alexametrics
29 C
Jember
Sunday, 26 June 2022

Habiskan Anggaran Rp 8 Miliar

Mengevaluasi Pekerjaan Pembangunan Jalur Tambang yang Molor Armada truk pasir yang diharuskan melewati jalur tambang bukan jalan perkampungan nyatanya masih omdo (omong doang.red). Sebab, pekerjaan pembangunan jalur tambang yang katanya bisa diselesaikan tepat waktu ternyata juga molor berbulan-bulan. Apa hasil pungutannya kurang?

Mobile_AP_Rectangle 1

Total panjang jalur tambang tersebut kurang lebih sekitar 9 kilometer. Ada sekitar 8 jembatan yang dibangun. Rata-rata panjangnya 3,4 meter sampai 12 meter. “Kami terus lakukan koordinasi dengan asosiasi supaya pekerjaannya tuntas. Supaya tidak melintasi jalan permukiman rumah warga lagi,” tambahnya.

Sementara itu, Sofyan menjelaskan, keterlambatan tersebut di luar kendala. Banyak hambatan selama pekerjaan berlangsung. Apalagi masih musim hujan. “Kalau erupsi awal itu kami aman, karena benda padat yang turun. Tetapi lahar dingin itu yang parah. Sebelumnya sudah 90 persen hampir selesai,” pungkasnya

Jurnalis: Atieqson Mar Iqbal

Mobile_AP_Rectangle 2

Fotografer: Muhammad Sidikin Ali/ Rame

Editor: Hafid Asnan

- Advertisement -

Total panjang jalur tambang tersebut kurang lebih sekitar 9 kilometer. Ada sekitar 8 jembatan yang dibangun. Rata-rata panjangnya 3,4 meter sampai 12 meter. “Kami terus lakukan koordinasi dengan asosiasi supaya pekerjaannya tuntas. Supaya tidak melintasi jalan permukiman rumah warga lagi,” tambahnya.

Sementara itu, Sofyan menjelaskan, keterlambatan tersebut di luar kendala. Banyak hambatan selama pekerjaan berlangsung. Apalagi masih musim hujan. “Kalau erupsi awal itu kami aman, karena benda padat yang turun. Tetapi lahar dingin itu yang parah. Sebelumnya sudah 90 persen hampir selesai,” pungkasnya

Jurnalis: Atieqson Mar Iqbal

Fotografer: Muhammad Sidikin Ali/ Rame

Editor: Hafid Asnan

Total panjang jalur tambang tersebut kurang lebih sekitar 9 kilometer. Ada sekitar 8 jembatan yang dibangun. Rata-rata panjangnya 3,4 meter sampai 12 meter. “Kami terus lakukan koordinasi dengan asosiasi supaya pekerjaannya tuntas. Supaya tidak melintasi jalan permukiman rumah warga lagi,” tambahnya.

Sementara itu, Sofyan menjelaskan, keterlambatan tersebut di luar kendala. Banyak hambatan selama pekerjaan berlangsung. Apalagi masih musim hujan. “Kalau erupsi awal itu kami aman, karena benda padat yang turun. Tetapi lahar dingin itu yang parah. Sebelumnya sudah 90 persen hampir selesai,” pungkasnya

Jurnalis: Atieqson Mar Iqbal

Fotografer: Muhammad Sidikin Ali/ Rame

Editor: Hafid Asnan

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/