alexametrics
23.3 C
Jember
Friday, 27 May 2022

Jualan Krupuk Sambil Melukis

Mobile_AP_Rectangle 1

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Sumiati, perempuan paruh baya yang sudah berusia 58 tahun ini sehari-harinya adalah berjualan kerupuk. Namun, belakangan profesinya itu mulai bergeser jadi pelukis. Awalnya melukis adalah kegiatan sampingan, kini sudah jadi rutinitas yang mampu mendapatkan penghasilan selain dari berjualan kerupuk.

Ya, sambil menunggu pembeli, rajin menyalurkan bakatnya melukis. Dengan lihainya tangannya menorehkan kuas diatas kain kanvas. Tak jarang sesekali mencampurkan warna untuk hasil yang lebih maksimal. 

Di ruangan dengan ukuran kecil itulah Sumiati menyalurkan keahliannya otodidaknya. Melalui indera penglihatannya dan pengamatannya saat sang suami tengah asyik melukis, diapun berhasil bisa melukis. 

Mobile_AP_Rectangle 2

Kemahiran itu berkat uji cobanya selama 11 tahun. Kini dia sudah punya banyak karya lukis. Ibu dua anak ini senang jika melukis wajah seseorang. Menurutnya butuh ketelitian agar lukisan terkesan lebih hidup. 

Bukan berarti tanpa kendala. faktor pencahayaan sangat mempengaruhi hasil lukisannya. Jika melukisnya dengan cahaya redup atau mendung, maka lukisan akan berbeda saat dilihat siang dan malam hari.  “Kalau melukis harus pas pencahayaannya, kalau cuaca sudah mendung itu sudah, enggak bisa ngelukis lagi,” ucapnya. 

Apalagi, jika perasaan hati tidak senang atau tidak mood. Diakui kondisi itu sangat mempengaruhi hasil lukisannya. “Memang kalau melukis itu harus menunggu mood, jadi tidak bisa dipaksakan.” tambahnya

- Advertisement -

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Sumiati, perempuan paruh baya yang sudah berusia 58 tahun ini sehari-harinya adalah berjualan kerupuk. Namun, belakangan profesinya itu mulai bergeser jadi pelukis. Awalnya melukis adalah kegiatan sampingan, kini sudah jadi rutinitas yang mampu mendapatkan penghasilan selain dari berjualan kerupuk.

Ya, sambil menunggu pembeli, rajin menyalurkan bakatnya melukis. Dengan lihainya tangannya menorehkan kuas diatas kain kanvas. Tak jarang sesekali mencampurkan warna untuk hasil yang lebih maksimal. 

Di ruangan dengan ukuran kecil itulah Sumiati menyalurkan keahliannya otodidaknya. Melalui indera penglihatannya dan pengamatannya saat sang suami tengah asyik melukis, diapun berhasil bisa melukis. 

Kemahiran itu berkat uji cobanya selama 11 tahun. Kini dia sudah punya banyak karya lukis. Ibu dua anak ini senang jika melukis wajah seseorang. Menurutnya butuh ketelitian agar lukisan terkesan lebih hidup. 

Bukan berarti tanpa kendala. faktor pencahayaan sangat mempengaruhi hasil lukisannya. Jika melukisnya dengan cahaya redup atau mendung, maka lukisan akan berbeda saat dilihat siang dan malam hari.  “Kalau melukis harus pas pencahayaannya, kalau cuaca sudah mendung itu sudah, enggak bisa ngelukis lagi,” ucapnya. 

Apalagi, jika perasaan hati tidak senang atau tidak mood. Diakui kondisi itu sangat mempengaruhi hasil lukisannya. “Memang kalau melukis itu harus menunggu mood, jadi tidak bisa dipaksakan.” tambahnya

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Sumiati, perempuan paruh baya yang sudah berusia 58 tahun ini sehari-harinya adalah berjualan kerupuk. Namun, belakangan profesinya itu mulai bergeser jadi pelukis. Awalnya melukis adalah kegiatan sampingan, kini sudah jadi rutinitas yang mampu mendapatkan penghasilan selain dari berjualan kerupuk.

Ya, sambil menunggu pembeli, rajin menyalurkan bakatnya melukis. Dengan lihainya tangannya menorehkan kuas diatas kain kanvas. Tak jarang sesekali mencampurkan warna untuk hasil yang lebih maksimal. 

Di ruangan dengan ukuran kecil itulah Sumiati menyalurkan keahliannya otodidaknya. Melalui indera penglihatannya dan pengamatannya saat sang suami tengah asyik melukis, diapun berhasil bisa melukis. 

Kemahiran itu berkat uji cobanya selama 11 tahun. Kini dia sudah punya banyak karya lukis. Ibu dua anak ini senang jika melukis wajah seseorang. Menurutnya butuh ketelitian agar lukisan terkesan lebih hidup. 

Bukan berarti tanpa kendala. faktor pencahayaan sangat mempengaruhi hasil lukisannya. Jika melukisnya dengan cahaya redup atau mendung, maka lukisan akan berbeda saat dilihat siang dan malam hari.  “Kalau melukis harus pas pencahayaannya, kalau cuaca sudah mendung itu sudah, enggak bisa ngelukis lagi,” ucapnya. 

Apalagi, jika perasaan hati tidak senang atau tidak mood. Diakui kondisi itu sangat mempengaruhi hasil lukisannya. “Memang kalau melukis itu harus menunggu mood, jadi tidak bisa dipaksakan.” tambahnya

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/