alexametrics
23.3 C
Jember
Tuesday, 17 May 2022

Akui Insiden Carok Hanya karena Rumah, Sepakat Tak Saling Lapor

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Perseturuan dua perangkat desa di Jatiroto berakhir damai. Kemarin, Kepala Desa Sukosari Iskak Aminudin dan Kepala Dusun Jatiroto Wawan dipertemukan di Mapolsek Jatiroto. Keduanya sepakat untuk tidak saling lapor ke polisi dan mengakhiri pertikaian.

Kapolsek Jatiroto AKP Rusdi Isyanto mengatakan, pertemuan keduanya disaksikan langsung oleh Forkopimcam Jatiroto, keluarga, dan pendukung kedua belah pihak. Poin-poin pernyataan perdamaian mereka sepakati secara sadar dan tanpa paksaan. Karena itu, kesepakatan ini menjadi dasar permasalahan keduanya dinyatakan selesai.

“Hasil mediasi, mereka berjanji tidak saling melapor ke kepolisian. Karena keduanya sama-sama korban. Keduanya juga memiliki massa pendukung yang banyak. Sehingga dikhawatirkan jika ini berlanjut akan membuat situasi dan kondisi semakin tidak kondusif. Makanya, kedua belah pihak sepakat untuk berdamai dan berjanji tidak mengulanginya lagi,” katanya.

Mobile_AP_Rectangle 2

Dia mengungkapkan, sebenarnya pemicu duel carok berdarah, Kamis (27/1) lalu, itu karena jual beli rumah. Menurutnya, hal tersebut menjadi faktor menonjol insiden itu terjadi. Hal itu juga diperkuat dengan hasil penyelidikan pihaknya terhadap kedua pihak dan sejumlah saksi.

“Banyak faktor. Tetapi yang paling menonjol itu ketika Pak Inggi (Kades Iskak, Red) membeli rumahnya Pak Kampung (Kasun Wawan, Red). Namun, setelah membeli, Pak Kampung masih menempatinya. Pak Inggi jengkel, sehingga terjadi cekcok dan akhirnya perlu mendapat perawatan rumah sakit,” ungkapnya.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Perseturuan dua perangkat desa di Jatiroto berakhir damai. Kemarin, Kepala Desa Sukosari Iskak Aminudin dan Kepala Dusun Jatiroto Wawan dipertemukan di Mapolsek Jatiroto. Keduanya sepakat untuk tidak saling lapor ke polisi dan mengakhiri pertikaian.

Kapolsek Jatiroto AKP Rusdi Isyanto mengatakan, pertemuan keduanya disaksikan langsung oleh Forkopimcam Jatiroto, keluarga, dan pendukung kedua belah pihak. Poin-poin pernyataan perdamaian mereka sepakati secara sadar dan tanpa paksaan. Karena itu, kesepakatan ini menjadi dasar permasalahan keduanya dinyatakan selesai.

“Hasil mediasi, mereka berjanji tidak saling melapor ke kepolisian. Karena keduanya sama-sama korban. Keduanya juga memiliki massa pendukung yang banyak. Sehingga dikhawatirkan jika ini berlanjut akan membuat situasi dan kondisi semakin tidak kondusif. Makanya, kedua belah pihak sepakat untuk berdamai dan berjanji tidak mengulanginya lagi,” katanya.

Dia mengungkapkan, sebenarnya pemicu duel carok berdarah, Kamis (27/1) lalu, itu karena jual beli rumah. Menurutnya, hal tersebut menjadi faktor menonjol insiden itu terjadi. Hal itu juga diperkuat dengan hasil penyelidikan pihaknya terhadap kedua pihak dan sejumlah saksi.

“Banyak faktor. Tetapi yang paling menonjol itu ketika Pak Inggi (Kades Iskak, Red) membeli rumahnya Pak Kampung (Kasun Wawan, Red). Namun, setelah membeli, Pak Kampung masih menempatinya. Pak Inggi jengkel, sehingga terjadi cekcok dan akhirnya perlu mendapat perawatan rumah sakit,” ungkapnya.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Perseturuan dua perangkat desa di Jatiroto berakhir damai. Kemarin, Kepala Desa Sukosari Iskak Aminudin dan Kepala Dusun Jatiroto Wawan dipertemukan di Mapolsek Jatiroto. Keduanya sepakat untuk tidak saling lapor ke polisi dan mengakhiri pertikaian.

Kapolsek Jatiroto AKP Rusdi Isyanto mengatakan, pertemuan keduanya disaksikan langsung oleh Forkopimcam Jatiroto, keluarga, dan pendukung kedua belah pihak. Poin-poin pernyataan perdamaian mereka sepakati secara sadar dan tanpa paksaan. Karena itu, kesepakatan ini menjadi dasar permasalahan keduanya dinyatakan selesai.

“Hasil mediasi, mereka berjanji tidak saling melapor ke kepolisian. Karena keduanya sama-sama korban. Keduanya juga memiliki massa pendukung yang banyak. Sehingga dikhawatirkan jika ini berlanjut akan membuat situasi dan kondisi semakin tidak kondusif. Makanya, kedua belah pihak sepakat untuk berdamai dan berjanji tidak mengulanginya lagi,” katanya.

Dia mengungkapkan, sebenarnya pemicu duel carok berdarah, Kamis (27/1) lalu, itu karena jual beli rumah. Menurutnya, hal tersebut menjadi faktor menonjol insiden itu terjadi. Hal itu juga diperkuat dengan hasil penyelidikan pihaknya terhadap kedua pihak dan sejumlah saksi.

“Banyak faktor. Tetapi yang paling menonjol itu ketika Pak Inggi (Kades Iskak, Red) membeli rumahnya Pak Kampung (Kasun Wawan, Red). Namun, setelah membeli, Pak Kampung masih menempatinya. Pak Inggi jengkel, sehingga terjadi cekcok dan akhirnya perlu mendapat perawatan rumah sakit,” ungkapnya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/