alexametrics
31.2 C
Jember
Tuesday, 17 May 2022

Seminggu Tembus Seratus Orang Tertular Covid di Lumajang

Dua Orang Meninggal Dimakamkan Menggunakan Prokes

Mobile_AP_Rectangle 1

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Kasus aktif orang yang terkonfirmasi positif baru-baru ini cukup mencengangkan. Gelombang virus varian baru benar-benar mengancam. Bayangkan, dalam sehari orang yang dirawat terus bertambah. Dalam sepekan ini saja orang yang dilaporkan tertular sudah tembus seratus orang.

Informasi yang berhasil dihimpun Jawa Pos Radar Semeru, Dinas Kesehatan (Dinkes) Lumajang telah menyediakan sekitar 256 tempat tidur (TT) isolasi yang tersebar pada seluruh rumah sakit di Lumajang. Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr Haryoto paling banyak menyediakannya. Totalnya sekitar 186 bed.

Kepala Dinkes Lumajang dr Bayu Ignasius Wibowo menjelaskan, kenaikan kasus di Lumajang tergolong cukup cepat. Sampai saat ini pihaknya belum bisa memastikan secara langsung jenis virus yang menyebar di Lumajang. Tetapi, melihat grafik orang tertular yang terus meningkat, hal itu mirip ciri-ciri virus varian Omicron.

Mobile_AP_Rectangle 2

“Kami belum pernah uji coba, karena kami tidak punya lab yang dapat mendeteksi. Sehingga perlakuan yang kami berikan ke pasien-pasien itu sama. Baik itu korona Omicron maupun Delta. Yang jelas, mereka harus mendapat perawatan dan menjalani isolasi. Baik itu di rumah sakit maupun di rumahnya,” katanya.

Menurut dia, banyaknya kasus aktif yang terkonfirmasi ini diakibatkan oleh penerapan protokol kesehatan (prokes) yang mulai longgar. Terutama interaksi di dalam rumah. Sebab, setelah dilakukan asesmen, klaster keluarga yang cukup banyak menyumbang kasus aktif orang yang tertular virus.

- Advertisement -

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Kasus aktif orang yang terkonfirmasi positif baru-baru ini cukup mencengangkan. Gelombang virus varian baru benar-benar mengancam. Bayangkan, dalam sehari orang yang dirawat terus bertambah. Dalam sepekan ini saja orang yang dilaporkan tertular sudah tembus seratus orang.

Informasi yang berhasil dihimpun Jawa Pos Radar Semeru, Dinas Kesehatan (Dinkes) Lumajang telah menyediakan sekitar 256 tempat tidur (TT) isolasi yang tersebar pada seluruh rumah sakit di Lumajang. Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr Haryoto paling banyak menyediakannya. Totalnya sekitar 186 bed.

Kepala Dinkes Lumajang dr Bayu Ignasius Wibowo menjelaskan, kenaikan kasus di Lumajang tergolong cukup cepat. Sampai saat ini pihaknya belum bisa memastikan secara langsung jenis virus yang menyebar di Lumajang. Tetapi, melihat grafik orang tertular yang terus meningkat, hal itu mirip ciri-ciri virus varian Omicron.

“Kami belum pernah uji coba, karena kami tidak punya lab yang dapat mendeteksi. Sehingga perlakuan yang kami berikan ke pasien-pasien itu sama. Baik itu korona Omicron maupun Delta. Yang jelas, mereka harus mendapat perawatan dan menjalani isolasi. Baik itu di rumah sakit maupun di rumahnya,” katanya.

Menurut dia, banyaknya kasus aktif yang terkonfirmasi ini diakibatkan oleh penerapan protokol kesehatan (prokes) yang mulai longgar. Terutama interaksi di dalam rumah. Sebab, setelah dilakukan asesmen, klaster keluarga yang cukup banyak menyumbang kasus aktif orang yang tertular virus.

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Kasus aktif orang yang terkonfirmasi positif baru-baru ini cukup mencengangkan. Gelombang virus varian baru benar-benar mengancam. Bayangkan, dalam sehari orang yang dirawat terus bertambah. Dalam sepekan ini saja orang yang dilaporkan tertular sudah tembus seratus orang.

Informasi yang berhasil dihimpun Jawa Pos Radar Semeru, Dinas Kesehatan (Dinkes) Lumajang telah menyediakan sekitar 256 tempat tidur (TT) isolasi yang tersebar pada seluruh rumah sakit di Lumajang. Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr Haryoto paling banyak menyediakannya. Totalnya sekitar 186 bed.

Kepala Dinkes Lumajang dr Bayu Ignasius Wibowo menjelaskan, kenaikan kasus di Lumajang tergolong cukup cepat. Sampai saat ini pihaknya belum bisa memastikan secara langsung jenis virus yang menyebar di Lumajang. Tetapi, melihat grafik orang tertular yang terus meningkat, hal itu mirip ciri-ciri virus varian Omicron.

“Kami belum pernah uji coba, karena kami tidak punya lab yang dapat mendeteksi. Sehingga perlakuan yang kami berikan ke pasien-pasien itu sama. Baik itu korona Omicron maupun Delta. Yang jelas, mereka harus mendapat perawatan dan menjalani isolasi. Baik itu di rumah sakit maupun di rumahnya,” katanya.

Menurut dia, banyaknya kasus aktif yang terkonfirmasi ini diakibatkan oleh penerapan protokol kesehatan (prokes) yang mulai longgar. Terutama interaksi di dalam rumah. Sebab, setelah dilakukan asesmen, klaster keluarga yang cukup banyak menyumbang kasus aktif orang yang tertular virus.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/