alexametrics
24.8 C
Jember
Sunday, 22 May 2022

Pengalihan Fungsi Gedung Soedjono untuk Gedung Kesenian Lumajang

Pengalihfungsian fungsi Gedung Soedjono menjadi gedung kesenian merupakan program nyata yang ditunggu-tunggu pelaku seni. Sebab, letaknya strategis di pusat kota. Tapi apa daya, kalau selama ini hanya bisa digunakan untuk tempat nikahan hingga jadi posko bantuan.

Mobile_AP_Rectangle 1

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID “Pernah kami meminta izin untuk menggelar konser musik sebulan sebelum hari H. Tetapi sepekan sebelum acara berlangsung tiba-tiba jadwal kami diminta untuk diundur karena ada kegiatan mendadak,” ucap Viky Yonata, pelaku seni asal Kelurahan Citrodiwangsan Kecamatan Lumajang.

Menurutnya, kejadian itu tidak hanya sekali terjadi. Namun sudah berulangkali. Maklum, pemakaian gedung untuk kegiatan kesenian maupun kegiatan kreativitas anak muda cenderung gratis. Tidak dipungut biaya sama sekali. Beda dengan hajatan nikahan, pemakainya harus mengeluarkan uang sewa untuk setiap jamnya sebagai retribusi.

“Itu terjadi tahun 2019 lalu sebelum korona, makanya mulai saat itu kami jarang berurusan dengan asetnya pemerintah. Kami gunakan tempat lain saja,” tambahnya. Tak heran, sejak tahun itu kegiatan kesenian maupun kegiatan anak muda nyaris tidak pernah ada di gedung tersebut, yang ada hanya hajatan pernikahan.

Mobile_AP_Rectangle 2

Viky melanjutkan, ketika pandemi korona mulai memasuki Lumajang. Di awal-awal tahun 2020, sekira bulan Maret seluruh kegiatan kemasyarakatan memang dibatasi. Semua tak bisa meminjam. Namun setelah berangsur longgar, lagi-lagi wedding organizer (WO) saja yang bisa menggunakan, kesannya seperti dipermudah.

“Dari tempat yang tetap dikenal sebagai gedung pernikahan sampai sekarang digunakan untuk posko bantuan erupsi Gunung Semeru. Jangankan kami, warga biasa pun akan beranggapan gedung Soedjono ini merupakan gedung yang hanya bisa digunakan untuk pernikahan, bukan gedung kesenian,” katanya. 

Sementara itu, Kabid Ekonomi Kreatif Dinas Pariwisata Lumajang Wiwin Kuswintarsih mengatakan, keseriusan mengalihkan fungsi menjadi gedung kesenian tersebut ditandai dengan penyerahan aset tersebut dari bagian umum ke Dinas Pariwisata. Sehingga, tahun 2019 lalu sempat direncanakan untuk renovasi.

“Langkah pertama kami tahun 2018 asetnya dipindah ke kami. Kami lalu membuat perencanaan untuk mengubah gedung itu menjadi gedung kesenian. Kemudian kami sudah membuat rencana anggaran, kemudian saat itu ada ada korona. Begitu ada korona, planning kami ditunda, tetapi pengalihan fungsinya sudah kita lakukan,” pungkasnya (son/fid)

- Advertisement -

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID “Pernah kami meminta izin untuk menggelar konser musik sebulan sebelum hari H. Tetapi sepekan sebelum acara berlangsung tiba-tiba jadwal kami diminta untuk diundur karena ada kegiatan mendadak,” ucap Viky Yonata, pelaku seni asal Kelurahan Citrodiwangsan Kecamatan Lumajang.

Menurutnya, kejadian itu tidak hanya sekali terjadi. Namun sudah berulangkali. Maklum, pemakaian gedung untuk kegiatan kesenian maupun kegiatan kreativitas anak muda cenderung gratis. Tidak dipungut biaya sama sekali. Beda dengan hajatan nikahan, pemakainya harus mengeluarkan uang sewa untuk setiap jamnya sebagai retribusi.

“Itu terjadi tahun 2019 lalu sebelum korona, makanya mulai saat itu kami jarang berurusan dengan asetnya pemerintah. Kami gunakan tempat lain saja,” tambahnya. Tak heran, sejak tahun itu kegiatan kesenian maupun kegiatan anak muda nyaris tidak pernah ada di gedung tersebut, yang ada hanya hajatan pernikahan.

Viky melanjutkan, ketika pandemi korona mulai memasuki Lumajang. Di awal-awal tahun 2020, sekira bulan Maret seluruh kegiatan kemasyarakatan memang dibatasi. Semua tak bisa meminjam. Namun setelah berangsur longgar, lagi-lagi wedding organizer (WO) saja yang bisa menggunakan, kesannya seperti dipermudah.

“Dari tempat yang tetap dikenal sebagai gedung pernikahan sampai sekarang digunakan untuk posko bantuan erupsi Gunung Semeru. Jangankan kami, warga biasa pun akan beranggapan gedung Soedjono ini merupakan gedung yang hanya bisa digunakan untuk pernikahan, bukan gedung kesenian,” katanya. 

Sementara itu, Kabid Ekonomi Kreatif Dinas Pariwisata Lumajang Wiwin Kuswintarsih mengatakan, keseriusan mengalihkan fungsi menjadi gedung kesenian tersebut ditandai dengan penyerahan aset tersebut dari bagian umum ke Dinas Pariwisata. Sehingga, tahun 2019 lalu sempat direncanakan untuk renovasi.

“Langkah pertama kami tahun 2018 asetnya dipindah ke kami. Kami lalu membuat perencanaan untuk mengubah gedung itu menjadi gedung kesenian. Kemudian kami sudah membuat rencana anggaran, kemudian saat itu ada ada korona. Begitu ada korona, planning kami ditunda, tetapi pengalihan fungsinya sudah kita lakukan,” pungkasnya (son/fid)

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID “Pernah kami meminta izin untuk menggelar konser musik sebulan sebelum hari H. Tetapi sepekan sebelum acara berlangsung tiba-tiba jadwal kami diminta untuk diundur karena ada kegiatan mendadak,” ucap Viky Yonata, pelaku seni asal Kelurahan Citrodiwangsan Kecamatan Lumajang.

Menurutnya, kejadian itu tidak hanya sekali terjadi. Namun sudah berulangkali. Maklum, pemakaian gedung untuk kegiatan kesenian maupun kegiatan kreativitas anak muda cenderung gratis. Tidak dipungut biaya sama sekali. Beda dengan hajatan nikahan, pemakainya harus mengeluarkan uang sewa untuk setiap jamnya sebagai retribusi.

“Itu terjadi tahun 2019 lalu sebelum korona, makanya mulai saat itu kami jarang berurusan dengan asetnya pemerintah. Kami gunakan tempat lain saja,” tambahnya. Tak heran, sejak tahun itu kegiatan kesenian maupun kegiatan anak muda nyaris tidak pernah ada di gedung tersebut, yang ada hanya hajatan pernikahan.

Viky melanjutkan, ketika pandemi korona mulai memasuki Lumajang. Di awal-awal tahun 2020, sekira bulan Maret seluruh kegiatan kemasyarakatan memang dibatasi. Semua tak bisa meminjam. Namun setelah berangsur longgar, lagi-lagi wedding organizer (WO) saja yang bisa menggunakan, kesannya seperti dipermudah.

“Dari tempat yang tetap dikenal sebagai gedung pernikahan sampai sekarang digunakan untuk posko bantuan erupsi Gunung Semeru. Jangankan kami, warga biasa pun akan beranggapan gedung Soedjono ini merupakan gedung yang hanya bisa digunakan untuk pernikahan, bukan gedung kesenian,” katanya. 

Sementara itu, Kabid Ekonomi Kreatif Dinas Pariwisata Lumajang Wiwin Kuswintarsih mengatakan, keseriusan mengalihkan fungsi menjadi gedung kesenian tersebut ditandai dengan penyerahan aset tersebut dari bagian umum ke Dinas Pariwisata. Sehingga, tahun 2019 lalu sempat direncanakan untuk renovasi.

“Langkah pertama kami tahun 2018 asetnya dipindah ke kami. Kami lalu membuat perencanaan untuk mengubah gedung itu menjadi gedung kesenian. Kemudian kami sudah membuat rencana anggaran, kemudian saat itu ada ada korona. Begitu ada korona, planning kami ditunda, tetapi pengalihan fungsinya sudah kita lakukan,” pungkasnya (son/fid)

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/