alexametrics
24.8 C
Jember
Thursday, 19 May 2022

Terpaksa Turun dan Dorong Kendaraan

Jembatan Rusak, Pembangunan Mangkrak, Memutar sampai 5 Km

Mobile_AP_Rectangle 1

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Impian warga Dusun Pondok Rejo, Kaliboto Kidul, untuk memiliki jembatan sendiri harus dipendam kembali. Pasalnya, proses pengerjaan jembatan terhenti. Hingga kini, belum ada kejelasan mengenai kelanjutan proyek tersebut. Alhasil, warga mengeluh, sebab jembatan yang didambakan belum terealisasi.

Satu-satunya akses yang bisa dilewati adalah jembatan lori milik PG Jatiroto. Jembatan dengan panjang sekitar 30 meter dengan lebar dua meter itu digunakan warga untuk menyeberangi sungai. Meski berisiko, warga terpaksa memilih melewati jembatan tersebut. Sebab, itu merupakan cara tercepat menuju jalan raya nasional.

Apalagi saat musim hujan, jembatan yang terbuat dari besi tersebut sangat licin. Terbukti, beberapa kecelakaan terjadi. Mulai dari warga yang jatuh akibat roda tergelincir, mobil yang hendak masuk sungai, hingga warga dusun yang jatuh dengan motornya ke sungai. Hal tersebut membuat warga waswas dan takut.

Mobile_AP_Rectangle 2

“Beberapa tahun lalu, saat siang ada warga dusun sini (Pondok Rejo, Red) yang jatuh ke sungai dengan motornya. Posisi air sungai sedang tinggi. Untungnya, saat jatuh ada warga lain yang melintas. Jadi, langsung ada yang menyelamatkan. Meskipun kakinya luka, dia dan motornya bisa diselamatkan,” cerita Poniran, salah satu warga setempat.

- Advertisement -

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Impian warga Dusun Pondok Rejo, Kaliboto Kidul, untuk memiliki jembatan sendiri harus dipendam kembali. Pasalnya, proses pengerjaan jembatan terhenti. Hingga kini, belum ada kejelasan mengenai kelanjutan proyek tersebut. Alhasil, warga mengeluh, sebab jembatan yang didambakan belum terealisasi.

Satu-satunya akses yang bisa dilewati adalah jembatan lori milik PG Jatiroto. Jembatan dengan panjang sekitar 30 meter dengan lebar dua meter itu digunakan warga untuk menyeberangi sungai. Meski berisiko, warga terpaksa memilih melewati jembatan tersebut. Sebab, itu merupakan cara tercepat menuju jalan raya nasional.

Apalagi saat musim hujan, jembatan yang terbuat dari besi tersebut sangat licin. Terbukti, beberapa kecelakaan terjadi. Mulai dari warga yang jatuh akibat roda tergelincir, mobil yang hendak masuk sungai, hingga warga dusun yang jatuh dengan motornya ke sungai. Hal tersebut membuat warga waswas dan takut.

“Beberapa tahun lalu, saat siang ada warga dusun sini (Pondok Rejo, Red) yang jatuh ke sungai dengan motornya. Posisi air sungai sedang tinggi. Untungnya, saat jatuh ada warga lain yang melintas. Jadi, langsung ada yang menyelamatkan. Meskipun kakinya luka, dia dan motornya bisa diselamatkan,” cerita Poniran, salah satu warga setempat.

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Impian warga Dusun Pondok Rejo, Kaliboto Kidul, untuk memiliki jembatan sendiri harus dipendam kembali. Pasalnya, proses pengerjaan jembatan terhenti. Hingga kini, belum ada kejelasan mengenai kelanjutan proyek tersebut. Alhasil, warga mengeluh, sebab jembatan yang didambakan belum terealisasi.

Satu-satunya akses yang bisa dilewati adalah jembatan lori milik PG Jatiroto. Jembatan dengan panjang sekitar 30 meter dengan lebar dua meter itu digunakan warga untuk menyeberangi sungai. Meski berisiko, warga terpaksa memilih melewati jembatan tersebut. Sebab, itu merupakan cara tercepat menuju jalan raya nasional.

Apalagi saat musim hujan, jembatan yang terbuat dari besi tersebut sangat licin. Terbukti, beberapa kecelakaan terjadi. Mulai dari warga yang jatuh akibat roda tergelincir, mobil yang hendak masuk sungai, hingga warga dusun yang jatuh dengan motornya ke sungai. Hal tersebut membuat warga waswas dan takut.

“Beberapa tahun lalu, saat siang ada warga dusun sini (Pondok Rejo, Red) yang jatuh ke sungai dengan motornya. Posisi air sungai sedang tinggi. Untungnya, saat jatuh ada warga lain yang melintas. Jadi, langsung ada yang menyelamatkan. Meskipun kakinya luka, dia dan motornya bisa diselamatkan,” cerita Poniran, salah satu warga setempat.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/