namun, belum sempat terlaksana karena refocusing dan terjadi bencana erupsi Gunung Semeru.

“Kalau informasi yang saya terima dari teman-teman, rencana anggaran biaya itu sebesar Rp 15 miliar. Itu akan digunakan untuk merenovasi sebagian besar wajah gedung menjadi lebih terbuka. Keinginannya berkonsep outdor,” katanya. Kini, karena tempatnya digunakan sebagai posko, sebagian besar alat-alat musik diamankan sementara.

Yuli menambahkan, saat ini pihaknya sedang mencari formulasi yang tepat untuk menunjukkan keberhasilan tersebut. Sebab, sebagian besar fasilitas pendukung sudah tersedia. “Kami sudah pindahkan alat-alat kami dan menyusun strategi yang tepat, ketika barang-barang itu sudah kosong akan kami maksimalkan,” pungkasnya (son/fid)

Bakal Direnov Senilai Rp 15 Miliar

Gagalnya renovasi gedung Soedjono memang tidak menyurutkan semangat Pemkab Lumajang untuk mewujudkan program nyata pasangan Thoriq-Indah. Bahkan, Dinas Pariwisata Lumajang mengklaim, sejak awal keduanya menjabat, gedung tersebut telah dialihfungsikan menjadi gedung kesenian. Hanya saja minim sosialisasi.

Kabid Ekonomi Kreatif Dinas Pariwisata Lumajang Wiwin Kuswintarsih mengatakan, salah satu bentuk keseriusan tersebut adalah memfasilitasi sejumlah komunitas tari untuk menggelar latihan. Bahkan, ada studio recording yang dapat digunakan pelaku seni merekam karya-karya mereka.

“Kami ada dokumentasinya. Lalu sempat kami tutup sementara karena korona. Sampai tahun 2021 kami batasi kegiatan yang mengundang kerumunan. Tetapi kalau untuk sekedar latihan kami perbolehkan. Kemudian tidak selang lama, ada bencana sehingga tempatnya digunakan menyimpan kebutuhan pengungsi,” katanya.

Kepala Dinas Pariwisata Yuli Haris menyadari ada beberapa kendala yang membuat progres program nyata tersebut tidak tampak. Padahal, niatan itu sudah direncanakan agar direalisasikan tahun 2020. Namun, belum sempat terlaksana karena refocusing dan terjadi bencana erupsi Gunung Semeru.

“Kalau informasi yang saya terima dari teman-teman, rencana anggaran biaya itu sebesar Rp 15 miliar. Itu akan digunakan untuk merenovasi sebagian besar wajah gedung menjadi lebih terbuka. Keinginannya berkonsep outdor,” katanya. Kini, karena tempatnya digunakan sebagai posko, sebagian besar alat-alat musik diamankan sementara.

Yuli menambahkan, saat ini pihaknya sedang mencari formulasi yang tepat untuk menunjukkan keberhasilan tersebut. Sebab, sebagian besar fasilitas pendukung sudah tersedia. “Kami sudah pindahkan alat-alat kami dan menyusun strategi yang tepat, ketika barang-barang itu sudah kosong akan kami maksimalkan,” pungkasnya (son/fid)

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

Rima Melati Berpulang

Longsor di Sepanjang Piket Nol

/