alexametrics
23.3 C
Jember
Wednesday, 25 May 2022

Jaring Bibit Sepak Bola Unggulan

Mobile_AP_Rectangle 1

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID Seleksi pemain muda U-16 dan U-19 membuat Asosiasi Kabupaten (Askab) PSSI Lumajang lebih ketat dalam memiliki atlet-atlet berbakat. Sebab, seleksi itu tidak untuk menjaring atau memenuhi permintaan Askab Jawa Timur saja, tetapi bisa menyiapkan bibit-bibit unggul skuad daerah.

Setidaknya ada 86 anak yang mengikuti seleksi kemarin. Mereka berasal dari klub-klub sepakbola yang sudah terafiliasi. Sehingga untuk urusan mental, fisik dan teamwork tidak perlu diragukan. Keyakinan bisa berhasil di provinsi serta menembus persaingan Jakarta terus ditanamkan.

Ketua Panitia Bambang HK mengatakan, cukup banyak bibit daerah yang menonjol. Sehingga kuota setiap klub itu dibatasi masing-masing tiga pemain setiap usia. Saat ini orientasi Askab Lumajang memang berupaya meningkatkan gairah sepakbola pada usia 13,14, dan 15 tahun.

Mobile_AP_Rectangle 2

“Kalau kuotanya kita ada 20 hingga 25 pemain. U-16 ini 15 pemain, sedangkan U-19 itu 10 pemain kalau tidak salah. Semua kabupaten mungkin punya peluang yang sama. Seleksinya memang cukup ketat, makanya selain kami mengirimkan atlet kami juga punya kesempatan untuk menilai satu persatu setiap pemain,” jelasnya.

Seleksi ini tidak melihat fisik setiap personal pemain, tetapi cara bermain ketika bersama tim masing-masing ketika pertandingan. Kondisi tubuh yang lemah otomatis terlihat langsung. “Kami mengirimkan mereka ke provinsi terakhir 8 Maret. Jadi seleksinya sangat terbatas dan sekali saja,” tambahnya.

- Advertisement -

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID Seleksi pemain muda U-16 dan U-19 membuat Asosiasi Kabupaten (Askab) PSSI Lumajang lebih ketat dalam memiliki atlet-atlet berbakat. Sebab, seleksi itu tidak untuk menjaring atau memenuhi permintaan Askab Jawa Timur saja, tetapi bisa menyiapkan bibit-bibit unggul skuad daerah.

Setidaknya ada 86 anak yang mengikuti seleksi kemarin. Mereka berasal dari klub-klub sepakbola yang sudah terafiliasi. Sehingga untuk urusan mental, fisik dan teamwork tidak perlu diragukan. Keyakinan bisa berhasil di provinsi serta menembus persaingan Jakarta terus ditanamkan.

Ketua Panitia Bambang HK mengatakan, cukup banyak bibit daerah yang menonjol. Sehingga kuota setiap klub itu dibatasi masing-masing tiga pemain setiap usia. Saat ini orientasi Askab Lumajang memang berupaya meningkatkan gairah sepakbola pada usia 13,14, dan 15 tahun.

“Kalau kuotanya kita ada 20 hingga 25 pemain. U-16 ini 15 pemain, sedangkan U-19 itu 10 pemain kalau tidak salah. Semua kabupaten mungkin punya peluang yang sama. Seleksinya memang cukup ketat, makanya selain kami mengirimkan atlet kami juga punya kesempatan untuk menilai satu persatu setiap pemain,” jelasnya.

Seleksi ini tidak melihat fisik setiap personal pemain, tetapi cara bermain ketika bersama tim masing-masing ketika pertandingan. Kondisi tubuh yang lemah otomatis terlihat langsung. “Kami mengirimkan mereka ke provinsi terakhir 8 Maret. Jadi seleksinya sangat terbatas dan sekali saja,” tambahnya.

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID Seleksi pemain muda U-16 dan U-19 membuat Asosiasi Kabupaten (Askab) PSSI Lumajang lebih ketat dalam memiliki atlet-atlet berbakat. Sebab, seleksi itu tidak untuk menjaring atau memenuhi permintaan Askab Jawa Timur saja, tetapi bisa menyiapkan bibit-bibit unggul skuad daerah.

Setidaknya ada 86 anak yang mengikuti seleksi kemarin. Mereka berasal dari klub-klub sepakbola yang sudah terafiliasi. Sehingga untuk urusan mental, fisik dan teamwork tidak perlu diragukan. Keyakinan bisa berhasil di provinsi serta menembus persaingan Jakarta terus ditanamkan.

Ketua Panitia Bambang HK mengatakan, cukup banyak bibit daerah yang menonjol. Sehingga kuota setiap klub itu dibatasi masing-masing tiga pemain setiap usia. Saat ini orientasi Askab Lumajang memang berupaya meningkatkan gairah sepakbola pada usia 13,14, dan 15 tahun.

“Kalau kuotanya kita ada 20 hingga 25 pemain. U-16 ini 15 pemain, sedangkan U-19 itu 10 pemain kalau tidak salah. Semua kabupaten mungkin punya peluang yang sama. Seleksinya memang cukup ketat, makanya selain kami mengirimkan atlet kami juga punya kesempatan untuk menilai satu persatu setiap pemain,” jelasnya.

Seleksi ini tidak melihat fisik setiap personal pemain, tetapi cara bermain ketika bersama tim masing-masing ketika pertandingan. Kondisi tubuh yang lemah otomatis terlihat langsung. “Kami mengirimkan mereka ke provinsi terakhir 8 Maret. Jadi seleksinya sangat terbatas dan sekali saja,” tambahnya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/