29.5 C
Jember
Tuesday, 28 March 2023

Kesal Ranting Pohon Tak Segera Dipangkas

Mobile_AP_Rectangle 1

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Akhir-akhir ini hujan deras dan angin kencang terjadi di berbagai wilayah. Tak terkecuali di Kabupaten Lumajang. Kejadian Pohon tumbang yang menimpa sebuah mobil, beberapa hari yang lalu, membuat banyak orang semakin mawas diri.

Seperti unggahan Swaji Smada di grup Facebook Lapor Lumajang yang menampilkan foto pohon mahoni berukuran besar. Dalam unggahan itu, dia mengungkapkan untuk mendapat tindak lanjut dari dinas terkait. Sebab, pohon mahoni yang berada di pertigaan Grati tersebut membahayakan rumah warga. Rantingnya rawan patah, ditambah lagi musim hujan dan angin kencang.

Sontak, unggahan itu menuai komentar pedas dari salah satu warganet.  Seperti akun Sri Ryu. “Pihak terkait sek kakean alasan lek dikongkon mangkasi ndek daerah pelosok, coba lek dikongkon mangkas ndek ngarepe toko Graha Mulia padahal yo ndak ono ranting,” tulisnya berkomentar.

Mobile_AP_Rectangle 2

Lantas, unggahan tersebut langsung dijawab oleh Suwaji Smada. “Percuma laporan tok luur lek ndak ono ikune ndak kiro dicandak. Engkok rak ono ae alasane, coba lek ono ikune, masi wes mari dipangkasi yo tetep langsung dicandak lur, biasa lagu lama,” komentarnya menimpali.

Tampaknya, para warga merasa kesal, sebab tidak ada tindakan dari dinas terkait untuk segera melakukan pencegahan terhadap pohon yang membahayakan. Selain itu, warga yang lain turut berkomentar jika di beberapa wilayahnya juga terdapat pohon yang hampir roboh. (mg3/c2/fid)

- Advertisement -

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Akhir-akhir ini hujan deras dan angin kencang terjadi di berbagai wilayah. Tak terkecuali di Kabupaten Lumajang. Kejadian Pohon tumbang yang menimpa sebuah mobil, beberapa hari yang lalu, membuat banyak orang semakin mawas diri.

Seperti unggahan Swaji Smada di grup Facebook Lapor Lumajang yang menampilkan foto pohon mahoni berukuran besar. Dalam unggahan itu, dia mengungkapkan untuk mendapat tindak lanjut dari dinas terkait. Sebab, pohon mahoni yang berada di pertigaan Grati tersebut membahayakan rumah warga. Rantingnya rawan patah, ditambah lagi musim hujan dan angin kencang.

Sontak, unggahan itu menuai komentar pedas dari salah satu warganet.  Seperti akun Sri Ryu. “Pihak terkait sek kakean alasan lek dikongkon mangkasi ndek daerah pelosok, coba lek dikongkon mangkas ndek ngarepe toko Graha Mulia padahal yo ndak ono ranting,” tulisnya berkomentar.

Lantas, unggahan tersebut langsung dijawab oleh Suwaji Smada. “Percuma laporan tok luur lek ndak ono ikune ndak kiro dicandak. Engkok rak ono ae alasane, coba lek ono ikune, masi wes mari dipangkasi yo tetep langsung dicandak lur, biasa lagu lama,” komentarnya menimpali.

Tampaknya, para warga merasa kesal, sebab tidak ada tindakan dari dinas terkait untuk segera melakukan pencegahan terhadap pohon yang membahayakan. Selain itu, warga yang lain turut berkomentar jika di beberapa wilayahnya juga terdapat pohon yang hampir roboh. (mg3/c2/fid)

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Akhir-akhir ini hujan deras dan angin kencang terjadi di berbagai wilayah. Tak terkecuali di Kabupaten Lumajang. Kejadian Pohon tumbang yang menimpa sebuah mobil, beberapa hari yang lalu, membuat banyak orang semakin mawas diri.

Seperti unggahan Swaji Smada di grup Facebook Lapor Lumajang yang menampilkan foto pohon mahoni berukuran besar. Dalam unggahan itu, dia mengungkapkan untuk mendapat tindak lanjut dari dinas terkait. Sebab, pohon mahoni yang berada di pertigaan Grati tersebut membahayakan rumah warga. Rantingnya rawan patah, ditambah lagi musim hujan dan angin kencang.

Sontak, unggahan itu menuai komentar pedas dari salah satu warganet.  Seperti akun Sri Ryu. “Pihak terkait sek kakean alasan lek dikongkon mangkasi ndek daerah pelosok, coba lek dikongkon mangkas ndek ngarepe toko Graha Mulia padahal yo ndak ono ranting,” tulisnya berkomentar.

Lantas, unggahan tersebut langsung dijawab oleh Suwaji Smada. “Percuma laporan tok luur lek ndak ono ikune ndak kiro dicandak. Engkok rak ono ae alasane, coba lek ono ikune, masi wes mari dipangkasi yo tetep langsung dicandak lur, biasa lagu lama,” komentarnya menimpali.

Tampaknya, para warga merasa kesal, sebab tidak ada tindakan dari dinas terkait untuk segera melakukan pencegahan terhadap pohon yang membahayakan. Selain itu, warga yang lain turut berkomentar jika di beberapa wilayahnya juga terdapat pohon yang hampir roboh. (mg3/c2/fid)

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca